Where's My Daddy?

Where's My Daddy?
Eps. 49 Robot Asisten



Malam hari sebelum keberangkatan ke Paris. Cyrano dan Cyrille belum tidur juga meski sudah malam dan lewat dari jam tidur.


“Apa yang mereka lakukan ? Kenapa berisik sekali ?” Alexa yang berada di kamar sebelah sampai tak bisa tidur mendengarnya.


Ia pun keluar dari kamar dan masuk ke kamar si kembar.


“Bukankah besok pagi kalian akan berangkat untuk liburan ?” Alexa melihat satu per satu anaknya yang main lempar bantal dengan semangat.


“Mommy, ayo ikut Cyrille main kita beri pelajaran Cyrano.” Bukannya berhenti, Cyrille malah melempar sebuah bantal ke arah mommy nya.


“Cyrille berhenti !” teriak Alexa sambil mengambil bantal dari lantai yang mengenai wajahnya. “Berhenti kalian berdua !”


Cyrano yang akan melempar bantal ke arah Cyrille, menaruhnya kembali ke tempat tidur. “Mommy, Cyrille duluan yang mulai. Aku hanya sedikit membalasnya.” akunya dengan wajah innocent.


“Jika kalian tidak segera tidur maka mommy akan bilang pada pappy Untuk membatalkan liburan saja besok.”


“Jangan mommy, baiklah kami akan tidur sekarang.” Cyrille langsung melompat turun dari tempat tidur kemudian memeluk mommy nya dengan memohon.


“Besok mommy ikut bukan ?” tanya Cyrano saat mommy nya berjalan keluar dari kamarnya.


“Tidak, selama satu minggu penuh ini mommy tak bisa keluar.”


Cyrano tampak kecewa mommy nya tak bisa menemani mereka. Sedangkan Cyrille terlihat senang. “Selama satu minggu penuh aku tidak akan mendengar omelan dari mommy.” Cyrille tersenyum dalam hati dengan matanya yang membulat.


Setelah Alexa kembali ke kamar ia pun bisa tidur dengan lega karena tak lagi mendengar suara berisik si kembar.


“Sean... kuharap Cyrano dan Cerylle bisa bertemu denganmu meskipun itu hanya sekali.” gumam Alexa dengan mata yang terpejam.


Sementara di kamar si kembar perang bantal masih terjadi dan semakin berisik. Tapi bagaimana Alexa sampai tidak mendengarnya ? Ya, karena sebelumnya Cyrano lupa menyalakan mode kedap di ruangan nya.


“Ini balasan ku untuk mu, Cyrille.” Cyrano tak hanya melemparkan beberapa bantal ke arah saudari kembarnya itu, tapi juga bola yoga yang membuatnya langsung jatuh ke tempat tidur.


Dua jam kemudian terlihat mereka berdua sudah tertidur pulas dengan kondisi kamar seperti kapal pecah. Bahkan Cyrano sampai tidur di lantai di atas karpet memeluk bantalnya.


Pagi hari mereka berdua bangun kesiangan.


“Argh... kita hampir terlambat !” teriakan panjang Cyrille memekakkan telinga Cyrano dan membuatnya membuka mata.


“Astaga 20 menit lagi pesawat akan tinggal landas.” Cyrano terkejut melihat jam yang tergantung di dinding. “Semua ini salah mu. Jika saja semalam Kakak mengganggu tidurku maka kita tidak akan bangun terlambat seperti ini.”


“Tak ada gunanya menyalahkan aku, sekarang lebih baik kita cepat bersiap atau kita akan ketinggalan pesawat.”


“Ck....” Cyrano sudah mempersiapkan hal itu untuk antisipasi mengingat saudari kembarnya yang selalu usil dan jahit.


“klik.” Cyrano gunakan sebuah remote kecil dan tak berapa lama kemudian datanglah sebuah robot menghampirinya. Robot itu dengan cepat melepas dan mengganti baju Cyrano juga menyemprotkan deodorant serta parfum ke tubuh Cyrano hanya dalam waktu lima menit saja.


“Aku pinjam robot mu dong.” ucap Cyrille setelah melihat saudara kembarnya yang rapi sekali bahkan semua barang yang akan di bawahnya juga disiapkan oleh robot tadi.


“Kau yakin mau meminjamnya ? Robot ini ku desain khusus hanya untuk melayaniku saja.”


“Aku bisa memberinya perintah baru, cepat berikan robotmu padaku.”


“Nih. Jangan salahkan aku nanti jika robot itu tidak menurut pada mu.”


Cyrano melempar remote control di tangannya Dan keluar dari kamar. Sedangkan Cyrille segera memainkan robot.


Lima menit kemudian Cyrille turun dari anak tangga dengan menggerutu. “Dasar robot payah. Dia memakaikan aku baju lelaki.”


Cyrano yang duduk di bawah menunggunya hanya tersenyum lebar saja melihatnya.