Where's My Daddy?

Where's My Daddy?
Eps. 77 Masih Cinta



Sean menatap intens pada Alexa tanpa bisa berkata-kata. pikirannya jauh melayang pada Body guard nya dulu ya Iya salah itu gas untuk mendaftarkan akta pernikahan mereka.


“Siapa yang benar di sini ?” Sean masih ingat dengan jelas pria yang menjadi asistennya itu memberitahukan padanya jika dia sudah mendaftarkan akta pernikahannya.


“Alexa aku sudah minta asistenku untuk mendaftarkannya dulu.” akhirnya Sean bicara juga sudah terdiam lebih dari 5 menit.


“Apa kau sudah memeriksanya sendiri ?”


Sean hanya diam saja dan ia terlihat mulai takut untuk memeriksanya.


“Coba kau periksa sekarang !” ucap Alexa lagi karena pria itu hanya diam saja.


Tanpa banyak kata maka Sean pun mengambil laptopnya yang ada di meja dan segera memeriksanya sendiri.


“Astaga bagaimana bisa itu tidak terdaftar di pencatatan sipil ?” pekik Sean kaget sekaligus tak percaya.


Alexa menatap wajah syok Sean. “Apa yang bisa kau jelaskan dari itu ? Kau tahu karena hal itu, anak...” Alexa bermaksud marah dan menyalahkan Sean karena hal itu membuat si kembar kesulitan tapi dia mengurungkan kembali niatnya untuk memberitahunya. “Buat apa aku memberitahunya tentang si kembar yang tak ada gunanya.”


“Beri aku waktu untuk meluruskan hal ini padamu. Aku yakin ini hanya kesalahpahaman saja.”


Alexa menjadi dingin seolah tak mau mendengar penjelasan dari Sean, bahkan ia memunggungi pria itu.


“Ada satu hal yang ingin ku bahas denganmu juga.” Sean berdiri kemudian duduk di samping Alexa. “Kau... kenapa kau tidak menungguku selama 5 tahun ? Dan kau malah menikah dengan lelaki lain ? Juga mempunyai anak dengannya ?”


Alexa berbalik menatap Sean. “Bagaimana dia bisa tahu aku dengan seorang lelaki ?” batinnya terkejut. “Apa kau memata-matai ku ?”


“Tak penting aku mengetahui hal itu dari mana. Beri aku penjelasan singkat jika itu semua tidak benar.” Sean masih berharap untuk bersama Alexa karena meskipun ia kecewa dan kesal sekali mengetahui fakta tersebut namun jauh di lubuk hatinya ia masih sangat memuja wanita itu.


Alexa menahan salivanya dengan susah payah. Menurutnya jika ia menjelaskan mungkin saja itu tetap tak akan bisa merubah keadaan saat ini. “Percuma saja aku menjelaskannya pada mu.” ia menunduk dengan sedih karena sudah pasti Sean akan mengerti jika ia menjelaskannya.


“Alexa bagiku kau tetaplah milikku. Selamanya kau akan tetap menjadi milikku. Kau tak bisa mengubahnya.”


Sean yang masih rindu pada Aisyah memeluk wanita itu dari belakang yang membuat sesuatu di bawah sana kembali mengeras hanya dengan menyentuh kulit mulusnya.


“Alexa...” Sean kembali mencium bibir Alexa.


“Kita bukan suami istri lagi.” Alexa menolak sembari melepaskan tautan bibir mereka.


“Kau masih istri syah ku.” Sean kembali mencium bibir Alexa dan membawanya ke bawah tubuhnya.


Ia terus membekap bibir Alexa dengan bibirnya sambil mengunci kedua tangannya.


“Aku mencintai mu, Sean.” ucap Alexa dalam hati saat pria itu mulai memberikan kehangatan di bawah sana. Ia tak bisa memungkiri dia sangat merindukan setiap sentuhan Sean pada tubuhnya hingga Sean melonggarkan kuncinya yang membuat Alexa mengambil alih dan membuat Sean berada di bawahnya.


“Kenapa ada bekas sayatan tipis di dada Sean ?” Alexa melihat bekas operasi yang samar terlihat tanpa bertanya dan terus bergoyang sambil mendesah.


Satu jam kemudian Alexa turun dari tubuh Sean setelah ia merasa lemas sampai ke ujung kaki lalu berbaring di samping Sean.


“Kau masih mencintaiku. Tubuh mu tak bisa membohongi ku.” Ya, Sean bisa merasakan jika wanita itu masih mencintainya meskipun berbeda dengan apa yang diucapkan di bibirnya.


Alexa yang kelelahan tertidur dalam pelukan Sean.