
Satu jam setelahnya dua pria yang di tugaskan oleh Bryan untuk menunggu Cyrille dan Cyrano kemudian terlihat mengantuk.
“Bagaimana jika kita bergantian jaga dan tidur ?” ucap pria botak tiba-tiba berdiri menghampiri rekannya.
“Jangan bilang padaku jika kau mau istirahat dulu ?” balas rekannya.
“Ya, dan kau yang berjaga kali ini.”
Tanpa menunggu persetujuan dari rekannya terlebih dulu pria botak itu keluar dari gudang tua.
“Hey, dasar kau.” siapa yang setuju dengan usul mu itu ?!” maka ia pun bergegas keluar untuk mengejar rekannya. “Sialan kau !” umpatnya kesal karena pria Batak tadi sudah mengemudikan mobilnya dengan cepat di jalanan.
Terpaksa, mau tak mau pria tadi pun masuk kembali ke gudang dan harus berjaga seorang diri.
“Oh...” 30 menit setelahnya pria itu pun kembali mengantuk bahkan ketiduran namun kembali terjaga.
“Semoga saja kau segera tidur.” gumam Cyrille lirih menatap ke arah pria yang menjaga mereka dan mengawasinya.
zzzz
Sepuluh menit berikutnya pria tadi benar-benar sudah tidur pulas dalam keadaan duduk bersandar di sebuah kursi.
“Cyrano kau lihat itu, dia sudah tidur.” bisik Cyrille sambil menuju ke arah pria yang sedang tertidur. “Aku benar-benar lapar. Ayolah.”
Cyrille menarik tangannya dan segera saja ikatan itu terlepas. Cyrano kemudian ikut berdiri malahan mengajaknya jalan menuju ke jendela di sisi timur.
“Kau lompat dulu. Ingat jangan membuat suara berisik atau dia akan bangun.” Cyrano mengingatkan saudari kembarnya sambil menoleh ke belakang melihat apakah pria yang menjaganya masih tidur atau tidak.
Cyrille melompat duluan dan mendarat dengan mules barulah Cyrano ikut melompat kemudian menutup lagi daun jendela dengan pelan dan hati-hati.
“Kau mau makan apa ?” tanya Cyrano setelah berada di luar gudang dan berjalan sejauh 2 meter ke tepi jalan raya.
“Apa saja, aku lapar.” timpal Cyrille kali ini tak pilih-pilih makanan.
Mereka berdua kemudian menuju ke sebuah rumah makan kecil yang terdapat di seberang jalan 10 meter dari gudang tempat mereka di sekap.
“Ha ?” Cyrille yang lapar tak begitu memperhatikan perkataan Cyrano dan terus mengisi perutnya. “Aku harus makan banyak untuk stok nanti malam karena tak mungkin kita keluar lagi, bukan ?”
Cyrano tak membalas perkataan saudari gambarnya itu. Ia pun sibuk sendiri dengan salah satu alat yang di bawanya.
klik
Cyrano mengirimkan rekaman percakapan Bryan yang tadi direkamnya dengan sebuah alat perekam mini yang selalu ia bawa kemana-mana. “Beres, selesai.” ia pun memasukkan kembali alat canggihnya dan meneruskan makannya.
Dari hotel tempat Sean menginap, pria itu segera bergerak cepat menuju ke lokasi tempat si kembar di sekap setelah mendapatkan kabar pasti dari salah satu informannya dan segera bergerak setelahnya, tentu saja Alexa ikut dengannya.
“Apa kau yakin di sini tempat nya ?” tanya Alexa pada Sean saat mobil yang di naikinya berhenti di seberang jalan di depan sebuah gudang tua dengan dua mobil lainnya khusus dikendarai oleh bodyguard Sean.
“Menurut informasi dari utusan ku begitu.” Sean yakin dengan alamat yang di tujunya. “Ayo keluar.”
Sean dan Alexa turun dari mobil. Tepat di saat mereka berdua akan melangkahkan kakinya untuk menyeberang jalan ada suara yang memanggil mereka.
“Daddy... Mommy !” teriak Cyrille yang saat itu baru selesai makan dan keluar dari rumah makan tersebut melihat kedatangan orang tuanya.
“Cyrille, Cyrano ?!” Sean berbalik ke samping kiri dan betapa terkejutnya sekali dia melihat buah hatinya berlari ke arahnya. “Kalian di culik tapi kenapa bisa ada di luar dan bebas seperti ini ?” tanyanya tak percaya dengan apa yang dilihatnya.
“Sebenarnya aku hanya menuruti permintaan Cyrille saja yang kelaparan dan sekarang akan kembali ke tempat kami di sekap.” Cyrano menjelaskan yang lagi-lagi membuat daddy nya takjub pada mereka berdua.
“Syukurlah kalian selamat, jika begitu ayo cepat kita pulang sekarang.” Alexa memeluk Cyrano dan Cyrille bergantian sembari tersenyum lebar.
“Daddy, mommy... aku tak ingin pulang dulu sebelum pappy kemari.” tolak Cyrano.
“Apa maksud mu ?” tanya Alexa dan Sean bersamaan.
Cyrano kemudian menjelaskan maksud dan rencananya pada mereka berdua.
“Baiklah kalian berdua kembali sekarang.” ucap Sean menyetujui rencana putranya.
Segera saja si kembar kembali ke gudang tua tempat mereka disekap. Sedangkan Sean dan Alexa kembali masuk ke mobil dan tak lama setelahnya mobil mereka meluncur di jalanan di sekitar gudang tua tadi dan berhenti di suatu tempat yang aman.