
Cyrano hanya diam saja karena ia sudah mengantisipasi sebelumnya jika Pappy nya tak akan semudah itu meluruskan permintaan mereka.
“Oncle Paul bolehkah aku lihat daftarnya ?” tanya Cyrano menghampiri body guard itu.
“Boleh tuan muda.” Paul memperlihatkan daftar tempat tujuan mereka.
Cyrano menerima dan membacanya sekilas. “Jadi tempat yang terdekat dengan perusahaan Aldric adalah Ponts Des Arts.” batin Cyrano karena ternyata pappy mencoret menara eiffel dalam daftar kunjungan nya.
Cyrano mengembalikan list tujuan mereka pada oncle Paul. “Oncle jika begitu tolong antar kami ke Ponts Des Arts dulu.”
“Hey, kenapa kau malah ingin pergi ke jembatan bukan ke Disneyland saja ?” protes Cyrille tak setuju karena saudara kembarnya itu asal memutuskan tempat tujuan terlebih dulu tanpa bertanya padanya tempat mana yang ingin ia kunjungi.
Cyrano hanya mengedipkan matanya saja menanggapi perkataan saudari kembarnya itu.
“Oh sial, apa artinya itu ?” Cyrille melompat kesal dalam hati menerima kode dari Cyrano.
“Mm... ya baiklah oncle antar kami ke Ponts Des Arts dulu. Kami sangat ingin sekali berswa-foto di sana.” ucap Cyrille pada akhirnya malah mendukung Cyrano.
“Cepat sekali nona muda berubah pikiran ? Tuan muda memang pandai mempengaruhi pikiran seseorang.” Paul hanya bisa mengangguk menyetujui mereka berdua.
“Demi Tuhan... apa yang menarik dari sebuah jembatan ?” Cyrille benar-benar tak habis pikir dan segera berjalan malas mengikuti dua pria tadi yang sudah masuk ke mobil.
“Cyrano jangan bilang kau ingin ke Ponts Des Arts karena ingin memasang gembok cinta ya ?” bisik Cyrille saat mobil mulai meluncur menuju ke tempat yang dituju.
“Itu tempat terdekat dengan perusahaan Aldric karena pappy tidak memasukkan Menara Eiffel dalam daftar tujuan kita.” balasnya juga dengan berbisik.
Cyrille pun kembali duduk dengan tenang setelah mengerti apa alasan saudara kembarnya minta diantar ke sana dulu bahkan ia mulai menyusun rencana apa yang akan ia lakukan di sana.
Di kantor Sean
“Sebentar lagi jam makan siang.” ia pun merapikan mejanya dan menyudahi pekerjaannya bersiap untuk pergi meski jam istirahat masih satu jam lagi.
Ia masuk ke mobil dan mengemudikannya menuju ke restoran terdekat.
“Kenapa jalanan di sekitar sini jadi padat sekali ?” Sean mengumpat karena beberapa kali ia harus berhenti di tengah padatnya jalan.
Dari seberang jalan terlihat ada bus wisata dan beberapa anak usia primary school turun dari sana, memadati jalanan.
“Apakah hari ini adalah liburan bagi anak-anak sekolah ?” ia kembali mengeluh saat melihat banyak pengunjung yang berjalan kaki menuju ke resort wisata yang ada di sekitar jalannya berada saat ini.
“Jika tahu begini aku tadi tak akan lewat jalan ini.” beralih menatap jalanan yang sangat ramai sekali.
Di lain tempat mobil yang membawa si kembar akhirnya tiba di Ponts Des Arts.
Cyrille melompat turun dari mobil kemudian berlari area sambil menarik tangan Cyrano.
“Nona, tuan muda tunggu !” panggil Paul yang masih berada dalam mobil. “Mereka energic sekali.”
Cyrille yang awalnya menekuk wajahnya sebelum tiba di sana kini malah terlihat bersemangat setelah melihat jembatan itu sangat indah.
“Cyrano foto aku di sini !” ia menyerahkan kamera khusus sudah ya persiapkan dari rumah pada saudara kembarnya.
Cyrano mengambil foto dari kembarnya dan bergantian Cyrille yang mengambil fotonya.
“Ingat nanti kau ambil jalan ke arah sana duluan dan aku akan menyusul mu.” sebelum Oncle Paul datang, Cyrano membisikkan rencananya.
“Oke kita tunggu jalan ramai dulu.”