Where's My Daddy?

Where's My Daddy?
Eps. 33 Keluar Dari Makam



Tak lama kemudian Alexa pergi dari sana dan kembali ke kamarnya. Selang beberapa menit barulah Austin berdiri dari tempat duduknya.


“krak.” Cyrano hanya bisa diam saja saat bola penyadap nya di injak oleh kakeknya.


“Apa ini ?” Austin mengangkat kakinya demi melihat apa yang ia injak. “Ini pasti mainan Cyrano.” tertesenyum kecil setelah mengetahui apa yang diinjaknya pecah.


“Kau sih merebut remot dari tanganku dan menjalankannya sembarangan. Jadinya sekarang hancur diinjak papy.” protes Cyrano sambil merebut kembali remote dari tangan sedari kembarnya setelah kepergian kakeknya.


“Tenang saja, aku akan menggantinya dengan sebuah alat yang lebih bagus dari punyamu nanti.” Cyrille melepuk-lepop baru saudara kembarnya dan sama sekali tidak merasa bersalah padanya.


Tiga hari berlalu dan setiap hari Cyrille serta Cyrano mencuri dengar pembicaraan antara kakek dan ibunya.


“Kenapa mereka berdua tetap tidak menyebut nama belakang daddy ? Apa daddy sejahat itu pada mommy hingga pappy sangat membencinya ?” desah Cyrille pelan tatkala mendengar pappy nya itu kembali memaki daddy nya di depan Alexa langsung.


“Kau bersiaplah nanti malam akan ada tamu ke sini, seorang lelaki yang pernah kubilang padamu beberapa waktu yang lalu.” ucap Austin mengakhiri pembicaraan mereka di ruang makan dan segera berlalu dari sana.


“Oh. Sial ! Kenapa ayah memaksaku berkenalan dengan seorang pria ? Aku sudah berulang kali menolaknya.” omel Alexa sedikit kesal dengan sikap ayahnya yang keras kepala dan memaksanya. Ia pun memilih untuk masuk ke ruangan lain daripada memikirkan itu.


“Apa... ? Nanti akan ada pria yang kesini sebagai pengganti daddy ?” Cyrille melepas headsetnya setelah selesai mendengar percakapan mereka dan terlihat syok.


“Aku tidak mau punya ayah baru.” Cyrano menimpali singkat.


“Apalagi aku ! Aku hanya mau daddy ku.” Cyrille ikut menimpali singkat. “Daddy di mana kau sebenarnya ? Tahu kah kau mommy akan mencarikan daddy baru untuk kami ?”


“Kita harus beraksi malam ini. Kita buat pria itu tidak suka dengan mommy.” Cyrano senyum lebar setelah terlintas banyak ide dalam otaknya begitu saja.


Sementara itu di lain tempat di Paris terlihat seorang wanita berada di sebuah makam. Wanita itu duduk berjongkok lama di depan sebuah batu nisan.


“Ayah... meskipun kau sudah meninggal tapi aku tetap merasakan kau masih ada di dunia ini. Dan mengenai perjodohan sebagai kompensasi donor mata... aku akan menerima itu jika aku memang menyukai pria tersebut. Tapi jika tidak, aku mohon ayah memaafkan aku.” ucap wanita yang tak lain adalah Angel.


Wanita itu sudah lama single karena baginya standard seorang suami baginya sangatlah tinggi dan hampir mustahil ada pria seperti kriterianya.


“Ayah tak perlu khawatir aku tak akan sendiri di dunia ini jika tak mempunyai suami. Aku bisa mengadopsi satu atau dua anak dari panti asuhan untuk menemani hidupku.” gumamnya lagi. Mungkin Angel pantasnya jadi suster gereja saja atau sejenisnya.


“Ayah besok aku akan ke sini lagi.” Angel berdiri setelah menaruh buket mawar di bawah batu nisan ayahnya.


Angel masuk ke mobilnya dan mengendarainya dengan di jalanan. Ia kemudian memutuskan untuk berhenti sejenak di sebuah cafe yang ada di jalanan yang ia lewati.


Angel masuk dan duduk menunggu pesanan setelah memesan minuman hangat untuknya.


“Itu... itu kan tuan Sean Aldric, penerima donor mata ayahku.” Angel tak sengaja melihat pria itu berada di cafe yang sama dengan dirinya dan duduk sendiri.


“Tuan Sean... kebetulan sekali kita bertemu di sini.” sapa Angel setelah memutuskan untuk pindah dari tempat duduknya dan memilih duduk di kursi kosong yang ada di tempat Sean.


“Oh...” Sean mencoba mengingat siapa wanita yang menyapanya barusan. “Ya, nona.” jawabnya setelah ingat jika wanita itu adalah wanita yang pernah ia temui di rumah sakit yang sama saat dirinya melakukan operasi cangkok mata.


“Boleh aku duduk di sini ?” tanya Angel menyentuh dudukan kursi.


Sean hanya mengangguk dan biarkan wanita itu duduk di sana.