Where's My Daddy?

Where's My Daddy?
Eps. 50 Tiba Di Paris



Austin berhenti sebentar sebelum berangkat ke kantor menghampiri kedua cucunya yang duduk di bawah anak tangga menunggu driver datang.


“Cyrano.... Cyrille kalian berdua bilang ingin melihat tempat kelahiran pappy sebelumnya, maka selama di sana kalian akan tinggal di rumah pappy.” Austin menjelaskan sambil melirik jam yang melingkar di tangannya.


“Yaay.... pasti rumah pappy nyaman sekali nanti di sana, ada di tengah kota dan dekat dengan pusat perbelanjaan atau tempat hiburan.” jawab Cyrille bersorak riang sambil mengangguk.


Sedangkan Austin hanya senyum lebar saja menanggapi perkataan cucu perempuannya.


“Paul ingat pesan ku sebelumnya.” Austin beralih menatap bodyguard-nya yang akan menyewa dua cucunya tersebut.


“Ya, tuan.”


“Alexa ayo kita berangkat sekarang meeting akan dimulai beberapa saat lagi.” Austin beralih menatap Alexa yang barusan turun dari anak tangga.


“Cyrille... Cyrano selama di sana kalian harus menurut pada kata om Paul.” Alexa memberikan nasehat sebelum berangkat bersama ayahnya. “Jangan lupa untuk menelepon mommy nanti setelah tiba di sana.


“Ya, mommy. Kami akan menelepon nanti dan juga kami akan membawakan mommy gift special.” jawab Cyrano menghampiri mommy nya kemudian memeluknya sebentar.


“Mommy berangkat dulu.” Alexa melepas pelukan Cyrano kemudian berangkat bersama Austin menuju ke kantor.


“Tuan muda... nona muda kita berangkat sekarang.” Paul mengajak mereka berdua untuk berangkat karena waktu semakin pendek.


Mobil yang membawa Alexa meluncur lebih dulu keluar dari rumah di ikuti mobil si kembar yang membawa banyak sekali barang bawaan menuju ke airport.


“Kita tiba di airport, tuan muda dan nona muda.” ucap driver sesampainya mereka di sana.


Cyrille dan Cyrano langsung keluar dari mobil dan berlari masuk ke bandara.


“Nona muda, tuan muda tunggu !” teriak Paul masih mengeluarkan barang-barang bawaan si kembar dari mobil. “Feliks tolong bantu aku bawa semua barang ini.” menyerahkan koper dan barang bawaan lainnya pada driver. Ia pun kemudian segera berlari mengejar si kembar.


“Uncle kau lama sekali.” Cyrano sudah menunggunya di area boarding pass. “Ayo uncle.” belum sempat Paul mengatur nafasnya setelah berlari, Cyrille menarik tangannya kembali.


Tak lama kemudian mereka bertiga sudah berada dalam pesawat. Seperti biasa, Cyrille tak bisa diam dan terus bicara. Ia bercerita panjang lebar pada body guard yang mengawal mereka.


Sementara Cyrano terlihat lebih tenang dan duduk diam sambil membaca komik serial detektif favoritnya daripada mendengarkan celoteh saudari kembarnya.


“Perjalanan ke Paris sangatlah pendek. Hanya dua jam 30 menit saja akan tiba.” Cyrano yang menguap merasa mengantuk membatalkan niatnya untuk tidur.


Dua jam berikutnya pesawat tiba di airtport Charles de Gaulle.


Seperti biasa Cyrille terlihat bersemangat sekali turun dari pesawat. Sedangkan Cyrano masih tetap tenang seperti biasanya.


Paul meminta mereka berdua untuk menunggu sebentar.


“Steven kami sudah tiba di airport. Tolong Jemput kami sekarang.” ucap Paul ditelepon menghubungi rekan lainnya yang juga orang bodyguard do runmah tuannya.


“Baiklah aku akan ke sana sekarang.” balas Steven di telepon kemudian segera mematikannya dan berangkat menuju ke airport.


Sepuluh menit kemudian Cyrano dan Cyrille masih ada di airport. “Oncle kenapa kita menunggu di sini tidak di luar saja ?” tanya Cyrano penasaran.


“Menunggu jemputan tuan muda.”


Tak lama setelahnya sebuah helikopter mendarat di sana.


“Paul cepat ajak nona muda dan tuan muda untuk naik.” ucap Steven pada rekannya itu.


Cyrano dan Cerylle bengong melihat helikopter yang menyebut mereka bukanlah mobil seperti yang mereka kira.


“Pappy memang is the best.” Cyrille berlari kemudian melompat masuk ke helikopter sambil menarik saudara kembarnya untuk mengikutinya.


Ya, di sana Austin mempunyai izin untuk take off di bandara manapun yang ada di sana karena power nya.


Helikopter pun kembali take off dari airport menuju ke rumah pappy mereka. Terlihat si kembar tak sabar ingin segera tiba di sana.