Where's My Daddy?

Where's My Daddy?
Eps. 19 Tidak Menemukan Alexa



Sean duduk di kursi dalam pesawat yang sudah dipesankan oleh body guardnya. Dia duduk bersandar di sebuah kursi yang berada di dekat jendela dan tepat berada satu barisan di depan bodyguard-nya duduk.


“whoosh...”sepuluh menit kemudian pesawat dengan jurusan Perancis - Jakarta tinggal landas.


“Sebaiknya aku istirahat sebentar selagi aku bisa istirahat.”Sean memejamkan matanya dengan wajah tersenyum sambil membayangkan berbagai hal yang akan dilakukannya dengan Alexa nanti setelah mereka bertemu.


“Aku harus tetap terjaga disaat seperti ini.”Justin, bodyguard yang mengawal Sean, sekaligus orang kepercayaannya merasa ngantuk dan hampir tertidur. “Paf !” Ia menampar pipinya sendiri dengan keras sehingga membuat mukanya menjadi merah untuk membuatnya tetap tersadar di saat yang lainnya sudah tertidur pulas.


Dari arah belakang berjalan seorang pramugari dengan membawa beberapa minuman. “Tuan, apakah anda perlu kopi untuk menahan rasa kantuk ?”ucapnya menawarkan kopi.


“Ya dua cup, nona.”


Justin mengambil dua cup kopi dan segera menenggaknya sampai habis. Ajaib matanya yang terasa berat kini terasa ringan dan terbuka lebar seolah rasa kantuknya hilang dalam sekejap.


Sesekali setiap sepuluh menit lelaki itu menutup buku yang dipegangnya saat ini dan menatap kursi di depannya di mana tuannya berada karena khawatir sesuatu terjadi pada tuannya itu, mengingat beberapa pekan yang lalu terjadi pembajakan di pesawat yang sama mereka tumpangi saat ini.


Tiga belas jam berlalu dan pesawat akhirnya mendarat di bandara Jakarta.


“Tuan jangan cepat-cepat jalannya.” Justin berjalan cepat mengejar Sean yang berjarak 3 meter di depannya dan terlihat bersemangat.


“Tumben jalan mu pelan hari ini.”jawab Sean menoleh ke belakang namun dia tidak marah dan malah tersenyum lebar.


“klak...”Sean dan Justin masuk ke taksi dan duduk di belakang.


“Tolong antar ke kami ke alamat bla-bla-bla, dan tolong lebih cepat lagi.”ucap Sean pada driver tak sabar ingin segera bertemu dengan pujaan hatinya.


Beberapa saat kemudian taksi berhenti di depan rumah Alexa. Sean turun dengan cepat dari taksi dan berlari menuju ke rumah yang ada di depannya.


“Tuan... baru kali ini aku melihatmu seantusias ini.”batin Justin segera turun dari taksi dan berlari mengejar Sean.


“tok... tok...”Sean mengetuk pintu berulang kali namun ia tak mendengar respon apapun jawaban dari dalam rumah.


“Untung saja aku membawa kunci rumah ini.” ia mengeluarkan kunci dari saku bajunya dan segera membuka pintunya.


“Alexa... chérie, je suis de retour.”Sean segera masuk ke rumah dan langsung menuju ke kamar Alexa. Dia terlihat kecewa saat memasuki kamar itu kosong. Tak hanya itu bahkan hampir semua barang yang ada di kamar itu tak ada.


“Alexa jangan bercanda denganku, keluarlah.”ucap Sean keluar dari kamar anak dan mengira istrinya itu ingin mengerjai dirinya saja. Ia kemudian berjalan ke ruangan lainnya dan menyisir seisi rumah itu namun rumah itu kosong tak berpenghuni.


“Tidak mungkin ini pasti tidak mungkin. Alexa... Kau tidak pergi kan ?”ucap Sean terlihat seperti orang bingung dan sangat panik karena tak ada tanda-tanda tempat itu ditinggali. Bahkan mungkin sudah tahunan lamanya.


Terlihat debu di meja tebal 3 milimeter dan sarang laba-laba di berbagai sudut ruangan.