Where's My Daddy?

Where's My Daddy?
Eps. 61 Berebut Gelang



Sean menautkan alisnya kenapa wanita itu menelepon dirinya. Ia pun segera mengambil ponselnya daripada penasaran sendiri.


“Halo tuan Sean apa malam ini kau ada acara ?” ucap Angel di telepon.


“Tidak ada nona.” jawab Sean singkat setelah lama terdiam dan malas untuk menjawabnya jika saja tak ingat ayah dari wanita itulah yang memberikan mata untuk dirinya.


“Bisakah nanti malam kita bertemu ?”


“Jika bertemu sebentar mungkin aku bisa. Karena masih ada urusan yang belum ku selesaikan.” jawabnya langsung karena terus terang saja pria itu masih tidak tenang dengan gelangnya yang hilang dan belum ketemu.


“Baiklah, see you in night soon.”


Sean menarih kembali ponselnya ke meja. Ia sama sekali tak memikirkan kenapa Angel mengeceknya ketemuan.


“Jangan sampai aku kehilangan benda berharga ku yang satu itu.” Sean keluar ruangan dan memutuskan untuk mencari sendiri gelangnya yang jatuh.


Di rumah Austin


Si kembar berebut memakai gelang daddy mereka bergantian.


“Hey kau bisa merusaknya nanti jika cara mu kasar seperti itu.” ucap Cyrano saat dari kembar itu menarik begitu saja gelang itu dari tangannya.


“Soalnya kalau tidak kurebut kau pasti tak akan memberikannya padaku.”


“ck...” Cyrano pun tak merebutnya kembali karena tak ingin merusak barang tersebut yang pasti menurutnya sangat berharga bagi daddy nya.


Daripada beradu pendapat dengan saudara kembarnya Cyrano pun lebih memilih untuk memutar otaknya bagaimana caranya ia akan mengembalikan gelangnya tadi.


“Kita harus kembalikan gelang itu pada daddy.” ucap Cyrano tiba-tiba.


“Bagaimana cara mengembalikannya, keluar saja dibatasi ?” Cyrille dengan enteng menjawabnya tanpa menatap ke arah saudara kembarnya.


“Kali ini biar aku yang mengembalikan gelang itu padanya.”


“Kapan kau ingin mengembalikannya ?” Cyrille duduk dan memindah gelang yang dipakainya ke tangan kirinya.


“Nanti malam.”


“Kenapa tidak besok atau lusa saja ?Aku juga baru memakainya sebentar.” protes Cyrille terlihat tak rela karena masih menyukai benda tersebut.


“Kita tidak tahu apa saja yang dilakukan daddy di sini. Ku harap selama jauh dari mommy, dia tidak dekat dengan wanita manapun.”


Malam harinya si kembar bersiap untuk menghabiskan waktunya di Disneyland. Mereka pergi bersama ocle Paul ke sana.


Sedangkan Sean sudah duduk di mobil namun belum melajukan mobilnya juga setelah duduk di sana lebih dari 10 menit lamanya.


“Sebaiknya aku berangkat tepat waktu saja daripada nanti aku harus menunggu di sana.” gumamnya berulang kali menatap jam di tangannya.


Pria itu kembali menarik nafas kasar setelah melihat tangan kanannya yang kini kosong tanpa gelangnya. “Dimana aku bisa menemukannya ?” dadanya tiba-tiba serasa sesak.


Di Britain, Alexa berada di kamar si kembar karena setiap malam ia biasa ke kamar mereka.


“Sedang apa mereka ?” Alexa rindu pada mereka meskipun mereka berdua sering berbuat ulah.


“Ohh.... kenapa tiba-tiba dadaku rasanya sesak sekali ?” tiba-tiba ia merasa dadanya sesak saat ingat kembali dan memikirkan Sean.


Kembali ke tempat Sean. Saat ini ia sudah sampai di daerah sekitar Museum Louvre dan baru saja memarkirkan mobilnya.


“Tuan Sean...” panggil Angel saat melihat pria itu turun dari mobil.


Ya, Angel sudah berada di sana sekitar 10 menit yang lalu dan duduk di taman tempatnya menunggu dan masalah baginya menunggu Sean.


“Maaf ada sedikit urusan dan aku terlambat.” ucapnya begitu berdiri di samping Angel.


Sementara Angel hanya tersenyum kecil saja menanggapinya lalu mengajaknya masuk ke cafe yang ada di sana.