
Justin tak ingin pergi membeli apapun atau mencari sesuatu namun ia meninggalkan sebentar tuannya karena tahu pria itu sedang ingin sendirian.
“Kasihan tuan Sean, hatinya hancur hingga dia tak punya semangat untuk menghadapi hidup.” berjalan pelan di tengah keramaian kemudian menghilang.
“Aku yakin pasti kau pergi dengan Austin. Aku hanya perlu menemukan dia saja maka aku akan menemukan mu.” Sean menatap kosong ke luasnya cakrawala sambil menghela nafas berat. Ia pun memandangi gumpalan awan di langit yang menurutnya membentuk wajah Alexa.
Tiga puluh menit kemudian, Justin keluar dari keramaian dimana sebelumnya dia tidak pergi jauh dari tempat Sean berada, namun hanya tak terlihat saja di tengah banyaknya ke rumah orang yang berlalu lalang.
“Mungkin sekarang tuan sudah tenang.” Justin berjalan pelan untuk mengulur waktu dan tiba di depan Sean 5 menit kemudian.
“Justin... ayo kita kembali sekarang.” Sean berdiri kemudian membalik badan dan melihat bodyguard-nya datang.
“Baik tuan.”
Mereka berdua kemudian berjalan menuju ke mobil yang sudah menunggu mereka dari tadi.
“broom” mobil melaju menuju ke rumah Sean. Sepuluh menit kemudian mereka tiba di rumah.
“Tuan biar ku temani.” seorang pelayan datang menghampiri Sean dan membantunya berjalan.
“Tidak perlu. Kembalilah. Aku bisa sendiri.” Sean menolak dan terus berjalan masuk ke rumah menuju ke kamarnya.
Di dalam kamar dia melonggarkan dasinya, lalu menariknya dengan kasar dan melemparnya ke sembarang arah.
“bugh”
Sean membanting tubuhnya keras ke tempat tidur sebagai pelampiasan kekesalannya dan kekecewaannya. Dia pun memilih untuk beristirahat sejenak setelah perjalanan panjang yang cukup melelahkan dan menyakitkan.
“Dengar kalian semua sudah lama aku tidak meminta bantuan kepada kalian sejak aku koma. kini setelah aku boleh tugas kalian kembali seperti semula. Tugas pertama yang harus kalian lakukan adalah mencari keberadaan Austin Bertrand di manapun dia berada baik di negeri ini atau mungkin di negeri lain.” ucap Sean menjelaskan panjang kali lebar.
“Baik tuan.”
“Aku tunggu sampai nanti siang dan kirimkan laporannya padaku secepatnya.” Sean menambahkan perintahnya dengan memperjelas batas waktunya. “Baik tuan.” semua bodyguard yang ada di ruangan itu kemudian segera keluar dari sana.
“klik” para body guard Sean yang juga mempunyai keahlian sebagai hacker profesional masuk ke ruang khusus dan membentuk tim kemudian membagi tugas agar pekerjaan itu cepat selesai. mereka memasukkan sebuah formula untuk mencari target.
Di kamar Sean tak bisa tidur meskipun dia merasa ngantuk. Dia terus gelisah dan berkali-kali menatap jam yang melingkar di tangannya untuk melihat waktu.
Siang hari kemudian para utusan Sean itu datang menghadap untuk memberikan laporan.
“Tuan kami sudah mencari keberadaan Austin Bertrand di negara ini namun kami tak menemukan tanda-tanda keberadaannya di sini.”
“Lalu di mana dia ?”jawab Sean sabar ingin mengetahui laporan mereka.
“Tuan dari pelacakan yang kami lakukan ada kemungkinan lelaki itu pergi ke luar negeri. Namun maaf kami belum bisa melacak di mana pastinya keberadaannya” salah satu body guard maju dan menyerahkan hasil cetak pencarian mereka pada tuannya.
“Jika begitu kalian cari sampai ketemu di mana tepatnya lelaki itu berada saat ini ?” Sean kembali memberikan perintah pada utusannya.
“Baik tuan.” para body guard yang ada di sana kemudian keluar dari ruangan khusus dan mulai menyebar melakukan pencarian Austin.
BERSAMBUNG...