
Alexa membelalakkan mata melihat kekacauan yang ada saat ini. Dalam sekejap mereka semua sudah belepotan saus.
“Cyrano... Cyrille kalian pergi bersihkan diri kalian sekarang.” ucap Alexa menatap tajam ke arah mereka berdua sambil mengambil tisu membersihkan noda saus di hidung nya.
Cyrano dan Cerylle pun beranjak dari tempat duduknya sambil tertunduk di depan Alexa.
“Bersihkan diri kalian sekarang.” Alexa mengulangi perintahnya. “cepat.”
Cyrano dan Cerylle pun berani berbuat apapun sebelum wanita itu lebih marah lagi padanya. Tanpa menjawab mereka pun segera keluar dari ruang makan dan masuk ke toilet.
“Ah... maafkan putra dan putri ku. Mereka selalu saja seperti itu.” Alexa beralih menatap Kevin yang terlihat belepotan saus di mana-mana dan merasa bersalah padanya. “Tak apa, mereka hanya anak kecil.” jawab Kevin singkat dengan terseyum kecil.
Ia pun mengambil tisu yang ada di meja saat melihat ada saus di muka Kevin. “Permisi...” Alexa membersihkan saus di pipi kiri Kevin.
“Oh terimakasih.” Kevin kembali tersenyum kecil karena dibalik kekacauan itu ternyata ia malah bisa mendapatkan perhatian dari Alexa.
Tak sama setelahnya Austin dan Fredy kembali ke meja makan.
“Bagaimana makan malam kalian ?” tanya Austin begitu kembali. “Baik.” jawab Kevin menanggapi singkat.
Namun Austin bisa melihat jika meja berantakan dan terlihat saus tersebar di meja makan. “Benar-benar... ini pasti ulah mereka berdua. Rupanya mereka bisa keluar juga meski aku mengunci nya.”
Sementara Fredy hanya bisa ternganga saja melihat meja yang berantakan sambil menelan salivanya.
“Kevin sudah saatnya kita pulang.” Fredy seraya berpamitan pada Austin dan Alexa.
“Ya ayah.” Kevin berdiri kemudian menghampiri ayahnya. Sebelum mereka pulang pria itu berbicara sebentar dengan Alexa. “Kapan kau ada waktu luang lagi ?” tanya nya pelan.
“Baiklah, see you.” ucap Kevin kemudian segera menyusul ayahnya sudah berada di luar rumah.
Melihat meja makan yang berantakan Austin pun meminta pelayannya untuk membersihkannya segera meski ia tahu sudah bukan jam kerja pelayannya di jam seperti ini.
“Semuanya sudah bersih tuan.” ucap pelayan rumah setelah selesai membersihkan meja makan yang kotor sekali dan Austin hanya mengangguk saja.
Alexa kemudian naik ke lantai atas dan masuk ke kamar si kembar.
“Cyrano... Cyrille bangun. Mommy tahu kalian hanya pura-pura tidur.” langsung saja Alexa marah meski melihat kedua buah hatinya memejamkan mata.
“Jika kalian tidak bangun juga maka tiga hari lagi kalian tidak boleh liburan ke Paris, mommy akan bilang pada Pappy kalian.” ancamnya dan seketika si kembar pun bangun.
“Kalian ini seperti tidak pernah diajari sopan santun. Kenapa kalian membuat keributan di saat ada tamu ?” Alexa menatap kedua buah hatinya dengan marah.
“Itu... aku tidak bermaksud melakukannya, mommy. Cyrille duluan yang melakukannya.” Cyrano membantah dan malah menuduh saudari kembarnya yang mengakibatkan Cyrille marah dan menggebuk saudara kembarnya itu dengan bantal.
“Cyrille... Cyrano... kalian berdua ikut pappy sekarang !” tiba-tiba Austin muncul di belakang Alexa dan menyeret dua anak itu.
“Sekarang kalian akan menerima hukuman kalian.” Austin membawa si kembar masuk ke sebuah ruangan dan menguncinya.
Ya, Austin mengunci mereka di sebuah gudang tua tak terpakai dan gelap.
“Cyrano kau terlalu terburu-buru jadinya seperti ini. Semua ini salah mu.” Cyrille menyalahkan semuanya pada Cyrano.
“Tapi setidaknya rencana kita sudah berhasil membuat dinner kali ini berantakan. Dan aku yakin om Kevin tak akan menyukai mommy.” balas Cyrano dengan enteng dan mencari sesuatu yang bisa ia jadikan sebagai alas untuk tidur.