
Tiga hari berlalu, Cyrano masih memantau keadaan mommy nya sekembalinya dari Paris.
“Aku pulang...” Cyrille masuk ke rumah setelah turun dari mobil sambil melempar tas sembarangan seperti biasanya.
“Kalian berdua sudah pulang ?” Austin mendengar suara riang Cyrille segera keluar dari ruangannya.
“Pappy...” Cyrano berhenti berjalan dan menoleh ke arah kakeknya yang kini menghampirinya.
“Pappy lihat kau terlihat muram setelah liburan dari Paris, apa ada sesuatu di sana ?” Austin berjongkok di depan Cyrano sambil mengusap kepalanya.
“Tidak.” jawabnya singkat dengan menggelengkan kepala.
“Lalu ada apa ?” Austin melihat Cyrano yang tanpa ekspresi. “Kurasa dia jadi makin mirip dengan Sean.” teringat salah satu sikap Sean yang membuatnya sebal.
Cyrano masih diam saja tak menjawab.
“Oh pappy tahu kau masih ingin liburan lagi, bukan ?”
“Tentu saja.” tapi yang menjawab itu Cyrille bukan Cyrano.
Austin kembali berdiri beralih menatap Cyrille. “Ya, jika mau pappy akan kirim kalian liburan di akhir ke Hawai atau manapun yang kalian minta.”
“Benarkah itu pappy ?” Cyrille langsung memeluk kakeknya itu dengan dengan tersenyum lebar. “Pappy memang is the best.”
“Tumben sekali pappy malah mengirim kami untuk liburan padahal sebelumnya melarang kami untuk liburan. Apa yang sebenarnya ia rencanakan?” Cyrano masih diam dan menatap pappy nya penuh curiga.
🌹
🌹
Malam hari Cyrano duduk di dekat jendela menatap ke luar, sepertinya kebiasaan ini ada yang diturun dari salah satu orang tuanya.
“Oncle Kevin... ?” Cyrano melihat sebuah mobil masuk dan oncle Kevin turun dari sana sambil membawa sebuket mawar merah. “Sepertinya dia bergerak lebih cepat dari perkiraan ku.”
“Hey... apa yang kau lihat ?” Cyrille tiba-tiba datang dan mendorong Cyrano sedikit agar memberinya tempat. “Mommy...” ia melihat mommy nya yang Tengah tersenyum menerima buket bunga dari Oncle Kevin dengan tersenyum.
“Auwh...” Cyrano berdiri sambil memegang pantatnya yang sakit. “Aku punya ide.” berbisik pada Cyrille.
Mereka berdua kemudian segera berlari turun dari tangga dan menuju ke teras depan.
“Oncle Kevin.” sapa Cyrille segera bergabung di tengah mereka sambil menarik Cyrano ke sampingnya.
“Hai...” sapa Kevin sambil mengusap kepala Cyrille.
“Oncle bolehkah kita tempat foto bersama ?” tanya Cyrille menjalankan rencana Cyrano.
“Tentu saja boleh.”
“Cyrille kau ini aneh-aneh saja.” Alexa tempat protes dan menarik putrinya itu ke sisinya.
“Tak apa Alexa itu kan hanya sebuah foto saja ? Aku tak keberatan sama sekali.” Kevin malah terlihat senang karena baginya dengan foto berempat mereka akan terlihat seperti sebuah keluarga lengkap.
Ya, dan mereka berempat kemudian berfoto bersama dengan berbagai gaya.
“Cyrille sudah cukup. Kita sudah banyak berfoto.” Alexa menarik putrinya itu saat akan kembali memotret mereka berempat.
Kali ini gadis kecil itu hanya menurut saja. “Terimakasih oncle.”
Cyrille kemudian segera pergi dari sana bersama Cyrano lalu kembali ke kamar mereka.
“Ini foto yang kamu minta.” Cyrille menyerahkan ponselnya pada Cyrano.
Tanpa banyak bicara seperti biasanya, Cyrano kemudian mengeluarkan laptopnya sekaligus memindah semua file foto dari ponsel tadi ke sana.
Cyrano kemudian mencoba melacak email daddy nya di Aldric Group. Ia mencoba meretasnya.
“klik.” proses meretas selesai.
“Kita lihat besok apa yang akan daddy lakukan ? Apa dia bisa menemukan mommy di sini ?” Cyrano mengirimkan foto mereka bersama Oncle Kevin tadi ke e-mail daddy nya.