Where's My Daddy?

Where's My Daddy?
Eps. 94 Sebuah Janji



8 jam kemudian dokter keluar dari ruang operasi namun Alexa masih tak sadarkan diri. Sean dan si kembar masuk ke ruang tempat Alexa dirawat.


“Alexa... mommy...” panggil si kembar dan juga Sean bersamaan namun wanita itu tetap belum membuka matanya juga.


“Ceptlah bangun, aku tak sabar kita akan kembali berkumpul.” bisik Sean lirih di telinga Alexa sembari mencium keningnya.


“Daddy jangan pergi lagi.” ucap Cyrille yang duduk di samping Alexa menghadap Sean sembari memeluknya.


“Daddy akan disini bersama kalian.” janji Sean pada Cyrille juga Cyrano.


Dalam waktu 3 x 24 jam kemudian Alexa sudah sadar. Ia menatap ke sekitar.


“Sean... ?” melihat Sean menggenggam tangan Alexa. “Cyrano... Cyrille... ?” beralih menatap si kembar yang ada di sana.


“Mommy sudah baikan ?” tanya Cyrano yang masih mengkhawatirkan keadaan mommy nya.


Alexa tersenyum menatap buah hatinya namun ia terlihat marah begitu melihat Sean.


“Sean kenapa kau masih ada disini dan bukannya kembali ke Paris ?” tanyanya kembali dengan penuh kesal.


Sean tak tahu kenapa wanita ini begitu membingungkan. Beberapa waktu yang lalu ia rela mengorbankan nyawanya untuk menyelamatkan dirinya. Kini malah kembali marah padanya dan terkesan mengusir dirinya.


“Pergi Sean, aku tak ingin melihatmu lagi.” ucap Alexa masih pergi pria yang masih dicintainya itu.


“Alexa... aku tahu kau marah padaku 5 tahun yang lalu. Tapi kau belum tahu alasannya.” Sean tak mau pergi dan malah menggenggam erat tangan Alexa.


“Pergi ! Aku tak ingin penjelasan dari mu !” Alexa menampik tangan Sean dengan keras sambil memalingkan mukanya.


“Haah...ini memang salahku.” Sean menghembuskan nafasnya panjang. “Harusnya dulu aku menuruti permintaan mu sehingga aku tak menjadi korban kecelakaan yang mengakibatkan aku koma juga buta. Beberapa tulang ku juga patah.” Sean bercerita panjang lebar sembari menunduk.


Alexa seketika duduk sambil mendengarkan cerita yang menyayat hati dari pria terkasihnya itu.


“Lima tahun barulah aku mendapat donor mata.” Sean mencium tangan Alexa.


“Jika semua yang kau ucapkan itu benar, kenapa kau tidak menghubungi ku ?”


“Aku sudah lama mencarimu tapi semua informasi tentang mu di tutup rapat oleh Austin.” Sean beralih menatap si kembar. Ia ingin bicara emmpat mata saja dengan Alexa.


“Cyrano... Cyrille, daddy ingin bicara sebentar dengan mommy boleh ?”


“Ya, daddy kami akan keluar dulu.” jawab si kembar kesamaan dan segala keluar dari sana karena ingin memberi waktu bicara untuk mereka.


“Kenapa kau mengusir anak ku ?” Alexa kembali marah.


“Anak kita. Aku tak ingin mereka melihat adegan dewasa dan menirunya.” timpal Sean membuat Alexa mengerutkan keningnya. “Maksud mu ?”


“Aku akan tunjukkan luka bekas operasi di tubuh ku pada mu.” Sean membuka bajunya.


Ia kemudian memegang tangan Alexa dan menyentuhkannya pada luka operasi samar terlihat di area dada juga perutnya.


“Ohh...apa ini sakit ?” Alexa gemetar ketika menyentuh bekas operasi di tubuh Sean. Ia pun merasa bersalah sekaligus sedih secara bersamaan melihat hal itu.


“Semua sakit dan derita ku selama 5 tahun ini terbayar sudah sampai bertemu dengan mu kembali.” Sean menyentuh pipi Alexa dan duduk di sampingnya.


“Sean aku tak tahu kau cukup menderita selama kita berpisah.” Alexa sampai menitikan air mata terharu mendengar cerita dari Sean. “Kau jangan pergi lagi.” Alexa menarik pria itu mendekat ke tubuhnya dan mencium bibirnya.


“Alexa kau yang mulai.” Sebagai lelaki Sean tak bisa menahan kerinduannya yang mendalam pada istrinya. Detik berikutnya mereka sudah bergumul melepas kerinduan mereka.


“Berjanjilah kau tak akan mengkhianati aku lagi.” Alexa mengeratkan pelukannya di pinggang Sean saat pria itu memasuki dirinya dan memberikan kenikmatan yang lama sudah tak ia rasakan.