
Bisa dikatakan tak ada seorangpun di tim kru film itu yang menyukai Natasha, dan semuanya gara-gara ulahnya sendiri. Hanya saja setelah pemeran utama wanita diusir, syutingpun akan dilanjutkan lagi tapi siapa yang akan menjadi pemerannya? Eros dan sang produser pun sakit kepala menghadapi masalah ini, pemeran utama film adalah seorang gadis berusia dua puluhan dan baru lulus dari akademi kepolisian. Dan rata-rata aktris yang berakting didunia industri entertainment sudah berusia diatas tiga puluh.
Saat ini lingkungan entertainment sangat menentang aktris berusia tua untuk mengambil peran seorang gadis jadi itulah mengapa mereka melakukan audisi untuk aktris berusia dua puluhan waktu itu. Tapi karena Natasha menggunakan ‘jalan pintas’ untuk mendapatkan posisi pemeran wanita utama dan sekarang berita sudah tersebar kemana-mana, jadi mereka yang pernah melamar untuk ikut audisi kemarin juga tidak akan datang lagi.
Selain itu, syuting filmnya juga sudah dimulai jadi sulit sekali untuk menemukan aktris yang cocok dalam waktu singkat. Sekalipun nama Eros Bratadikara disebutkan juga tidak akan mudah untuk mencari aktris pengganti. Namun saat itu tiba-tiba Eros punya ide dalam benaknya, matanya langsung berbinar dan berkata, “Aku tahu siapa aktris pengganti.” ujarnya langsung berlari keluar.
“Eh...eh sutradara Eros kau mau kemana? Mau mencari siapa?” si produser bergegas mengikutinya keluar dan sudah tidak menemukan Eros lagi. Dia belum pernah melihat Eros berlari secepat itu. Sementara itu diluar lokasi syuting. Anastasya baru saja hendak masuk kedalam mobil Kenneth saat dia mendengar suara Natasha yang memanggilnya, “Kakak tunggu!”
Tanpa sadar Anastasya menoleh dan melihat Natasha yang menangis sedih. “Kak, aku benar-benar tahu kesalahanku tapi bisakah kau memberitahu Tuan Muda Archilles agar tidak melibatkan seluruh keluarga kita dengan masalah ini?”
Anastasya menatap Natasha dengan seksama dan melihat meskipun adiknya itu menangis dengan wajah menyedihkan tapi tatapan dan rasa benci terlihat dimatanya. Anastasya mencibir dalam hatinya, wanita seperti ini memang tidak layak memerankan tokoh seorang pahlawan wanita.
Dia pun menunjukkan ekspresi tidak berdaya lalu Anastasya merentangkan kedua lengannya, “Bukankah aku sudah bilang kalau aku bukan tidak mau membantu tapi memang Tuan Muda Archilles itu sulit diajak bicara. Lagian kau ini benar-benar keterlaluan, tak peduli seberapa kesalnya kau padaku tak seharusnya kau tunjukkan dan lakukan didepan Tuan Muda Archilles. Bahkan kau masih berani melemparkan kartu namanya kelantai? Apa kau tahu kalau sebenarnya kartu nama itu ingin kuberikan pada papa tapi kenapa kau malah mencurinya?”
“Kau---” tenggorokan Natasha tercekat. Dia sangat marah tapi tidak bisa mengatakan apapun lagi dari mulutnya yang sadis itu. Saat ini yang bisa dilakukannya hanyalah memohon pada Anastasya. Tepat saat Natasha baru akan memohon pada Anastasya tiba-tiba dia merasakan hembusan angin melewatinya. Dia melihat lebih dekat dan mendapati bahwa sutradara Eros yang mendatangi mereka dengan napas terengah-engah dan bicara dengan nada panik.
Karena dia belum bisa mengatur napasnya maka Eros hanya menundukkan tubuhnya mengambil napas. Sedang apa dia ini? Pikir Natasha. Apakah dia sekarang menyesali sikap dan ingin dia kembali syuting? Tentu saja dia akan menerima untuk kembali syuting saat ini, dengan begitu akan ada kemungkinan ayahnya akan memaafkan kesalahannya. Lagipula film itu telah dirilis dan dia akan jadi aktris terkenal dan penghasilannya akan tinggi. Jika memang seperti itu kenyataannya maka dia tidak perlu memohon pada Anastasya si pelacur itu!
Natasha merasa senang dalam hatinya tapi saat dia ingat kalau Eros pernah bersikap kasar padanya maka diapun memutuskan akan membalaskan dendam untuk meluapkan kekesalan dan kegeramannya sebelum menyetujui permintaan Eros. Dia ingin membuat Eros memohon padanya untuk kembali syuting. Sontak Natasha yang sudah halu pun mengacuhkan Anastasya lalu menatap Eros.
“Kau baru merasa panik? Kemana saja kau tadi? Biar aku beritahukan ya aku bukanlah orang yang bisa kau usir seenaknya dan undang sesuka hatimu. Kau harus datang kerumahku untuk minta maaf dan memohon padaku agar aku mau kembali melakukan syuting. Dan ingat ya, seluruh tim kru harus patuh padaku. Apa kau mengerti sekarang, ha?”
Ekspresi Natasha sangat angkuh dan arogan, jika saja dia mempunyai ekor maka ekornya pasti sudah tegak dan tinggi sekarang. Eros yang keluar untuk mengejar seseorang menatap Natasha dengan tatapan yang sulit diartikan. Sudut mulutnya berkedut dan membuat ekspresi heran dan bingung, “Apa yang kau bicarakan? Dasar gila.”
“Apa kau bilang barusan? Eh aku sedang mengatakan padamu tentang pengaturan syuting nantinya karena kau ingin memintaku kembali syuting jadi tolong perbaikilah sikapmu itu. Aku tidak suka!”
“Apa? Ha ha ha ha ha.” Eros tertawa terbahak-bahak lalu melirik kearah Anastasya. “Mungkin kau sudah salah paham ya? Atau gagal paham?”
Natasha kaget mendengar ucapan Eros pada Anastasya. ‘Kenapa Eros malah bertanya pada gadis udik itu?’ Sejenak dia mendapatkan firasat buruk dihatinya.
“Tidak ada. Memangnya kenapa?” tanya Anastasya bertanya pada Eros.
“Begini nona. Penampilanmu sangat mirip dengan pahlawan wanita yang ada di novel asli yang sedang kami buat filmnya. Jadi aku bertanya apakah anda mau memeprteimbangkan untuk menjadi pemeran utama wanita dalam film kami?”
Natasha sangat terkejut mendengarnya, ternyata Eros tidak bermaksud memintanya kembali untuk syuting, tapi dia datang untuk mencari Anastasya! Setelah apa yang tadi diucapkannya bukankah akan menjadi lelucon dimata orang lain?
Natasha merasa wajahnya panas seolah-olah dia telah ditampar dengan tangan besar yang tidak terlihat. Kesal, geram, marah dan malu, semua perasaan emosi berkecamuk dan berputar-putar memenuhi benak dan hatinya. Lalu dia menatap Anastasya dan Eros penuh kemarahan. Bahkan tatapan matanya seperti ingin membunuh kedua orang itu. Dia tidak bisa lagi membiarkan Anastasya menjadi penghalang jalannya. Dia benar-benar menginginkan Anastasya lenyap selamanya, secepatnya lenyap dari matanya/
Dengan sekuat tenaga menekan amarahnya yang akan meledak, dia menatap mereka berdua dengan penuh kebencian dan langsung pergi. Anastasya yang melihat Natasha pergi pun heran. Tak berapa lama dia kembali sadar dan menatap Eros. “Sutradara Eros, terimakasih atas tawaranmu tapi aku tidak punya rencana masuk ke industri entertainment.”
Eros tak menyangka akan mendapat penolakan dari gadis itu. “ini---tapi film ini adalah hasil kerja kerasku selama beberapa tahun, nona. Bolehkah kau mempertimbangkannya dahulu? Tim syuting dan tim produksi film ini sangat bagus, jika kau berakting dengan baik maka gelar aktris terbaik tahun depan pasti jadi milikmu dan kau akan terkenal diseluruh dunia.” bujuk Eros.
Tapi tatapan mata Anastasya masih tidak berubah. “Maaf, tapi aku benar-benar tidak tertarik dan tidak punya waktu untuk syuting. Terimakasih banyak.” tolak Anastasya dengan lembut sambil menggelengkan kepalanya kemudian dia berbalik dan masuk kedalam mobil.
Kenneth yang berada didalam mobil dapat mendengar semua pembicaraan mereka, dia menoleh dan menatap Anastasya, “Film ini sangat bagus. Aku rasa film itu akan sangat populer. Kau harus mempertimbangkan penawaran itu.”
“Maaf tapi ada hal lain yang harus aku lakukan.” jawab Anastasya.
Tatapan Kenneth pada Anastasya langsung mengeruh dan wajahnya tampak bingung. Keduanya diam sekejap lalu Kenneth tak bisa lagi menahan dirinya pun berkata, “Sebenarnya ada hal yang ingin kutanyakan padamu selama ini.”
“Ya? Memangnya kau mau menanyakan apa?” tanya Anastasya menatap Kenneth.
“Siapa kau sebenarnya?” tanya Kenneth setealh diam beberapa saat.