Where's My Daddy?

Where's My Daddy?
Eps. 23 Kembali Ke Paris



Cyrano mencatat lima nama dia temukan tadi dan menuliskannya pada note yang dia bawa.


“Sean Meyer dari Norwegia, Kita pernah liburan ke sana.” ucapnya sambil mencoret nama tersebut karena beberapa waktu yang lalu mereka menghabiskan waktu liburan di negara itu.


“Sean Coromo dari Nepal, tidak mungkin daddy orang dari sana. Kulit kita tidak hitam.”


“Jika daddy kita berasal dari sana tidak mungkin aku lahir secantik ini.”sahut Cyrille tertawa terbahak-bahak sambil membanggakan kecantikan dirinya.


“Dasar narsis kau.”


“Sean Brown dari Maroko, tempat itu tidak menarik.” Cyrano kembali mencoret nama tersebut sambil menggelengkan kepalanya.


“Sean Potter dari Alabama, bosan liburan ke sana.” Cyrano mencoret lagi nama tersebut karena sudah sering kali liburan ke tempat itu.


“Sean Aldric dari Perancis.” Cyrano terlihat diam dan berpikir membaca nama tersebut.


“Perancis ? Kita sama sekali belum pernah liburan ke sana. Papy dan mommy tidak pernah mengajak kita pergi ke tempat itu. Sebaiknya kita coba saja mencari di sana.”ucap Cyrille sambil berjingkrak kegirangan.


Cyrano diam berpikir dan mengabaikan saudari kembarnya itu. Dia merasa ada yang aneh. semua tempat sudah pernah mereka kunjungi tapi untuk negara satu ini dia belum pernah ke sana.


“Apa mungkin mommy menyembunyikan sesuatu di sana dan menutupinya dari kami ?”batinnya tiba-tiba terlintas dalam pikirannya.


“Cyrille... mungkin saja kita bisa menemukan petunjuk di sana. Karena aku yakin pasti ada sesuatu yang disembunyikan di sana dari kita.”ucap Cyrano sambil menutup notenya dan memasukkan ke laci sebelum Alexa datang dan melihatnya.


“Jadi maksudmu daddy kita orang keturunan Perancis ?”balas Cyrille tak percaya.


“Aku adik yakin juga itu hanya kemungkinan saja. Tapi pada salahnya kita mencoba ke sana karena kita juga belum pernah liburan ke sana.”


Cyrano segera segera mematikan laptopnya, dan sebelumnya dia menghapus semua riwayat daftar pencariannya agar tidak ada yang melacak dan curiga nanti. Mereka pun mengakhiri pencarian mereka dan bermain kembali seperti biasanya.


Sore hari Alexa yang keluar dari kamar mandi perjalanan melintasi kamar si kembar.


klak


“Mereka berdua masih tidur rupanya.” Alexa masuk ke kamar setelah membuka pintunya dan melihat dua anaknya sedang tertidur pulas dengan saling mendidih kaki. “Ada-ada saja mereka berdua. Meski sudah tidur masih terlihat tidak akur dan saling berebut.” ia pun menutup kembali pintunya lalu kembali ke kamarnya.


Di lain tempat di Paris, terlihat sebuah pesawat barusan landing di bandara.


“Tuan Sean ayo kita turun dari sini. Semua penumpang sudah turun hanya tinggal kita saja.” Bruno-sang body guard terdiri dari tempat duduknya menghampiri tuannya yang sedang melamun dan tampak kosong pikirannya.


“Oh... cepat sekali sampainya.”


Sean kemudian berdiri dari tempat duduknya dan segera berjalan keluar dari pesawat.


Turun dari pesawat pria itu tidak langsung masuk ke mobil yang menjemputnya.


“Tuan kenapa berhenti di sini ?”Justin ikut berhenti di sebuah tempat saat tuannya berhenti.


“Aku ingin duduk sebentar saja di sini. Kau tunggulah, atau jika kau ingin membeli sesuatu pergilah.” balas Sean sambil duduk sebuah deretan kursi panjang di ruang tunggu.


BERSAMBUNG...