THE PROMISE

THE PROMISE
03



Syera maupun Krystal sudah terbiasa dengan suasana baru kota seoul. Kelihatan dari keduanya yang tengah menikmati waktu di Cafe.


Hingga sosok itu kembali menyapa. Berjalan masuk kedalam cafe dan melewatinya begitu saja. Krystal terus memperhatikannya.


Syera yang melihat arah pandangan Krystal mulai menatap curiga.


"Krys, kenal yah sama cowo yang baru lewat?"


Krystal mengalihkan perhatiannya pada Syera. Berpikir sebentar sebelum mengangguk untuk menjawab pertanyaan Syera.


"Wah... Siapa namanya?" Syera bertanya antusias.


"Sehun, Oh Sehun. " jelasnya pada Syera sambil melihat kearah Sehun yang kelihatan sedang menelepon seseorang di sudut cafe.


Ah, jadi Sehun yang sering diucapkan Krystal dalam mimpinya. Lumayan.


...


"Iya... Aku sudah disini, datanglah... Di cafe biasa. Jangan lupa. Oh iyah, kau masih ingat bukan alamatnya.. Kau sudah dimana? Bandara? Oh oke, aku tunggu." Sehun memutuskan panggilannya.


Hari ini, seharusnya Sehun sedang latihan basket dengan timnya. Namun ini lebih penting daripada itu.


1 hour ago


Sehun sedang mengemudi menuju sekolah. Hari ini diadakan latihan untuk kejuaraan bulan depan. Saat Sehun keluar dari mobil, tiba-tiba ponselnya berdering menampilkan nomor yang tak dikenal.


"Halo." ujar Sehun ragu.


"Sehun, ini aku."


Terkejut? Tentu. Setelah 2 tahun tak ada kabar,akhirnya ia bisa mendengar suara itu lagi.


"Yoona? Ini Yoona kan? Apa kabar? "


"Baik. Aku ada berita baik untuk mu."


"Apa?"


"Aku ada di korea. Kau bisa jemput aku di bandara?"


Sehun  berpikir, arah sekolah dan bandara berlawanan arah dan juga itu sangat jauh dan Sehun menyesalinya karena tidak bisa menjemput Yoona.


"Maaf, aku tidak bisa. Tapi, bagaimana jika bertemu di cafe saja? Aku akan menunggumu disana. Bagaimana?" tanya Sehun.


"Baiklah, sampai jumpa Sehun."


Setelah panggilan terputus, Sehun langsung mengemudikan mobil nya  dan meninggalkan sekolah dan menuju cafe tempat mereka sering bertemu.


Cukup lama menunggu, akhirnya Yoona datang. Menghampiri Sehun di sudut cafe dengan senyum mengembang.


"Sehunn" sapanya dari jarak yang cukup dekat dengan Sehun.


Sehun yang melihat kedatangan Yoona terseyum menyambut kedatangan kekasihnya itu san menerima pelukan Yoona dengan senang hati.


"Kau semakin cantik. Bagaimana dengan London?" tanya Sehun.


Yoona terseyum, "Kau juga semakin tampan. London baik, aku senang disana."


"Aku tau itu, hingga kau tidak ada waktu untuk memberikan kabar padaku bukan?." sindir Sehun.


"Jangan marah begitu, mulai hari ini... Aku akan tinggal disini. Bagaimana? Kau senang bukan?"


Sehun mengangguk. Bagaimanapun juga, ia benar-benar sangat ingin Yoona tinggal disini dengannya, di negara yang sama.


"Oh yah... " Yoona tiba-tiba bersuara ketika mengingat sesuatu. "Ajak Chanyeol kemari, aku ingin bertemu juga dengannya." lanjutnya.


"Chanyeol sedang latihan. Seharusnya aku juga latihan. Tapi kau tiba-tiba menelepon ku." ucap Sehun sambil memasukkan kentang goreng kedalam mulutnya.


"Maaf" cicit Yoona.


"Tidak apa-apa. Kau tidak ingin memesan?" tawar Sehun.


"Tidak"


"Baiklah"


"Sehun, bagaimana jika kau menelepon Krystal kemari?"


Sehun menghela nafas. Yoona memanglah pelupa. Tapi apa ia juga harus melupakan tentang Krystal juga?


"Yoona-ah,  Krystal tidak di korea. Dia di USA."


"Aduh... Aku lupa." ucap Yoona sambil menepuk jidatnya.


Sehun geleng-geleng melihat tingkah kekasihnya itu.


...


Krystal yang sudah kehilangan mood sejak melihat Sehun namun Syera semakin merusak Mood nya.


"Krystal, itu yang duduk bareng Sehun siapa?"


Krystal lantas mendongak. Melihat kearah objek yang dimaksudkan oleh Syera.


Yoona? Itu Im Yoona bukan?


Mencoba memastikan, Krystal melihat keduanya dengan seksama. Dan benar, itu Im Yoona sesuai dugaannya.


Jadi, Sehun menunggu Yoona disini?


Krystal mengangguk. "Itu Yoona, teman kecil Sehun. Cantik bukan?" dilihatnya Syera yang masih menatap dua sejoli yang asik tertawa di sudut sana.


"Cantik, bahkan aku saja suka. Tapi, aku binggung--"


Krystal mengernyit.


"Bagaimana bisa kau tau kalo mereka teman waktu kecil?"


Krystal diam. Memang benar jika dirinya sudah berteman dekat dengan Syera, namun bercerita tentang masa lalu tidak pernah ia beritahu. Kenapa? Karena ia hanya ingin menyimpannya sendiri atau karena waktu tidak pernah tepat.


Namun hari ini sepertinya ia harus berbagi cerita sedikit. Tak perlu mengungkit masalah yang pernah ada, cukup bercerita tentang masa indahnya saja.


"Tentu aku tau. Aku juga bagian dari mereka." jelas Krystal dan tersenyum pada Syera.


"Benarkah? Kau pasti senang."


Krystal terseyum lagi, "Tentu aku senang."


"Mau apa?"tanyanya pada Syera yang meraih tangannya.


"Kesana" tujuknya pada dua sejoli  yang sedang bercengkramah di ujung sana.


"Tidak. Kita harus pulang. Aku bisa menyapa mereka nanti. Ayo." Kali ini Krystal yang meraih tangan Syera, membawa gadis itu keluar dari cafe.


Setelah moodnya hancur karena melihat Yoona dan Sehun, moodnya semakin hancur ketika mendegar ketukan jendela. Bukan karena suara ketukannya, tapi siapa yang mengetuknya. Im Yoona sungguh membuat moodnya semakin hancur.


Ia terpaksa harus menunggu Yoona dan Sehun di luar. Karena gadis Im itu, memberikan kode padanya agar menunggu.


Yoona berjalan mendekat kearah Krystal diikuti Sehun. "Hei, lama tak bertemu Krys.." sapa Yoona sambil tersenyum ramah pada Krystal. Sehun diam,tak berniat membuka suara sama sekali. Memilih objek lain untuk dilihat, asalkan tidak Krystal.


Krystal tersenyum," Aku baik" jawabnya.


Ia diam-diam melirik kearah Sehun yang berdiri disamping Yoona, tampak tak ingin mengajaknya berbicara sama sekali. Krystal dengan jelas bisa melihatnya.


"Sudah lama sekali yah kita tak bertemu. Tapi maaf, aku sedang sibuk. Sampai bertemu kembali." Krystal menunduk memberi salam perpisahan dan meninggalkan Sehun dan Yoona.


Syera yang tidak tau apa-apa hanya diam dan menurut pada Krystal yang membawanya pergi meninggalkan teman kecilnya.


Yoona dan Sehun hanya melihat kepergian Krystal yang hilang di tengah keramaian pejalan kaki.


Mungkin ini terlalu cepat meski hanya untuk sekedar bertegur sapa seperti dulu yang sering mereka lakukan.


Syera yang merasa aneh dengan sikap Krystal memberhentikan langkahnya secara tiba-tiba, membuat Krystal ikut berhenti.


"Krys, sebenarnya apa yang terjadi?"


Krystal tersenyum, "Apa maksudmu? Tidak ada apa-apa. Ayo." Krystal meraih pergelangan Syera, namun Syera masih enggan untuk beranjak dari posisinya dan memilih melepaskan pegangan tangan Krystal dari pergelangannya.


"Aku tau kau tidak ingin cerita. Tapi aku bisa lihat satu hal, kau dan laki-laki tinggi itu pasti ada masalah." Krystal diam mendengar ucapan Syera. Benar jika dia memang memilki masalah dengan Sehun. Tapi bercerita pada Syera? Itu akan sulit dilakukan.


Melihat kediaman Krystal, Syera yakin dengan dugaan nya. Krystal ada masalah dengan Laki-laki tinggi itu. Syera menyentuh pundak Krystal, terseyum hangat pada gadis didepannya. "Baiklah, aku tidak memaksamu bercerita. Tapi, jika suatu saat kau ingin berbagi cerita denganku,aku pasti ada untukmu."


Krystal mengangguk.


"Ayo pulang, kau bilang dirimu tadi sibuk bukan?" diiringi kekehan Syera pada akhir kalimat nya.


Krystal tertawa. Syera sungguh adalah tipe the real friend's,  ia mengejek alasan klasik Krystal agar tidak bersama dengan Sehun dan Yoona lebih lama.


...


"Hun, hati-hati dijalan. Besok aku akan mengunjungimu dirumah." ucap Yoona pada Sehun.


"Iya, aku harus pergi dulu. Dari tadi, Chanyeol sudah menyuruhku untuk datang. Kau, masuklah." Sehun membuka pintu mobilnya dan masuk kedalam.


Yoona terseyum lagi dan menuruti perintah Sehun. Ia juga ingin Istirahat.


Melihat Yoona sudah masuk kedalam rumah, Sehun mengemudikan mobilnya, meninggalkan kawasan rumah Yoona menuju Sekolah.


15 menit mengemudi, Sehun akhirnya sampai, bergegas mengganti seragam dan menuju lapangan.


Dari pintu aula, Sehun bisa melihat teman-teman yang lainnya sedang istirahat.


"Wah, kalian sudah lelah?" tanya Sehun. Siapapun tau jika Sehun hanya ingin mengejek. Tidak mungkin mereka tidak lelah jika sudah bermain hampir 3 jam lebih. Tapi Sehun dengan seenaknya bertanya begitu.


Chanyeol yang tersinggung melempar botol minuman pada Sehun. Lucky, botol itu mengenai jidat Sehun. "Kau, bicaralah yang benar. Sudah datang terlambat banyak bicara pula.Latihan sana."


Sehun menggerutu. Chanyeol memanglah sulit diajak bercanda ketika latihan. Memegang nama Kapten Tim Basket membuatnya selalu serius dan Sehun tidak suka itu. Ia lebih suka ketika Chanyeol tidak berurusan dengan Basket, maka temannya itu akan Gila. Lebih baik seperti itu.


Sehun menggambil bola, memilih latihan sendiri,mencoba menyempurnakan gerakannya. Bagaimana pun orang-orang di luar sana menganggap Tim Basket YALE itu keren, tapi Sehun ingin lebih kuat.


...


Chanyeol tengah bersandar di loker ruang ganti, menunggu Sehun yang sedang mengganti pakaiannya.


"Sehun, kau dari mana tadi? Tidak biasanya kau datang terlambat."


"Aku ada urusan penting tadi." ucap Sehun sambil menghampiri Chanyeol dan berjalan keluar dari ruangan.


"Sepenting apa? Bahkan jika itu Ibumu yang meneleponmu kau tidak akan memperdulikannya." sindir Chanyeol.


Chanyeol sudah tau betul luar dalam Sehun. Jika Bibi Lee (Ibunya Sehun) yang menelepon pasti akan diabaikan olehnya.


Sehun mendengus. Berurusan dengan Chanyeol itu tidak bagus. Ia akan terus bertanya sampai menemukan jawaban yang diinginkannya. Dari dulu, Sehun tak pernah bisa menyembunyikan apapun dari Chanyeol, termasuk mengenai Krystal.


"Yoona, aku menemui Yoona." jawab Sehun akhirnya.


Chanyeol terseyum merekah, "Wah, Yoona kembali. Aku sudah rindu degannya. Ayo kerumahnya." ucapnya sambil merangkul Sehun.


"Kau yang menyetir yah Yeol."


"Tidak masalah."


Sehun dan Chanyeol tiba dirumah Yoona. Chanyeol yang bersemangat langsung masuk begitu saja diikuti Sehun di belakangnya.


Chanyeol selalu memegang Teguh perkataan 'Anggaplah seperti rumah sendiri' dan itu berlaku pada setiap rumah yang didatanginya.


"Kalian datang rupanya. Sudah lama sekali kalian tidak kemari.Kalian tumbuh dengan baik. Apalagi Chanyeol, dia sudah seperti tiang listrik saja. Tinggi sekali." ucap Hee Joo (Ibu Yoona)  diakhiri dengan tertawa.


Membuat Chanyeol menggaruk kepala belakang nya salah tingkah.


"Bibi ini bisa saja. Yoona ada dimana Bibi?" tanya Chanyeol akhirnya.


"Oh Yoona, sedang di karmanya. Kalian kesana saja.Bibi akan bikin minuman dulu."


"Terimakasih Bibi." ucap Sehun.


Chanyeol mengetuk pintu kamar Yoona, membuat Yoona yang tengah tertidur harus terpaksa membuka matanya,berjalan malas membuka pintu.


"Hai, lama tak bertemu Yoona." sapa Chanyeol dan Sehun yang berdiri disampingnya hanya terseyum.


Yoona mengangguk. "Lama tak bertemu Yeol-ah."


"Boleh masuk?" tawar Chanyeol.


Sehun yang mendegarnya ingin protes. Siapa yang mengijinkan laki-laki lain memasuki kamar pacarnya. Meski Chanyeol tumbuh dewasa dengan Yoona dan termasuk dirinya sendiri. Belum sempat Sehun berbicara, Yoona sudah membukakan pintu kamarnya lebar-lebar. Membuat Sehun mendengus.


Chanyeol masuk begitu saja, duduk di ranjang Yoona. Sehun melangkah masuk, duduk di samping Chanyeol.


Yoona ikut naik keatas ranjang, duduk berhadapan dengan dua laki-laki yang tumbuh dewasa dengannya.


"Aku senang kita bisa seperti ini lagi. Tapi aku juga sedih, seharusnya Krystal ada di sini juga." ujar Yoona sedih.