
Sean duduk di samping Alexa setelah mereka selesai bercinta dan mengenakan bajunya kembali, di ikuti Alexa yang juga segera mengenakan baju kahawatir jika si kembar masuk dan melihat mereka.
“klak.” benar saja pintu terbuka Panti saat mereka berdua selesai mengenakan pakaian mereka dengan Alexa yang memeluk Sean.
“Mommy.... apa kalian sudah selesai bicara ?” tanya Cyrille ketika masuk namun dengan cepat Cyrano menutup kedua mata saudari kembarnya itu. “Apa yang kau lakukan ?” protes Cyrille.
“Ssts...ini adegan dewasa dan kau belum cukup umur untuk melihatnya.” Cyrano tak ingin Cyrille melihat daddy mencium bibir mommy mereka.
“Sean, ada anak-anak. Lepaskan.” Alexa mendorong tubuh Sean dan terpaksa pria itu melepaskan tautan bibir mereka meskipun masih ingin lama merasakan bibir Alexa.
“Sayang kemari.” panggil Alexa melambaikan tangan pada si kembar.
“Auwh !” karena kesal Cyrille menginjak kaki Cyrano setelah saudara kembarnya itu menarik tangan yang menutup matanya.
Gadis kecil itu tersenyum melihat mommy nya yang tampak berseri-seri bersama daddy nya. “Sebenarnya apa yang dilakukan oleh daddy bisa membuat amarah mommy hilang dalam sekejap ?” batinnya ingin menanyakan hal tersebut bermaksud ingin menirunya jika mommy marah pada dirinya.
“Daddy apa yang--” kalimatnya terpotong oleh suara pintu yang terbuka.
“Pappy... !” panggil Cyrano saat melihat pappy-nya yang datang.
Austin masuk dan menghentikan langkahnya saat melihat Sean yang duduk di samping Alexa juga memegang tangan putrinya itu.
“Alexa bagaimana keadaan mu ?” tanya Austin tak mau mendekat lagi karena ada Sean di sana. Entah kenapa ia masih kesal saja pada pria tersebut setelah apa yang barusan menimpa putrinya.
“Aku baik-baik saja ayah.”
“Maafkan aku tak sengaja menembak dan tak bermaksud menembak mu, putri ku.” ucapnya dengan penuh penyesalan.
Austin menarik nafas panjang saat melihat Alexa membiarkan saja Sean menggenggam tangannya.
“Sean ada yang ingin ku bicarakan denganmu. Kita bicara di luar saja.” Austin beralih menantap Sean.
“Tidak ayah, kalian bicara di sini saja.” sela Alexa karena ia tak ingin ayahnya melakukan suatu hal yang tak diinginkannya pada Sean, pria yang sudah ia nantikan kehadirannya itu.
“Cyrano, Cyrille kalian keluar sebentar kami ingin bicara dulu.” Sean berani menatap si kembar, tak ingin buah hatinya itu mendengar perkataan kasar dari pappy-nya.
“Kenapa orang dewasa selalu minta waktu untuk bicara dan menyuruh kita pergi ?” protes Cyrille tak terima lagi-lagi diusir untuk yang kedua kalinya oleh daddy-nya.
Sean tersenyum melihat imutnya Cyrille, “Sayang... nanti daddy akan mengajakmu bersama Cyrano kemanapun kalian ingin pergi.” bujuk Sean yang membuat Cyrille melangkahkan kakinya dengan cepat keluar dari sana Bahkan ia sampai menarik Cyrano yang lambat berjalan.
Setelah pintu tertutup barulah Austin memulai percakapan mereka.
“Sean sebaiknya kau segera pergi dari sini dan jangan temui Alexa maupun si kembar lagi. Hubungan kalian sudah berakhir lima tahun yang lalu dan sekarang Alexa sudah mempunyai kehidupan baru. Sebentar lagi ia akan bertunangan dengan Kevin. Jadi jangan membuatnya kembali bersedih.” ucap Austin panjang lebar.
“Ayah... aku tidak mau bertunagan dengan Kevin.” tolak Alexa tegas tanpa berpikir lagi.
“Bukankah kau sebelumnya menyetujui acara pertunangan yang akan berlangsung dua minggu ke depan ?” Austin mengingatkan setelah beberapa waktu yang lalu Alexa menyetujui hal itu.
“Tidak bisa ! Alexa masih istri syah ku. Tak ada yang akan bertunangan dengan Alexa. Dia wanita ku !” protes Sean tegas sampai ia turun dari tempat tidur kemudian menghampiri Austin.
Keduanya terlihat tegang dan marah.