Where's My Daddy?

Where's My Daddy?
Eps. 78 Naif Sekali



Tak lama setelahnya, Sean ikut tertidur di samping Alexa dan memeluknya dengan erat. Sungguh baru kali ini ia merasa bisa tidur dengan tenang dan pulas.


“Oh, aku ketiduran.” 60 menit kemudian Alexa membuka matanya. Ia masih merasakan hangat dari tubuh Sean. Ia menatap intens pria tersebut. “Seandainya saja saat itu aku tak mengizinkanmu kembali ke Paris mungkin kita masih bersama seperti dulu.”


Alexa diam-diam menyesali masa lalunya dan jika saja ia bisa mengubahnya pasti si kembar akan bertemu dengan ayahnya.


“Je t'aime...” Alexa kemudian menyentuh lembut pipi Sean sembari mencium bibirnya sambil menitikkan air mata. “Aku tak bisa di sini aku harus pergi.”


Alexa mencium bibir Sean untuk terakhir kalinya kemudian setelah memakai bajunya setelah menyelimuti tubuh Sean.


“Ini dimana ?” Alexa yang tidak mengetahui keberadaannya saat ini menuju ke sisi jendela lalu menatap keluar. “Astaga itu kan rumah ayah.” pekiknya terkejut melihat rumahnya sendiri berada tak jauh dari tempatnya berada saat ini.


Alexa berpikir keras tempat terdekat dan yang memungkinkan berada dekat rumahnya. “Ini pasto hotel Lion Star.”


Alexa menatap ke sekeliling, melihat desain interior yang dia hafal karena beberapa waktu lalu ia sering ke hotel tersebut untuk acara kantor.


“Jadi dia mata-matai ku dari sini.” kini terjawab sudah semua rasa penasaran Alexa.


Alexa melihat jam yang tergantung di dinding yang menunjukkan waktu hampir sore dan ia pun harus bergegas keluar dari sana sebelum ada yang mengetahui jika dirinya hilang.


“kring.” Alexa melihat ponsel Sean berdering lalu mengambilnya.


“Angel ?!” Alexa seketika tersenyum kecut melihat nama seorang wanita yang melakukan panggilan. “Sungguh naif sekali kau bilang masih mencintaiku tapi kau sendiri berhubungan dengan wanita lain ?”


Alexa menaruh kembali ponsel Sean ke meja. Rasa cinta yang ada untuk pria itu kini tiba-tiba hilang seketika karena itu.


“Kau kembali seperti dulu Sean, seperti saat kita belum menikah.” Alexa kembali menitikkan air mata pahit sambil memejamkan mata. “Lebih baik kita tak pernah bertemu lagi selamanya.”


“Taksi !” panggilnya tentang sebuah taksi melintas di jalanan.


Ya, taksi itu kemudian mengantar Alexa menuju ke restoran tempat ia terakhir kali makan untuk mengambil mobilnya.


“Aku harus pulang sekarang.” Alexa sudah duduk di mobilnya. Ia mengeluarkan ponsel dan menghubungi seseorang.


“Carol... aku ada urusan di luar tolong kunci ruangan ku.” ucap Alexa berada dalam sebuah sambungan telepon.


“Baik, nona.” sekretaris Alexa itu yang kebetulan berada di ruangan Alexa dan menaruh dokumen sekalian mengunci ruangan tersebut.


Alexa memacu mobilnya menuju ke rumah. Bau sean masih menempel di seluruh tubuhnya yang membuatnya kembali teringat pada pria itu.


“Sean... kau benar-benar kejam padaku.” ia kembali menitikkan air mata. Hatinya terasa sesak apa yang ia harapkan setelah bertemu dengannya tak seperti yang ia harapkan dan malah lebih menyakitkan.


“Mommy... !” panggil Cyrano dan Cyrille berada di teras rumah saat melihat mobil mommy datang.


“Mommy menangis ?” tanya Cyrano melihat mata mommy nya yang basah setelah turun dari mobil.


“Argh...tidak...” Alexa mengusap sisa air matanya. “Mommy hanya kelilipan saja karena angin di luar merambat cukup kencang.” ucapnya bohong sambil tersenyum.


“Apa oncle Kevin yang membuat menangis ?” tanya Cyrille menduga.


Alexa kembali menggelengkan kepalanya sembari tersenyum kecil. “Bukan sayang. Oncle Kevin tidak seperti itu orangnya.”


Ia kemudian berlalu masuk ke rumah sambil menoleh ke samping kiri menatap ke arah hotel Lion Star yang terlihat dari rumahnya.