Where's My Daddy?

Where's My Daddy?
Eps. 96 Salah Paham



Dua pria itu terlihat saling menatap dengan tajam mungkin saja jika tak ada Alexa di sana mereka berdua sudah saling pukul atau saling tembak.


“Aku kemari untuk membawa Alexa juga anak-anakku kembali. Aku tidak akan tinggal diam lagi jika kau memisahkan kami setelah apa yang kau lakukan selama ini padaku dengan menutup semua informasi ku dari Alexa agar dia tak mengetahui kondisi ku yang sebenarnya.” jawab Sean Apakah panjang lebar dengan nada tinggi karena Iya benar-benar tak rela saja jika harus kembali berpisah dengan Alexa untuk yang kedua kalinya setelah perjuangan panjang dan beratnya melalui semua ini.


“Jadi ayah sudah tahu sebelumnya jika Sean mengalami kecelakaan dan terluka parah ? Kenapa tidak menceritakan hal itu padaku ?” Alexa kembali menyela percakapan mereka, tak menyangka saja ayahnya tega melakukan hal itu padanya.


“Alexa kau salah paham. Bukan maksud ku--” Alexa memotong ucapan ayahnya dan tak mau tahu jika alasan sebenarnya karena saat itu ia tak yakin Sean akan hidup dengan kondisinya yang terluka parah dalam kecelakaan itu dan tak ingin membuat putrinya itu bersedih karena saat itu Alexa sedang hamil sedangkan kondisi emosinya harus tetap stabil.


“Ayah jahat. Ayah pasti mengambil kesempatan untuk memisahkan kami di saat yang tepat, bukan ?” tuduh Alexa tanpa melihat peran ayahnya selama ini yang rela memberikan nama belakangnya pada buah hatinya.


Austin menarik nafas berat tapi bisa menjelaskan yang sebenarnya.


“Aku masih bisa mentolerir kau menembak Alexa tapi tidak lagi jika kau ingin memisahkan kami.” ancam Sean dengan tangan terkena alat yang siap untuk melayang ke muka Austin jika saja Cyrano tak masuk dengan tiba-tiba.


“Daddy... jangan pukul Pappy ! Selama ini pappy lah yang merawat kami dan memberikan semua fasilitas yang ada.” Cyrano memohon sambil memegangi kaki Sean. Ia tak ingin dua pria


yang dikasihinya itu sampai bertengkar kembali. Mungkin saja akan ada korban lagi jika mereka bertengkar.


“Cyrano...” Sean menarik kembali pukulannya demi Cyrano juga setelah mempertimbangkan ucapan putranya tersebut jika selama ini memang dia tak bersama Cyrano juga tak memberikan fasilitas apapun padanya.


“Pappy... berjanjilah padaku jika pappy tak akan melukai daddy.” ia memegang tangan Austin sembari memegang tangan Sean. “Aku senang sekali bisa bertemu dengan daddy.” beralih menatap daddy-nya.


Austin tak menjawab setelah melihat Cyrano yang tampak senang dengan hadirnya Sean. Ia tak tega menghancurkan kebahagiaan cucunya tapi ia juga tak suka pada Sean.


“Pappy mau kemana ?” Cyrano berusaha mengejar Austin yang melepaskan tangannya tanpa berucap sepatah kata pun. Namun Sean menariknya, “Tetaplah bersama daddy.”


Sean menarik Cyrano ke sisinya. Ia bisa melihat kesedihan di wajah putranya itu. “Mungkin aku harus segera mencari solusi yang terbaik untuk kita semua.” ia pun menggendong Cyrano lalu membawanya untuk duduk di sebelah Cyrille yang menunggui mommy-nya.


“haah.” Di luar rumah sakit, Austin menghela nafas panjang dan berjalan ke mobil tanpa menoleh sedikitpun ke belakang. “Seandainya saja kau tak menghilang selama lima tahun aku tak akan memisahkan kalian.” gumamnya menatap nanar ke arah rumah sakit setelah duduk dalam mobil.


“Jalankan mobilnya sekarang.” ucap Austin pada drivernya.


“Baik, tuan.” mobil pun segera melaju keluar dari rumah sakit menuju ke rumah.


Di rumah Kevin terlihat pria itu babak belur setelah di hajar oleh Sean kemarin.


“Aku akan membalas mu, Sean Aldric. Lihat saja.” gumam Kevin dengan tangan terkepal kuat menatap lepas lurus ke depan penuh dengan amarah.