Where's My Daddy?

Where's My Daddy?
Eps. 76 Marah



Alexa memeluk Sean dengan erat meskipun dalam hati begitu banyak hal yang membuat dadanya sesak dan juga begitu banyak hal yang ingin diungkapkan juga tanyakan pada pria tersebut.


“Sayang....” Sean melepas pelukannya dan beralih menyentuh bibir merah Alexa. Kali ini ia ingin mencium bibir itu dalam keadaan Alexa sadar.


“Sean... mm...” Alexa tak bisa menolak ciuman hangat dari pria yang selama ini dirindukannya dan dinantikannya itu.


“mm...” Sean ******* bibir Alexa saat wanita itu membalas ciumannya. Mereka kedua nama berciuman hingga jatuh ke tempat tidur dan Sean berada di atas tubuh Alexa.


Karena lama tak bertemu dengan Alexa tentu saja ia ingin melepas kerinduannya itu. Sean beralih mencium leher Alexa setelah berhasil membuat wanita itu sesak nafas.


“Sean...” panggil Alexa di tengah kesibukan Sean yang sedang melepas pakaian mereka. Dalam waktu singkat semua baju mereka ada di lantai sekarang.


Sean menatap mata Alexa dengan seribu tanya namun ia tak bisa mengendalikan kerinduannya yang memuncak saat ini dan ingin segera menuntaskannya.


“Sean... kau kemana saja ?”


“Alexa... mmm...” Pria itu sedang tak bisa di ajak bicara dan segera membekap bibir Alexa dengan bibirnya sebelum sebuah kata lagi meluncur dari sana yang akan menghilangkan mood-nya.


“Ahh...” Alexa mendesah di bawah tubuh Sean merasakan kehangatan di bawah sana dan juga kenikmatan yang tiada tara saat Sean melakukan penyatuan.


Semua rasa kesal Alexa yang sebelumnya kembali muncul. “Sean... kau meninggalkan aku kenapa sekarang kau melakukan ini padaku ?” di tengah rasa nikmatnya, Alexa menitikkan air matanya.


“Kau pasti senang sekali akhirnya kita bisa bertemu sampai menangis seperti ini.” Sean semakin bergerak kasar untuk menggapai kenikmatan, memuaskan Alexa yang terus menerus mendesah di bawahnya.


Satu jam lebih barulah Sean mengakhiri semuanya. Ia pun terbaring di samping Alexa sambil memeluknya. Mereka berdua menatap dalam diam dan hanyut dalam pikiran mereka masing-masing.


“Kau... kemana kau selama ini ?” Alexa menampik tangan Sean kemudian duduk sambil menarik selimut untuk menutupi tubuh polosnya. “Kau menghilang selama 5 tahun dan tanpa kabar sama sekali.” Alexa mulai terlihat marah.


“Alexa aku bisa jelaskan itu pada mu.” Sean ikut duduk. “Aku bukannya menghindarimu tapi terjadi--”


“Aku tak butuh penjelasan mu.” potong Alexa dengan cepat. “Kau kejam... sungguh kejam.”


Alexa semakin sedih dan kembali menitikkan air mata hingga Sean memeluknya untuk menenangkan.


“Pergi kau jangan sentuh aku !” Alexa merasa dipermainkan dan mendorong pria itu menjauh darinya.


“Alexa !” Sean kembali mendekat untuk memeluk Alexa namun wanita itu malah memukuli dirinya dan ia pun memberikan dadanya agar wanita itu puas melampiaskan rasa sedih juga amarahnya pada dirinya selama ini karena ia memang merasa bersalah.


Alexa menangis jadinya setelah merasa cukup memukul dada bidang Sean yang masih sama seperti yang dulu.


“Kau benar-benar keterlaluan ! Tak hanya meninggalkan diriku kau juga tidak mendaftarkan pernikahan kita.” Alexa tak bisa menahan kemarahannya lagi karena hal itu dua anaknya harus memakai nama ayahnya sebagai nama belakang.


Deg


“Apa yang kau bilang itu ?” Sean tak percaya dengan ucapan Alexa karena seingatnya asistennya dulu sudah ya sudah tugas untuk mendaftarkan akta pernikahannya saat dirinya dalam kondisi masih tak berdaya.


“Kau tidak tahu ? Atau pura-pura tidak tahu ?”


Sean terdiam dan terduduk lemas tak bisa berkata-kata menatap Alexa yang sangat marah padanya.