Where's My Daddy?

Where's My Daddy?
Eps. 100 Obat Tidur



Di saat Alexa akan beranjak dari tempatnya menuju ke ruangan lain untuk memeriksa si kembar, Austin masuk. Kebetulan sekali ya memang mau pergi ke ruangan pria itu.


“Ayah, jadi si kembar jika tak bersama ayah ?” tanya Alexa saat melihat pria itu datang seorang diri.


“Apa maksud mu ?” Austin Urutkan kenik melihat mimik putrinya yang panik. “Mungkin saja mereka ada di halaman belakang sudah bermain seperti biasanya tak usah tegang begitu.”


“Tidak ayah. Driver tidak membawanya pulang, ku kira mereka bersama ayah.” Alexa menjelaskan singkat. “Aku khawatir mereka...” tak berani meneruskan ucapannya namun terlihat semakin cemas.


Austin yang awalnya slow menjadi seperti kebakaran jenggot mendengar kabar hilangnya cucunya.


“Kalian semua kemari !” Austin berbalik dan memanggil semua body guard yang ada di depan yang langsung masuk menghadapnya.


“Kalian menyebar sekarang juga dan cari tuan muda juga nona muda.” perintahnya pada beberapa pria berbaju serba hitam yang langsung keluar dari rumah dan bergerak dengan cepat.


“Kemana sebenarnya mereka ? Aku harap Cyrano dan Cyrille hanya main ke suatu tempat.” gumam Alexa.


Austin masih diam juga berpikir dari segala kemungkinan yang ada. Menurutnya ini ada kaitannya dengan Sean.


“Aku yakin pasti Sean membawa mereka.” Austin menuduh bukan tanpa alasan. Karena Sean orang kali mencoba mengambil si kembar darinya jadi wajar jika ia menuduhnya.


“Tidak ayah. Sean, tidak mungkin melakukannya. Tadi aku mengantarnya sampai masuk ke pesawat.” bantahnya membela Sean karena pria itu nggak mungkin melakukan hal seperti itu tanpa persetujuannya.


“Bisa saja dia menyuruh body gurd-nya yang ada di sini dan membawa si kembar ke Paris bukan ?”


Alexa tak ingin mempercayai hal itu namun ia pun mencoba mengeluarkan ponselnya lalu menelpon Sean.


“tuut... tuut...”


Austin hanya mengangkat bahunya ke atas mendengar bunyi telepon yang tidak tersambung itu kemudian pergi berlalu.


Sementara di lain tempat si kembar tengah berada di mobil bersama Kevin. Pria itu menjemput mereka berdua di sekolah sebelum driver yang biasa menjemput mereka datang.


“Oncle akan mengajak kalian berdua jalan-jalan.”


“Tapi oncle sepertinya ini jauh sekali dari rumah dan aku ingin pulang saja sebelum mommy marah padaku.” tolak Cyrano sembari menatap perjalanan dari balik kaca mobil.


“Jangan khawatir pada mommy mu, nanti oncle akan mengabarinya dan pasti dia menyetujui kalian keluar bersamaku.” Kevin tersenyum menyeringai tipis dari balik kacamata hitamnya.


“Oncle sebenarnya kita mau ke mana kenapa belum berhenti juga ?” tanya Cyrille karena sudah merasa lelah berada lama di mobil.


“Sebentar lagi kita sampai.”


Lima menit sebelumnya mobil berhenti di sebuah restoran dan mereka bertiga segera turun dari mobil.


“Kalian berdua tunggu di sini oncle akan pesankan makanan untuk kalian.” Kevin Orangnya pergi membawa daftar menu dan menyerahkannya pada pramusaji restoran meninggalkan si kembar berdua saja.


“Cyrille kau merasa aneh-aneh dengan oncle tidak ?” ucap lirih Cyrano dan Cyrille yang lapar menggeleng menanggapinya.


“Dengar bagaimana jika kita telepon orang rumah saja untuk menjemput kita ?” ucapnya kembali lirih namun Cyrille tak merespon kali ini karena Kevin datang dengan membawa menu makanan kesukaannya.


“Makanlah, selagi masih hangat.” ucap Kevin sembari memakan menu di hadapannya.


Cyrille memakannya tanpa rasa curiga sedikitpun pada pria tersebut sedangkan Cyrano entah kenapa dia terlihat enggan memakannya.


“Cepat makan.” Cyrille menyuapkan sesendok makanan pada Cyrano yang terpaksa di ditelannya namun setelahnya ia hanya minum air mineral.


Satu jam kemudian mereka bertiga kembali ke mobil dan melanjutkan perjalanan. Sepuluh menit setelahnya Cyrille tertidur langsung setelah obat tidur dalam makanan yang diberikan oleh Kevin tadi bereaksi. Sedangkan Cyrano juga tertidur tapi karena memang dia merasa ngantuk terkena ac mobil yang dingin.


“Bagus kalian berdua sudah tidur. Tugas ku akan lebih mudah jika begini.” Kevin tersenyum lebar menatap ke belakang.