
Beberapa jam setelahnya Sean bangun karena merasa ruang di sampingnya kosong.
“Alexa...” Sean membuka mata dan terkejut saat melihat Alexa sudah tak ada di sana. “Sial !” umpatnya kesal karena lemah dan malah tertidur sehingga tidak tahu Wanita itu pergi meninggalkan dirinya.
Ia pun menarik selimut yang menutupi tubuhnya kemudian memakai pakaiannya dan beralih ke sisi jendela.
“Dia sudah kembali ke sana !” ia melihat mobil Alexa yang tadi dikendarai sudah terparkir di rumah Austin.
Sean benar-benar merasa terhindar sampai menguntungkan dirinya sendiri kenapa tadi ia bisa tertidur. “haah.” ia Hanya bisa menarik nafas kasar dan menetap nada ke arah rumah Austin. “Aku akan membawamu lagi nanti.” janjinya yakin pada dirinya sendiri.
Kring
Lamunan Sean pecah kala terdengar suara dering ponselnya yang semakin lama semakin nyaring.
“Mungkin itu ibu.” Sean kembali ke sisi tempat tidur untuk mengambil ponselnya. “Angel ?”
Sean mengerutkan keningnya melihat nama si penelepon yang tak biasanya menghubungi dirinya. “Ada apa sekarang dia meneleponku ?”
“Halo...” ucap suara di seberang telepon dengan lembut.
“Angel, ada apa ?”
“Mm... tuan Sean tidak.” Angel terdengar gugup. “Aku hanya ingin menanyakan kabarmu saja karena sudah tiga hari ini kamu keluar kota.”
“Aku baik-baik saja nona.” jawab Sean langsung tanpa basa-basi.
“Kapan kau akan kembali ?”
“Aku belum tahu kapan akan kembali. Maaf tapi sekarang aku masih repot, mungkin nanti bisa kita sambung lagi.” ucap Sean dan di detik berikutnya ia mengakhiri panggilan mereka.
“Kenapa dia jadi dingin begini ? tidak seperti awal-awal aku bertemu dengannya dulu ?” gumam Angel menatap layar ponselnya mulai merasakan perubahan sikap Sean padanya.
Malam harinya.
“Sean...” Alexa membuka sedikit jendela kamarnya kemudian menatap kosong ke arah hotel Lion Star. “Sedang apa kau sekarang ?”
Setelah berdiri cukup lama di depan jendela dan terkena angin malam yang cukup dingin maka ia pun kembali ke tempat tidur.
“Alexa...” Sean berdiri di depan jendela menatap ke arah rumah Austin yang kini terlihat sepi. “Kau benar-benar tidak merindukan diriku lagi.”
Sean merasa kecewa karena ia berharap bisa bertemu Alexa namun dugaannya keliru dan ia pun memutuskan untuk tidur.
Keesokan harinya.
Alexa bersama si kembar keluar rumah.
“Mommy kenapa ikut mobil kami ?” tanya Cyrille begitu melihat mommy nya ikut duduk dalam mobil yang sama dengannya.
“Apa mobil mommy sedang di servis ?” kali ini Cyrano yang bertanya padanya karena biasanya mommy berangkat bersama dengan mereka.
“Bukan, sayang. Mommy hanya sedikit lelah saja jadi tak ingin menyetir sendiri.” jawabnya asal padahal yang sebenarnya Alexa sengaja menghindari Sean. Jika ia menyetir sendiri sudah pasti nanti pria itu akan menculiknya lagi.
Mobil melaju menuju ke sekolahan si kembar baru setengahnya menuju ke kantor Alexa.
Siang hari Sean sudah berada di depan kantor Alexa. Ia Duduk diam menunggu dalam mobil sampai wanita itu keluar dari sana.
“Aneh sekali sudah lewat jam makan siang tapi ia belum keluar juga.” Sean mengawasi dan menunggu Alexa keluar. “Baiklah aku akan menunggunya.”
Lama pria itu menunggu bahkan sampai sore barulah ia melihat Alexa keluaran dari kantor. Namun begitu ia akan mendekat untuk membawa Alexa, sebuah mobil datang menjemput.
“Nona silahkan naik.” driver membukakan pintu untuk Alexa.
Ia segera duduk di depan dan menutup kembali pintunya. “Kita langsung pulang saja ke rumah.” ucap Alexa sembari menatap kaca spion. “Itu pasti mobil Sean.” melihat sebuah mobil di seberang jalan.
“Jadi dia membawa driver sekarang.” decak Sean kesal karena jadi tak bisa membawa Alexa pergi bersamanya dan hanya bisa melawan nafas panjang melihat mobil itu berlalu dengan cepat dari pandangannya.