
Di rumah Austin masih melakukan pencarian si kembar. Dia menunggu informasi dari para informan yang dikirim lagi setelah yang sebelumnya tak menemukan petunjuk apapun.
Berulang kali pria itu mencoba menghubungi Kevin ataupun mencari keberadaannya namun bila itu bagaikan hilang ditelan bumi dalam sekejap saja.
“Dimana lagi aku bisa menemukan mereka ?” gumam Austin duduk dengan gelisah dan berulang kali menatap foto yang tergantung di dinding, siapa lagi jika bukan foto Cyrano dan Cyrille.
ding
Di tengah kegelisahannya tiba-tiba terdengar notifikasi pesan masuk.
“Cyrano ?” pekiknya terkejut saat membaca notifikasi pesan suara dari cucunya tersebut.
Karena penasaran sekaligus khawatir jika itu bukan suara Cyrano melainkan suara dari penculik yang minta tebusan atau sejenisnya, ia pun segera membuka pesan tersebut.
“Apa ?! Ini....” Austin terkejut sekali begitu mendengar suara yang ada dalam rekaman itu, bukanlah suara cucunya saja tapi juga x-putranya, Bryan.
“Bryan ?!” tangannya menyebut nama tersebut.
Sungguh ia tak menyangka sama sekali jika mastermind di balik semua ini didalangi oleh pria tersebut. Pria yang ia beri kategori nilai A dan masih ia beri warisan meskipun bukan darah dagingnya tega melukainya melalui cucunya.
“Apa yang kuberikan padamu saat ini masih kurang, Bryan ?!” Austin benar-benar terlihat marah kali ini karena pria itu benar-benar keterlauan.
brak
Bahkan sampai ia pun menggebrak meja karena saking kesalnya pada Bryan.
Austin kemudian keluar rumah dan mengumpulkan semua body guard yang ada di rumahnya.
“Kalian semua cari Bryan sampai ketemu !” perintahnya pada banyak pria berpakaian serba hitam dengan tatapan tajam.
“Baik, tuan.”
Tak lama setelahnya beberapa mobil keluar dari rumah dan menyebar di jalanan untuk mencari keberadaan Bryan.
Beberapa saat setelahnya beberapa mobil berhenti di rumah Bryan juga di kantor pria itu.
“Tuan Bryan tak ada di kantornya juga di sini.” ucap seorang pria yang sudah memeriksa rumah pria tersebut yang ternyata kosong berpenghuni.
“Kita harus segera melaporkannya pada tuan Austin.” ucap salah satu informan.
“Aku tak mau tahu kalian harus menemukan Bryan !” ucap Austin dalam sambungan telepon dan segera menutupnya sembari memegang kepalanya terasa berat sekali.
Sementara itu kembali ke gudang tua.
Cyrano dan Cyrille masuk lewat pintu depan setelah membukanya dengan alat pembobol pintu yang berupa jepit rambut Cyrille. Sengaja mereka Lewat Pintu agar tidak terdengar suara berisik saat mereka masuk.
“Ingat, jangan sambil membuat penjaga yang ada di sini bangun.” bisik Cyrano lirih di telinga Cyrille.
Mereka berdoa kemudian masuk ke gudang dan menutup kembali pintunya berjalan dengan mengendap-ngendap melewati penjaga yang masih tidur bahkan sampai ngiler kemana-mana.
“Ihh joroknya.” ucap Cyrille dan Cyrano segera membungkam bibir saudara kembarnya itu.
Mereka berdua segera duduk kembali dan menikah dengan mereka sendiri.
Hik
Cyrille bersendawa karena kekenyangan makan banyak tadi dan itu membangunkan penjaga.
“Aah aku ketiduran.” pria itu segera membuka mata dan menatap ke arah sandera. “Mereka masih di sana rupanya.”
Pria tadi merasa lega tawanannya masih di tempatnya. Ia pun terdiri dari tempat duduknya karena ingin buang air kecil.
“Kenapa pintu ini terbuka ?” gumam pria itu karena seingatnya sebelumnya pintu itu terkunci. “Mungkin aku lupa mengunci.”
Pria itu pun tak mau ambil pusing karena ada hajat yang harus segera dituntaskan nya atau celananya akan basah.
krak
Seseorang membuka pintu dan masuk.
“Dasar dimana mereka berdua ?” ucapnya dengan marah saat melihat ada penjaga di sana terlebih dengan pintu yang tidak terkunci. “Aku akan potong bayaran mereka nanti !” decaknya kesal.
Ya, pria itu adalah Bryan. Dia kembali lagi ke sana.
“Kalian berdua, aku akan memberikan hadiah untuk kalian.” ucap pria itu dengan tersenyum menyeringai yang membuat Cyrille sampai gemetar menatapnya saja.