Where's My Daddy?

Where's My Daddy?
Eps. 54 List Destinasi



Dua jam berada di depan laptop membuat mereka berdua mengantongi cukup banyak informasi mengenai pria yang mereka anggap sebagai daddy mereka.


“Tapi kenapa informasi mengenai pria ini tidak pernah muncul saat aku mencarinya di Britain ?” Cyrano menceritakan keanehan itu pada saudari kembarnya.


“Sepertinya memang pappy menutup akses informasinya dari kita. Ia dengan sengaja menutupinya entah apa alasannya.”


Cyrano kemudian berpikir bagaimana cara untuk menemui pria tersebut sedangkan mereka berada jauh dari pusat kota.


“Jika kita bisa berada di salah satu perusahaan Aldric kita akan mempunyai peluang besar untuk bertemu dengannya.”


Cyrille juga ikut berpikir bagaimana cara untuk menemuinya. “Lokasinya berada tak jauh dari menara eiffel bukan ?” mengingat kembali informasi letak perusahaan Aldric.


Cyrille kemudian berpikir mencari ide. “Serahkan itu pada ku.”


Ia mengambil ponsel lalu segera menghubungi pappy nya. “Halo pappy...” suara merdu dan manis Cyrille ketika terdengar setelah telepon tersambung.


“Pappy aku bosan berada di sini hanya ada hutan saja yang mengelilingi rumah ini. Lalu apakah ini yang disebut liburan ?” protesnya dengan tegas pada pappy nya.


“Pappy sudah bilang pada kalian sebelumnya sebaiknya jangan liburan di sana tapi tempat lain, kalian lah yang memaksa.” ucapnya sambil menahan senyum.


“Pappy ini benar-benar tidak lucu. Jika seperti ini lebih baik liburan di kebun binatang di Britain saja.”


“pfft....” Austin sampai tak bisa menahan ketawanya lagi.


“Pappy kami ingin ke pusat kota bermain di Disneyland Paris, juga ke menara Eiffel terutama di


Le Jules Verne dan tempat lainnya.” rengek Cyrille lagi menyebutkan berbagai tempat wisata yang menarik di sana.


Setelah perdebatan yang cukup panjang akhirnya Austin pun tak bisa tahan dengan rengekan Cyrille. “Ya baiklah kalian boleh pergi ke pusat kota bersama oncle Paul. Tapi tidak semua tempat bisa kalian kunjungi.”


“Terimakasih pappy.” ucap Cyrille pada akhirnya kemudian mematikan sambungan telepon.


“Air mata mu ternyata berguna juga.” cibir Cyrano sambil tersenyum kecil.


“Menangis juga perlu keterampilan coba saja jika kau bisa.” cerocos Cyrille kesal ada saudara kembarnya itu bukannya berterima kasih padanya malah mengucap dirinya.


Tanpa sepengetahuan mereka Austin menelepon Paul yang sedang berjaga di luar dan memberikan daftar tempat yang bisa mereka kunjungi.


“Baik tuan, kami akan menjaga nona dan tuan muda selama berada di tempat umum.” ucap pria yang merupakan kepercayaan Austin tersebut.


Austin kembali ke ruang kerjanya dan tidak mengikuti meeting kali ini karena sudah di handle oleh Alexa.


“Oncle Paul....” panggil Cyrille sambil berlari mencari body guard kepercayaan pappy nya.


“Ya, nona.” jawab Paul dan gadis kecil itu sudah bergelayut manja di kaki pria klimis tampan itu. Siapa yang kuat dengan sikap manja Cyrille.


“Pappy sudah memberikan izin pada kami untuk pergi ke pusat kota. Ayo Uncle temani kami pergi ke sana.”


“Ya nona, sebentar aku cek dulu daftar tempat tujuan yang di sebutkan oleh tuan dulu karena aku belum menghafalnya.” Paul mengeluarkan ponselnya dan melihat daftar tujuan yang dikirim oleh tuannya.


“Apa ?” senyum lebar Cyrille langsung menghilang begitu saja begitu mendengar tempat tujuan mereka ternyata dibatasi.