
Belum hilang rasa keterkejutan Marion mendengar pernyataan dari putranya juga melihat kepergian para body guard lain dari rumahnya kini dia harus menghadapi Angel.
“Semoga saja dia tidak mendengar percakapan di antara kami tadi.” batin Marion yang terlengkap dan segera mengubah mimik wajahnya menjadi tenang plus penuh senyuman.
“Aunty Marion, ku dengar Sean pulang hari ini ?” sapa Angel menghampiri ibunya Sean sembari melihat mobil para body guard yang berlalu dari sana. “Siapa mereka aunty ?” ucapnya sembari menunjuk mobil yang sudah melaju dari rumah.
“Itu... tamunya Sean. Kau tahu kan dia banyak kolega.” terang Marion bohong sembari tersenyum kejam untuk menutupi kebohongannya itu. “Sean ada di dalam, cepat temui dia.” ia malah menarik Angel masuk ke rumah bersamanya.
“Kenapa kolega Sean seperti body guard saja ?” batinnya merasa aneh saja karena tadi sempat melihat sekilas penampilan mereka. “Ah, sudahlah itu tak penting bagiku.” ia kembali menutup ke depan dan segera berjalan mengikuti Aunty Marion.
Marion meminta wanita itu duduk untuk menunggu Sean datang.
“Sean, ada yang mencarimu.” ucapnya sembari berdiri dan menatap ke arah tangga yang ada di sisi kirinya. “Sean, turunlah sekarang.” ia mengeraskan suaranya karena tak ada respon dari putranya.
“Ada apa lagi ibu memanggilku ?” desau Sean dari kamar menatap monitor di depannya saat mendengar panggilan dari ibunya.
Ya, dia barusan menghubungi kembali nomor Alexa untuk mengklarifikasi kebenaran info hilangnya si kembar dan sekarang ia tengah mencari keberadaan mereka.
“Si tua itu malah menuduhku mencuri anakku sendiri. Dimana ia menaruh otaknya ?” rutuknya dengan aksi body guard yang tadi menerobos ke rumahnya.
“Sean.” panggil Marion lagi karena putranya tak juga segera turun ke ruang tamu sampai ia naik ke tangga menuju ke kamar putranya.
“Ibu ?” ucapnya saat melihat ibunya di balik pintu kamarnya terbuka. Marion berjalan masuk dan menghampirinya. “Aku sudah memanggilmu berulang kali ternyata kau sedang menatap monitor di depanmu.”
“Ada Angel di bawah mencarimu.”
“Oh.” desau Sean semakin bertambah pusing saja kenapa wanita itu datang kemari di saat yang tidak tepat. “Aku sedang sibuk ibu mencari anak ku, tolong temui saja dia.” tolaknya yang membuat ibunya itu terlihat murka padanya.
“Sedari tadi ibu dengan menyebut anak terus. Kau baru sembuh bagaimana bisa kau punya anak ?” bantahnya lagi menyangkal ucapan Sean.
“Aku sudah bilang sebelumnya jika aku sudah menikah dan aku meninggalkannya di saat dia hamil.” jelas Sean terpaksa membeberkannya. “Ini foto anak ku, foto cucu ibu. Lihatlah.” Sean semoga kembali monitornya dan menunjukkan foto-foto si kembar dengan dirinya beberapa waktu yang lalu pada wanita tersebut.
Gleg
Marion menelan salivanya dengan berat saat melihat Cyrano dan Cyrille yang menggemaskan. Karena memang dia sudah lama sekali menginginkan seorang cucu.
“Apa dia memang anak Sean ?Dia mirip sekali dengannya saat masih kecil dulu.” batinnya saat menatap foto Cyrano.
“Sekarang ibu sudah lihat dan aku tidak bohong padamu. Jadi tolong mengertilah kondisiku dan jangan terus memaksaku untuk melanjutkan hubungan dengan Angel.”Sean mengambil kembali laptopnya di saat ibunya itu masih ingin melihatnya.
“Apa yang bisa ibu lakukan ? Kau terikat perjanjian donor mata itu Sean, jadi tolong mengertilah kondisi ibu dan jangan mempersulit ku.” wanita itu malah meminta pengertian balik dari Sean.
“Ibu !” Sean terlihat marah denganmu ada bicara yang meninggi dan membuat wanita itu segera kabur dari sana.
Tepat di saat ia keluar dari pintu ada Angel di depannya.