Where's My Daddy?

Where's My Daddy?
Eps. 31 Mencuri Dengar



Tiga hari berikutnya di suatu pagi. Pagi-pagi sekali Sean bangun karena mendengar suara dering telepon.


“Ya halo Dexter apa ada informasi ?” ucap Sean setelah ia mengangkat ponselnya ternyata itu telepon dari anak buahnya.


“Tuan... maaf di Belanda aku juga tidak menemukan keberadaan tuan Austin.” ucap Dexter dari seberang telepon.


Sean terlihat mengepalkan tangannya dan memukulkannya kasur tempat ia duduk. “Merde... ! Que diable est il ?”


“Tuan apa ada perintah lagi ?” Dexter kembali bertanya mendengar nada tuannya yang marah.


Sean diam sejenak dan berpikir. “Tunggu aku ada tugas untukmu lagi.” ia Kediri dan mengambil catatan yang ia simpan dalam laci dan membacanya lagi.


“Tugas mu selanjutnya Coba kau selidiki di Italia dan Ukraina. Aku memberimu waktu satu minggu. Ku harap itu cukup untukmu mendapatkan informasi.”


“Ya tuan waktu yang tuan berikan sudah lebih dari cukup.”


Panggilan berakhir, Sean mengembalikan daftar catatan pencarian yang ia ambil barusan.


“Jika aku hanya mengandalkan satu orang saja untuk mencarinya maka akan diperlukan waktu yang lama sedangkan aku harus cepat menemukan Austin.” Sean menatap ke arah luar jendela dan kembali berpikir tentang rencana pencarian nya.


“Apa sebaiknya aku perlu mengirim orang lagi untuk melakukan pencarian ?” ucapnya tak sabar karena rindu sekali pada Alexa dan ingin bertemu dengannya segera.


Tanpa mengulur waktu lebih lama lagi pria itu mengambil ponselnya dan menghubungi 10 orang informan nya yang ia kirim untuk pergi ke negara Swiss, Polandia, Austria, Swedia, Berlgia, Norwegia, Irlandia dan negara lain yang ada dalam list pencarian nya. Dan seperti biasanya, Sean hanya memberi mereka waktu satu minggu.


“Kurasa waktunya untuk bersiap berangkat ke kantor sekarang.” Sean menelpon selnya kembali ke meja. Pria itu kemudian melirik gelang di tangan nya dan melihat foto Alexa juga dirinya di sana.


“Chérie.... sebentar lagi aku akan bisa menemukan mu dan kita bisa kembali berkumpul seperti dulu.” Sean menatap intens foto Alexa kemudian menciumnya.


“klik...” Meskipun Sean sudah mengirim 11 orang untuk mencari informasi keberadaan Austin, namun ia juga melakukan pencarian sendiri.


“Kenapa semua akses informasi ke perusahaan Austin tertutup rapat ?” Sean kembali jengah bahkan ia pun sampai menggebrak meja karena saking kesal nya. Dan ia hanya bisa menghembuskan nafas panjang.


Di lain tempat di Britain.


“Tuan ada seseorang yang mencoba masuk dan mencari informasi tentang tuan di sini.” ucap seorang Bodyguard pada Austin di sebuah ruangan.


“Perketat dan tingkatkan keamanan di sini jangan sampai ada yang bisa menembus waktu dan mencari informasi sedikit pun tentang keluargaku.” jawab Austin panjang lebar.


“Baik tuan.”


Di luar ruangan terlihat Cyrano dan Cerylle yang berdiri merapat ke pintu yang tertutup dengan menempelkan sebuah alat dan mendengarkan semua yang dibicarakan oleh papy mereka melalui headset.


“Siapa yang dimaksud oleh papy ? Siapa yang berusaha mencari informasi tentang keberadaan kita semua di sini ?” Cyrano bertanya-tanya dan penasaran setelah mencuri dengan percakapan kakeknya.


“Mungkin saja itu daddy kita... atau juga rival bisnis papy.” seloroh Cyrille pelan.


“Tidak mungkin itu daddy kita. Kau terlalu berpikiran jauh. Kita tidak mempunyai informasi apapun mengenai daddy, jadi ku rasa daddy pun seperti itu.


Terdengar suara derap langkah kaki menuju ke pintu dan Cyrano segera mengambil alat penyadap yang ia tempelkan di pintu tadi.


“krak...”suara pintu terbuka dan si kembar C pun segera kabur dari sana.


“Ada apa dengan tuan muda dan nona muda ?” gumam pria berpakaian serba hitam merasa aneh melihat dua anak kecil itu menyibukkan diri dengan hal lainnya setelah pergi dari kamar tuan Austin. Tapi ia tak berpikir panjang soal itu dan segera berlalu meninggalkannya karena ia harus mengerjakan tugasnya yang sudah dipastikan ada deadline-nya.