
Sean duduk di pesawat dengan tenang meskipun ia tak sabar ingin segera sampai. Pria itu hanya duduk diam hanyut dalam lamunannya selama menunggu pesawat sampai ke tujuan.
“Aku sudah tiba di Britain.” Sean baru tersadar dari lamunannya setelah melihat hanya penumpang pesawat yang turun.
Ia pun segera bangkit dari duduknya dan mengikuti penumpang lain turun dari sana berjalan keluar airport.
“Tuan, silakan masuk.” baru saja ia duduk selama 2 menitan, sebuah mobil hitam menghampirinya. Tanpa menjawabnya, Sean segera masuk.
Mobil segera meluncur dari sana. Driver yang sudah Sean siapkan sebelumnya mengantarnya ke sebuah hotel yang berada di dekat kediaman Alexa berada saat ini.
“Terimakasih.” Sean kemudian turun dan masuk ke kamar hotel yang sudah dipesannya sebelumnya.
Di dalam hotel ia menaruh kopernya dan berdiri di depan jendela langsung menatap ke arah timur jendela dimana di sana ia bisa melihat langsung rumah Alexa yang hanya berjarak sepuluh meter saja.
“Kurasa itu rumahnya.” gumam Sean menatap ke arah rumah yang berbicara 10 meter dari Hotel tempatnya menginap sekarang sambil mencocokkan rumah itu dengan gambar foto yang dia dapat dari e-mail.
Ya, Sean memang sengaja menginap di hotel Lion Star yang cukup dekat dari kediaman Alexa untuk mengawasinya.
Malam harinya, Sean segera beraksi. Ia mengeluarkan beberapa peralatan yang sudah ia persiapkan sebelumnya untuk pemantauan kali ini.
“tuing.” Sean melempar micro cheap penyadap ke atap rumah Alexa dengan hati-hati kemudian langsung mengaktifkannya. Seketika terdengar suara seseorang yang bicara di sana. “Alexa dimana kau ?”
Sean mendengarkan dengan seksama. “Suara itu sangat familiar. Jadi Austin yang membawanya kemari.” ia masih bisa mengingat dengan jelas suara ayah mertuanya itu.
Ia terus mendengarkan dan menunggu suara lainnya di rumah itu.
Meskipun jauh tapi Sean yakin dan hafal dengan siluet tubuh Alexa. Terlihat di jendela sana Alexa sedang bicara dengan dua anak kecil dan ia yakin itu pasti adalah Cyrano dan Cyrille.
“Sayang... kau terlihat kurus.” Sean bisa melihat Alexa tidak berisi seperti biasanya namun terlihat cantik di matanya.
Ia sangat ingin sekali rasanya mendatanginya juga memeluknya dengan erat serta menciumnya.
“Alexa je tu manques tallement...” Sean terus sama mama sih Alexa kemanapun ia berjalan.
Alexa ternyata berhenti di teras rumah di mana di sana ada sebuah mobil yang barusan masuk dan seorang pria keluar dari sana.
“Alexa... maaf aku sedikit terlambat.” pria tersebut keluar dari mobil dan benar saja pria itu tak lain tak bukan adalah Kevin.
“Tak apa aku juga baru selesai bersiap.” jawab Alexa dengan tersenyum tipis. Tak lama setengahnya si kembar datang dan menghampiri mereka.
“Apakah anak-anak sudah siap ?” Kevin berani menatap Cyrano dan Cyrille.
“Kami sudah siap.” jawab mereka berdua serempak kemudian mengikuti mommy mereka berjalan dan masuk ke mobil.
“Sial... !” Sean hanya bisa mengumpat dengan keras saat melihatnya tanpa bisa melakukan apapun. “Pergi kemana mereka semua ?” melihat mobil meluncur keluar dari rumah menuju ke Jalan Raya.
Sean terlihat panas penuh dengan emosi melihat kedekatan Alexa dengan pria yang ia duga sebagai suaminya.
“bugh.” lagi-lagi dinding kamar hotel tempatnya menginap menjadi pelampiasan emosi Sean tatkala ia bersedih dan ingin marah dengan situasi yang ada saat ini.