Where's My Daddy?

Where's My Daddy?
Eps. 69 Mencari Informasi Alexa



Siang hari di kantor Sean


Alarm di laptopnya berbunyi.


“Astaga ada yang mau menyusup ?” Sean terkejut mengetahui dinding pertahanan perusahaannya rasa ditembus oleh seseorang.


Ia pun setelah melihat dan memeriksanya siapa yang membobol keamanannya. “Bagaimana bisa pertahanan di sini tembus begitu mudahnya oleh seseorang ?”


Ia langsung memeriksa semua data penting perusahaan barangkali saja ada pihak yang sengaja berniat mencuri informasi penting darinya.


“Untung saja semua data penting perusahaan aman. Jadi apa yang dia cari ?” Sean kembali mencari apa yang diserang oleh hacker jika semua informasi penting perusahaannya aman-aman saja.


“ding.” tiba-tiba ia mendapatkan notifikasi jika ada pesan e-mail masuk untuknya. “E-mail ?” ia pun mengerutkan kening membaca notifikasi tersebut dan segera membukanya.


“Ini...” Sean benar-benar tak percaya dengan apa yang dilihatnya saat ini. Ia melihat foto Alexa dengan seorang lelaki bersama anak yang tap asing baginya. “Tunggu... ini Cyrille dan anak lelaki yang menemukan gelangku tempo hari ?”


Sean terlihat sangat terkejut luar biasa. “Jadi... mereka berdua anaknya Alexa ?” masih syok mendapati kenyataan jika Alexa sudah mempunyai anak bukan dari dirinya. “Dan dia... dia suami mu ?”


Sean yang awalnya berekspresi tersenyum karena melihat foto Alexa kini tampak marah setelah melihat wanita yang dirindukannya kini bersama pria lain.


“Alexa ternyata kau tidak setia padaku dan malah hidup dengan pria lain !” ucapnya dengan penuh emosi sambil menggebrak meja. Tak terasa air matanya menitik. “Inikah balasan yang kau berikan padaku setelah aku setia menunggumu ?!”


Sean larut dalam kesedihannya selama beberapa jam ke depan. Ia tak habis pikir kenapa wanita yang sangat di percayainya itu tak mencari dirinya selama ini. Dan semuanya sudah terjawab.


Selama sehari pria itu hanya duduk di kursi kerjanya tanpa melakukan apapun.


“Taruh saja di sana aku akan mengerjakannya nanti.” jawab Sean tanpa menoleh ataupun menatap sekretarisnya.


“Baik, tuan.” Judas segera keluar ruangan setelah menaruh dokumen tadi.


“klik.” hingga 10 menit setelahnya Sean sama sekali tak menyentuh dokumen dari Judas. Bahkan ia pun memilih untuk pergi dari sana demi menenangkan pikirannya yang masih tak bisa menerima fakta tentang Alexa.


Hingga malam hari pikirannya masih terganggu oleh Alexa. Ia begitu tersiksa melihat senyum istrinya itu bersama pria lain.


“Ohh....” Sean duduk kembali setelah sekian lama mencoba untuk memejamkan mata namun tak bisa terpejam. “Alexa kau tega sekali padaku.”


Dengan dada yang masih sesak dan berat ia pun mengeluarkan laptopnya. “Aku harap ini hanya foto palsu yang dikirim oleh seseorang padaku.” ia kembali melihat foto Alexa yang masih membuatnya panas dan kali ini ia mencoba berpikir dengan kepala yang dingin.


“Lebih baik aku cari di mana dia.” Sean memutuskan untuk mencari keberadaan Alexa daripada mencari kebenaran foto itu palsu atau tidak.


“Britain ?” setelah lama berada di depan laptop dan 2 jam lebih barulah ia menemukan dari mana foto itu diambil. “Apakah dia tinggal di sana ?”


Sean memejamkan mata kembali saat melihat foto keluarga lengkap itu yang tampak bahagia sambil menarik nafas kasar.


“Aku akan mencarimu dan minta penjelasan langsung padamu.” Sean tak mau melihat foto dari pria di samping Alexa yang menatap istrinya itu dengan penuh nafsu dan menutup laptopnya dengan keras.


“Alexa tunggu aku...” Sean terlihat marah dan beranjak dari tempat duduknya tak sabar ingin bertemu dengan istrinya itu.