THE PROMISE

THE PROMISE
BAB 98. DIA TERLALU SEMPURNA



Secantik apapun wanita itu juga tidak ada gunanya jika dia tidak memiliki aura seorang CEO wanita. Tetapi, kemudian dia mendengar orang-orang berkata, “Benar-benar cantik sekali! Dan auranya sangat kuat! Aih…..aku tidak menyangka ada seorang wanita secantik itu dengan aura yang sangat kuat dan dominan! Kupikir hanya CEO pria saja yang bisa memiliki aura sekuat itu.”


“Ya benar sekali. Ini pertama kalinya aku melihat seorang gadis berambut panjang yang tampak mempesona dan berwibawa dengan setelan jas!”


“Nona Tasya, apakah dia sudah menjadi model sejak lahir? Apapun yang dia kenakan selalu sesuai dengan apa yang ingin dia tunjukkan. Jika dia berkecimpung dalam dunia enetrtainment mungkin aktris lain tidak akan terlihat lagi.”


“Huhuuuuuu…..aku terharu sekali. Dia adalah CEO wanita tercantik yang ada dalam imajinasiku selama ini. Aku mengumumkan bahwa Nona Tasya akan menjaadi istriku dimasa depan! Siapapun yang mencoba mengganggunya akan berhadapan denganku.”


Mendengar ucapan para tim syuting itu membuat sang sutradara pun terdiam.


Semua orang yang berada dalam tim syuting mengetahui bahwa Anastasya adalah teman Kenneth Archilles atau teman baik yang akan menyelamatkan wanita cantik disaat kritis dan sejenisnya. Tetapi meskipun Kenneth ada ditempat itu juga mereka tidak perlu begitu memujinya dengan berlebihan. Dia penasaran dan ingin tahu wanita seperti Anastasya ini memiliki kemampuan seperti apa yang bisa terlihat seperti seorang CEO wanita.


Lalu sang sutradara mendongak dan melihat rambut Anastasya yang diikat dengan rapi menjadi kuncir kuda. Matanya yang indah tampak dingin dan tajam. Alisnya sedikit berkerut seolah-olah sedang memikirkan sebuah proyek besar. Dengan penampilannya yang mengenakan pakaian formal hitam dan celana panjang membalut kakinya yang jenjang dan ramping.


Dari kejauhan dia tampak begitu berkelas dan benar- benar seperti seorang CEO wanita yang tegas dan arogan. Mata sang sutradara pun langsung terpaku sejenak, dia membulatkan matanya karena terkejut. Bagaimana mungkin……bagaimana ini bisa terjadi? Sang sutradara sama sekali tidak bisa mempercayai matanya sendiri.


Dengan tidak sabar dia menggosok kedua matanya dengan tangan dan saat membukanya kembali kebetulan Anastasya sedang berjalan menghampirinya. Sang sutradara merasa seperti ada aura kuat yang menekannya dan melaju kearahnya. Ini bukan halusinasi. Anastasya benar-benar memiliki aura itu dan tampak setara dengan Kenneth yang berada disebelahnya.


Pantas saja! Pantas saja Kenneth begitu percaya diri mengatakan Anastasya bisa memerankan karakter ini. Ternyata memang Anastasya yang sangat serius memiliki aura yang sangat kuat! Jika dia tidak melihat dengan mata kepalanya sendiri, mungkin dia tidak akan percaya bahwa seorang wanita yang tampak hanya seperti sekretaris cantik dapat memainkan peran seorang CEO wanita arogan.


Kedua tangan sutradara itu gemetaran. Dia sudah meremehkan Anastasya! Dia tidak berani lagi berkata sembarangan kedepannya! Kenneth yang berada disebelah Anastasya menatap wanita itu dengan serius dan bibirnya mengulum senyum puas. Anastasya benar-benar tidak pernah mengecewakannya. Dan dia menoleh pada sutradara dan berkata, “Sekarang apakah kau sudah yakin bahwa dia bisa memainkan peran ini?”


Sang sutradara membuka mulutnya ingin mengatakan sesuatu tetapi akhirnya dia berkata, "Aku benar-benar ikhlas!" dia sepenuhnya ikhlas menyerahkan peran itu pada Anastasya. Anastasya benar-benar memerankan apapun yang dia inginkan.


Dia benar-benar tidak tahu harus mencari kemana lagi seorang brand ambassador yang begitu bebrakat dan bertalenta seperti Anastasya.  Anastasya mengetahui  apa yang mereka berdua bicarakan sebelumnya, jadi dia menghampiri sutradar lalu bertanya, "Sutradara! aku sudah membaca naskahnya, kita bisa memulai syutingnya sekarang."


Sang sutradara pulih dari lamunannya, dia menatap Anastasya dari atas kebawah dengan tatapan kagum dan puas. Dia mengangguk dan berkata, "Ya, kita mulai syuting sekarang."


Dengan penuh semangat dia melakukan pemotratan. Karena dia percaya begitu iklannya dirilis maka iklan itu akan menjadi populer diseluruh negeri dan mungkin sampai ke luar negeri. Dan sebagai sutradara film tentu saja dia juga merasa bangga.


Syuting yang dilakukan di kantor CEo berhasil dalam waktu hanya satu jam saja. Sehingga anastasya bisa bersantai dan berkeliaran disekitar kantor sementara para tim syuting sedang merapikan dan mengemasi peralatan mereka.


Anastasya tampak sedang melihat-lihat ruang kantor tetapi sebenarnya dia sedang memperhatikan kantor-kantor itu dengan cermat. Dia mngamati semuanya tanpa ada yang terlepas dari pandangan matanya. Danendra adalah seorang yang pelit, setelah mengubah Sanari group menjadi Hilman Group dia tidak mengubah dekorasi kantornya.


Jika dia mengingat dengan benar brankas itu, maka dia akan bisa membuka brankas itu jika dia memasukkan serangkaian kode sandi yang benar. Dan ketika brankas itu terbuka, kode sandi yang benar dimasukkan lagi dan saklar yang menghubungkan dengan bagian rahasia akan muncul.


Anastasya melihat brankas itu lekat-lekat. Dia menunggu sampai tidak ada orang lagi disana barulah dia akan kembali ketempat itu dan mencoba keberuntungannya. Dia memiliki firasat bahwa pasti ada sesuatu yang sangat diinginkannya berada didalam brankas itu.


Dia berusaha mengingat-ingat kode sandi brankasnya ketiba tiba-tiba suara Kenneth berada dibelakangnya, "Kau sedang melihat apa?"


Anastasya tersentak kaget dan kembali keakal sehatnya. Dia memalingkan tatapannya dan menggelengkan kepala sambil berkata, "Tidak ada.....aku hanya sedang melihat lihat saja."


Kenneth melirik kearah brankas itu dan tahu bahwa Anastasya tidak mengatakan yang sebenarnya. Tetapi dia tidak menanyakan lagi karena setiap orang pasti punya rahasia masing-masing. Dan dia tidak ingin mengorek rahasia Anastasya.


Sama seperti dirinya yang tidak ingin rahasinya diketahui orang lain. Kenneth tidak melihat ke brankas itu lagi lalu dia berkata, "Jika kamu sudah selesai, turunlah! Kita akan melakukan syuting ditempat lain. Kali ini syutingnya akan dilakukan di lobi gedung ini. Semua staf yang masih bekerja hari ini akan turun kebawah dan tampil sebagai kelompok. Isi dari syuting ini adalah kau berjalan di aula dengan sekelompok orang sambil memegang kopi dari The Moonlight Cafe di tanganmu."


"Oke," hanya itu yang dikatakan Anastasya sambil mengangguk ringan dan berjalan keluar dari kantor CEO. Setelah syuting selesai dia akan mencari alasan untuk kembali ketempat itu. Pada saat itu, seharusnya sudah tidak ada seorangpun yang berada di kantor ini lagi.


Dan itu adalah waktu terbaiknya untuk membuka tempat rahasia itu. Anastasya berhenti sebentar untuk melihat brankasnya dan kemudian turun bersama Kenneth dan yang lainnya. Semua staf yang bekerja di gedung ini telah turun ke bawah. Di lantai dasar gedung itu tampak ada sekitar lima puluh sampai enam puluh orang.


Sutradara film sedang menjelaskan kepada sekelompok orang itu ketika tiba-tiba terdengar suara ledaakan yang keras dari lantai atas.


"BOOOOMMMMM......."


Ledakan itu mengakibatkan lantai pun ikut bergetar. Sekelompok orang itu langsung gelisah dan ketakutan.


"Gempa! Apakah ini gempa?"


"Bukan! Ini bukan gempa. Tetapi sepertinya ada yang meledak di lantai atas." sahut staf lainnya.


"Iya.....ini benar-benar ledakan! Aku mencium bau asap! Ayo semuanya lari!"


Tidak ada yang tahu siapa yang mengatakan itu tetapi saat itu juga semua orang berlari dan bergegas menuju kearah pintu masuk. Anastasya berada diruang ganti tidak mengetahui apa yang terjadi diluar.