Where's My Daddy?

Where's My Daddy?
Eps. 47 Parcel Untuk Sean



Alexa yang berjalan melewati kamar ayahnya saat akan masuk ke kamarnya secara tak sengaja mendengar pembicaraan mereka.


“Apa benar Ayah memberinya izin untuk berlibur ke Paris ?” Alexa berhenti sebentar dan terus berjalan masuk ke kamarnya. “Jika itu benar maka aku yang akan menemani mereka. Dan aku juga bisa mencari Sean disana.” tersenyum kecil dan tak sabar menanti hari itu tiba.


Ya, selama ini sejak kepindahannya ke Britain, Austin tak pernah mengizinkannya pergi ke Paris apalagi untuk mencari Sean.


Di Visa Group


Setelah menerima bantuan dari Sean, Angel pun mulai ada rasa penasaran pada pria itu.


“Jadi sebenarnya siapa tuan Sean itu ?”


Angel mulai mengetikkan jemarinya pada keyboard melakukan pencarian. Dalam hitungan detik semua informasi mengenai pria itu terlampir di monitor.


“Jadi dia adalah tuan Sean Aldric pewaris Aldric Group yang terkenal itu ?” pekik Angel benar-benar tidak menyangkanya sama sekali mengenal sosok besar seperti Sean.


Ia melanjutkan membaca informasi mengenai Sean sampai selesai.


“Jadi dia masih single dan terkenal dingin pada wanita, tapi ku rasa dia tidak bersikap dingin padaku.” Angel merasa informasi yang di dapatnya itu palsu.


“Tapi usia dia dua tahun di bawah ku.” tiba-tiba saja Angel penasaran dengan usia Sean dan senyumnya seketika layu setelah mengetahui perbedaan usia mereka. Tapi meskipun begitu, dalam hati Angel mulai tertarik pada Sean.


Di rumah Sean di malam hari


“Dimana lagi aku bisa mencarimu Alexa ?” Sean mulai terlihat frustrasi setelah kembali melakukan pencarian dan sama sekali tidak menemukan petunjuk sedikit pun. “Austin kenapa kau ingin memisahkan kami berdua seperti ini ?” karena merasa lelah ia pun mengakhiri pencariannya dan memilih untuk membaringkan tubuhnya di tempat tidur.


Keesokan harinya, Sean berangkat ke kantor seperti biasa dengan pikiran sedikit kacau dan hampir gila karena masalah Alexa.


“Alexa...” pria itu duduk termenung menatap kosong ke arah luar jendela. Entah apa yang ada dipikirannya kali ini, yang jelas ia terlihat sedih.


“Tuan ada kiriman parcel untuk mu.” ucap Judas setelah masuk sambil membawa dua parcel besar untuk tuannya.


“Parcel ?” Sean mengerutkan keningnya, selama ini ia jarang mendapatkan parcel dari seseorang. Jika ada dari perusahaan lain yang memberikan parcel itupun di atas namakan untuk perusahaannya bukan secara pribadi untuk nya.


“Dari siapa ?” tanya nya penasaran.


“Dari nona Angel tuan.”


Sean melihat parcel yang ditaruh sekretarisnya di meja. Parcel itu berupa minuman susu karamel, dan ia bisa tahu jika itu minuman favorit kesukaan Angel setelah beberapa kali melihat gadis itu meminumnya.


“Aku tidak mungkin menghabiskan minuman sebanyak itu sendirian dan itu juga tidak bisa disimpan dalam jangka waktu lama.” Sean menaruh kembali parcel yang di pegangnya ke meja.


“Judas kau ambil kembali semua parcel ini.”


“Apakah di buang tuan ?” tanya sekretaris itu penasaran.


“Jika kau suka maka itu semua untukmu jika tidak suka tapi kan pada yang lain.”


“Baik tuan.” Judas langsung membawa keluar lagi parcel yang di bawanya.


“Jangan lupa sampaikan terima kasihku pada nona Angel juga bilang padanya itu enak.” tambah Sean sebelum melihat sekretarisnya itu menghilang dari pandangannya.


“Baik tuan.” Judas berhenti dan berbalik sebentar sambil tersenyum lebar.


“Lumayan aku akan membagikan beberapa pada yang lainnya.” gumam Judas saat bertemu dengan rekan kerja lainnya.


Sean hanya menarik nafas kasar kenapa Angel tiba-tiba mengirimnya parcel seperti itu.