Where's My Daddy?

Where's My Daddy?
Eps. 88 Hampir Kelolosan



“Angel kau mabuk dan kau hanya perlu istirahat. Aku tak bisa menemanimu.” Sean menarik tangan Angel agar wanita itu melepaskan dasinya.


Tapi bukannya wanita itu melepaskan dasinya Sean, ia malah menarik dasinya semakin mendekat dengan dirinya sehingga mereka berdua sangat dekat sekali. Bahkan hidung mereka pun sampai bersentuhan.


“Sean kau jangan bersikap kejam seperti itu padaku. Please.” Angel terlihat memohon, membuat Sean sedikit iba padanya dan menunda melangkahkan kakinya keluar dari kamar barang 3 atau 5 menit saja.


Angel tersenyum tipis berhasil membuat Sean tetap berada di kamarnya dengan rajutannya.


“Apa kau tahu dari sekian banyak pria yang menggodaku tak ada satupun yang menarik bagiku.” Dalam keadaan mabuk, Angel menyentuh bibir Sean. “Hanya kau satu-satunya pria yang berhasil mencuri hatiku.”


Angel tiba-tiba mencium bibir Sean.


“Angel kau... !” Sean seketika mendorong wanita itu hingga jatuh ke atas tempat tidur setelah sempat merasakan bibirnya selama 2 detik.


Angel kembali berdiri dan menarik dasi Sean. “Aku tahu kau hanyalah berbohong dan mengada-ngada tentang status pernikahan palsumu itu untuk menghindariku, bukan ?”


Ia kini beralih menyentuh bahu Sean. “Tapi aku tidak yakin apa kamu bisa tetap menolakku juga jika seperti ini ?” Angel kembali tersenyum tipis dan di detik berikutnya wanita itu membuka resleting gaunnya yang membuat gaun hijau lumut itu jatuh ke lantai.


Gleg


Sean menelan salivanya dengan susah payah melihat tubuh indah Angel yang disodorkan padanya. Begitu seksi dan menggoda hingga membuat sesuatu di bawah sana menggeliat tanpa izin darinya.


“Sean...” Angel berbisik lirih juga mesra di telinga Sean sambil menarik pinggang pria itu merapat ke tubuhnya.


Angel bisa merasakan jika saat ini Sean sedang on meski pria itu sama sekali tak bereaksi dan tinggal sedikit usaha lagi maka apa yang diinginkannya akan terjadi.


“Sean...” dalam keadaan mabuk Angel semakin liar setelah Sean membiarkan dirinya membuka satu kancing bajunya.


Angel terus bergerak hingga tak ada satu pun baju yang menempel di tubuhnya yang membuat Sean panas dingin melihatnya.


Lain di bibir lain di hati. meskipun dalam hati pria itu bersikeras untuk menolaknya namun tubuhnya tak bisa diajak kompromi apalagi saat tangan Angel memegang bagian inti tubuhnya yang kian menegang.


“krak.” Angel membuka resleting Sean dan menyentuh barang berharga milik pria itu.


Sesuai yang di harapkannya, Sean merasa gairahnya memuncak saat melihat kaki jenjang mulus Angel. Tanpa sadar ia pun mencium bibir Angel dengan kasar.


“Sean...” Angel memeluk pria itu dengan erat dan tak sabar ingin segera bercinta dengannya.


“Tack.” gelang di tangan Sean pasangan yang jatuh ke lantai yang membuatnya segera sadar jika wanita di depannya itu bukanlah Alexa, melainkan Angel.


Ya, beberapa detik yang lalu ia memikirkan Alexa dan menatap Angel sebagai Alexa.


“Sean ini sebuah kesalahan. Cintamu hanya untuk Alexa.” ingatnya pada dirinya sendiri. “Apa yang ku lakukan ?” sebelum semuanya terlambat Sean segera turun dari ranjang.


“Sean.” Angel tak terima dan dia menarik kembali Sean dalam pelukannya.


“Tidak lagi, Angel.” dengan sadar Sean mendorong Angel dengan keras ke tempat tidur.


Ia segera menutup kembali resleting celananya juga merapikan bajunya.


“boom.” ia pun segera keluar dari kamar Angel dan membanting pintunya dengan keras sebelum ia khilaf lagi seperti tadi.


“Hampir saja aku kelepasan.” Sean bernafas lega setelah duduk di mobilnya sembari memakai kembali gelangnya.


Sementara Angel yang merasa pusing setelah tersungkur dengan keras ke tempat tidur merasa kepalanya semakin pusing dan membuatnya tidur beberapa saat setelahnya.