Where's My Daddy?

Where's My Daddy?
Eps. 108 Bertemu Bryan



Cyrille menatap pria asing di depannya dan mengamatinya.


“Siapa dia ?” batinnya tetap tak mengenali sosok di depannya itu yang masih tersenyum lebar di depannya.


“Kalian berdua anak Alexa yang cukup imut.” pria itu beralih menatap Cyrano.


“Siapa kau ?” tanya Cyrano langsung.


“Aku ?” pria itu kemudian berdiri sembari tertawa. “Kalian tahu seharusnya aku yang tinggal di rumah daddy, bukan ibu kalian.”


Cyrano dan Cyrille saling menatap mendengar ucapan pria tersebut dan penasaran. “Bagaimana dia bisa mengenal mommy juga pappy ?” batin mereka berdua.


“Kenapa ?” tanya Cyrille balas bertanya.


“Kenapa ?” pria tersebut kembali tertawa mendengar pertanyaan dari seorang anak kecil. “Wanita itu hanyalah anak haram yang datang di waktu yang tepat untuk menggantikan posisiku, tepatnya menggeser posisiku dan membuat daddy membuang diriku.” jelasnya panjang lebar entah dua anak itu mengerti pada penjelasan atau tidak.


“Jadi pria ini... adalah saudara tiri mommy ?” Cyrano menarik kesimpulan sendiri dari penjelasan pria tersebut namun masih diam saja mendengarnya.


“Kira-kira apa yang harus ku lakukan pada anak si ****** yang telah merebut semuanya dariku ?” kembali menatap si kembar bergantian yang tidak terlihat takut padanya.


“Bebaskan kami Oncle entah siapa namamu, kami tak ada urusannya dengan mu.” jawab Cyrille tegas tanpa rasa takut yang memancing emosi pria tersebut.


“Kalian ingin bebas ?” pria itu kembali berjongkok di depan Cyrille sembari menekan rahang gadis kecil itu lagi.” Bermimpi saja kalian !” Lalu melepasnya dengan kasar sembari berdiri kembali.


“Kenapa tidak bicara baik-baik saja dengan pappy Austin ?” Cyrano menyela pembicaraan mereka.


“Bicara lewat kalian sudah cukup dan sama saja. Daddy pasti akan merasa sakit jika aku melukai kalian berdua. Mungkin dia akan memohon padaku.”


“Baiklah kalian akan kelaparan sampai mati disini. Itu sudah cukup bagiku untuk membuat daddy sedih.” pria tersebut kemudian keluar dari gudang tua itu saat mendengar suara mobil datang ke sana yang ternyata ada bawahannya yang diutusnya untuk menjaga tempat itu.


Di lain tempat utusan Austin sudah sampai di rumah Kevin namun ternyata rumah itu terkunci rapat. Bahkan pelayan di rumah itu tak kunjung keluar saat mereka membunyikan bel.


“Bagaimana ini ?” ucap seorang pria menatap rekannya karena tak menemukan Kevin.


“Kita cari di sekitar sini mungkin saja dia keluar dari rumah dan belum jauh.”


Para bodyguard Austin itu segera kembali ke mobil. Mereka berpencar untuk melakukan pencarian.


“Bagaimana, apa kalian menemukan jejak tuan Kevin ?” tanya seorang pria menyalip dua mobil yang merupakan mobil satu tim dengannya.


“Kami tidak menemukan jejaknya. Jadi sebaiknya kita segera kembali dan laporkan hal ini pada tuan Austin.” jawab pria lain dan segera saja rombongan 3 mobil itu meluncur dengan cepat kembali ke rumah.


“Bagaimana, apa kalian berhasil menemukan Kevin ?” tanya Austin begitu melihat kedatangan mereka dan segera menghampiri para bodyguard-nya itu.


“Tuan maaf, kami tidak menemukan keberadaan tuan Kevin. Rumahnya kosong.” salah satu pria mewakili yang lain yang menjelaskan hasil penyelidikan mereka.


“Apa ?”kali ini Austin baru mempercayai perkataan Alexa jika Kevin sebagai tersangka utama melakukan penculikan cucunya.


Austin semakin gusar maka ia pun sampai menelepon ayahnya Kevin.


“Sial, dia juga tidak aktif nomor teleponnya.” ia semakin gusar dan yakin temannya itu mengetahui aksi Kevin.


Austin kemudian masuk ke rumah sambil memegang kepalanya yang terasa berat berpikir mencari cara cepat untuk menemukan cucunya.