
“Maaf….aku hanya bercanda. Bukan aku yang mengganti pakaianmu.” ujar Kenneth tak ingin membuat gadis itu marah dan membencinya karena mengiri dia sudah bertindak lancang.
“Kalau bukan kamu, lalu siapa?”
“Staf hotel, aku meminta seorang staf wanita untuk membersihkan tubuhmu dan mengganti pakaianmu, kalau kamu tidak percaya kamu boleh bertanya langsung pada mereka.”
Anastasya pun menghela napas lega, dia tidak bisa membayangkan betapa malunya dia jika Kenneth yang mengganti pakaiannya. Dia melirik Kenneth yang sedang menatapnya.
“Tasya makanlah dulu. Aku pesan semua makanan ini khusus untukmu. Setelah itu makan obatmu ya.”
“Hem….apakah kamu sudah makan?”
“Belum. Ayo kita makan, biar aku suapi.” tangan Kenneth bergerak cepat mengambil makanan sebelum Anastasya bisa menolaknya. Gadis itu terpana melihat perlakuan Kenneth padanya yang terkesan sangat perhatian dan baik, jauh dari sikap dingin dan angkuh yang biasa ditunjukkannya.
“Aku bisa makan sendiri.” ujar Anastasya. Kenneth yang pura-pura tidak mendengar ucapan gadis itu menyodorkan sesendok makanan kemulutnya.
“Aaa….ayo buka mulutmu.”
Entah mengapa Anastasya merasa nyaman bersama Kenneth dan membuka mulutnya. Setelah menyuapi Anastasya, pria itu malah menyuap makanan kemulutnya. Mata Anastasya terbelalak, ‘apa-apaan ini? Dia menyuap makanan dengan sendok yang kupakai? Bukankah itu berarti kami berciuman secara tidak langsung?’
“Jangan terlalu dipikirkan, aku juga lapar.” ujar Kenneth seakan tahu isi pikiran Anastasya. Setelah menghabiskan semua makanan Kenneth menghubungi resepsionis untuk membersihkan bekas makanan mereka, dia adalah orang yang menyukai kebersihan.
“Ken, apakah kamu pulang malam ini?”
“Apa kamu mau aku menemanimu?” senyum Kenneth muncul disudut bibirnya.
“Bu—bukan be—begitu….aku...”
“Aku akan menemanimu disini, tidak mungkin aku meninggalkanmu disini sendirian. Aku akan tidur di sofa. Apakah kamu merasa nyaman?”
“Hemm…..baiklah.”
“Ini obatmu, habiskan wedang jahenya agar badanmu lebih segar.” Kenneth memberikan obat dan menyodorkan segelas wedang jahe pada Anastasya. Pikiran pria itu kacau, dia tida mengerti kenapa dia bisa merasa ketertarikan yang kuat dengan Anastasya dan ingin menjaganya.
“Ken, terimakasih untuk hari ini.”
“Istirahatlah. Aku ingin kamu cepat pulih dan bisa melanjutkan shooting lagi.” ujar Kenneth lalu menyelimuti Anastasya. Tak butuh waktu lama Anastasya kembali tertidur pulas. Kenneth masuk ke kamar mandi membersihkan tubuhnya dan mengganti pakaiannya. Dia mengenakan pakaian kasual lalu mengambil bantal dan selimut. Berbaring di sofa besar yang cukup menampung tubuhnya, dia memiringkan tubuhnya menatap Anastasya yang tidur pulas.
Keesokan paginya Kenneth terbangun saat mendengar suara gemercik air dari kamar mandi. Saat dia memandang kearah kamar mandi, pintu terbuka lalu Kenneth memejamkan matanya kembali pura-pura tidur tapi dia memicingkan matanya sedikit untuk melihat Anastasya yang keluar dengan handuk melilit tubuhnya hanya menutupi sampai diatas lutut, dan sebuah handuk yang melilit dikepala.
*author bagiin nih virtual Anastasya selesai mandi di pagi hari ya....buat mood booster pembaca setia 💕😊
Anastasya tidak menyadari sepasang mata yang mengawasi gerak geriknya, tiba-tiba dia teringat Kenneth ada disana lalu mengalihkan pandangan kearah sofa. Dia melihat pria itu masih tidur pulas, dengan cepat dia mengambil pakaiannya lalu berlari ke kamar mandi.
Tingkah Anastasya itu terlihat menggemaskan bagi Kenneth dan dia tersenyum. Tak lama dia pun duduk disofa dan bersikap seolah baru bangun tidur saat Anastasya keluar dari kamar mandi sudah berpakaian dengan air masih menetes dari rambut basahnya.
Gadis itu terlihat sangat cantik dengan penampilannya di pagi hari, membuat sesuatu yang mulai bergejolak dalam diri Kenneth. “Selamat pagi,Ken. Kamu sudah bangun?”
“Selamat pagi Tasya. Kenapa kamu bangun awal? Apa badanmu sudah enakan?”
“Iya, aku merasa lebih segar dan badanku sudah tidak meriang lagi. Aku bisa kembali bekerja hari ini.”
“Tidak usah pergi kerja hari ini. Coba lihat penampilanmu, wajah dan bibirmu masih pucat. Aku berikan kamu cuti hari ini, besok dan sampai kamu benar-benar fit untuk kembali bekerja.”
“Ti—tidak perlu. Aku sudah merasa baikan dan bisa bekerja lagi.”
“Tasya! Kamu adalah tanggung jawabku sejak kontrak ditandatangani, aku tidak mau kamu jatuh sakit karena terlalu memaksakan dirimu bekerja. Lagipula aku sudah memesan kamar ini untukmu, tinggallah disini beberapa hari untuk istirahat anggap saja ini bonus liburanmu.”
“Tidak bisa begitu, Ken! Bagaimana tanggapan orang-orang kalau mereka tahu.”
“Tidak akan ada yang tahu kalau kamu tidak memberitahu. Aku akan memesan sarapan untuk kita.” ujar Kenneth lalu menghubungi pihak hotel agar mengantarkan makanan ke kamar.
“Hem…..” Anastasya tidak menjawab hanya menggangguk. “Ken, bagaimana kalau kita sarapan dibawah saja. Aku merasa bosan dikamar.”
“Tidak boleh! Kamu belum sembuh, kalau kamu bosan nanti siang aku akan membawamu ke restoran untuk makan siang.”
Setelahnya keduanya tak ada yang bicara lagi, Kenneth terlihat sibuk dengan ipadnya. Setelah selesai sarapan pun Kenneth tidak beranjak dari kamar itu. Dia tetap duduk sambil mengerjakan pekerjaannya. Anastasya yang sudah mulai merasa bosan pun melirik kearah pria itu. “Ken…..”
“Hem…..apa kamu butuh sesuatu?”
“Aku bosan.”
“Kenapa kamu manja kalau sakit ya?”
“Kenneth!”
“Ya, Anastasya Fredelia Sanari! Apa yang bisa kulakukan padamu.”
“Bisakah kita keluar berjalan-jalan?”
“Baiklah. Aku selesaikan dulu kerjaanku lalu kita pergi.”
Setelah Kenneth selesai membalas email dari klien, dia pun mengajak Anastasya pergi. Tak disangka saat mereka baru keluar dari lift kilatan kamera dari wartawan menyambut mereka. Kebetulan saat itu di hotel sedang ada acara yang diliput oleh wartawan dan saat melihat pasangan itu sontak menjadi pusat perhatian wartawan yang melihatnya. Ini adalah berita besar, seorang CEO dari Archilles group menggandeng seorang gadis cantik keluar dari hotel.
Tangan Kenneth langsung menarik Anastasya dan memeluknya, dia tidak ingin siapapun melihat wajah gadis itu. Seakan mengerti, Anastasya pun membenamkan wajahnya kedada bidang Kenneth tanpa sadar jika posisi ini terlihat sangat romantis dan memunculkan banyak spekulasi.
Dalam sekejap foto-foto mereka pun beredar di internet. Tampak dalam foto wajah Kenneth terekspos dengan jelas tapi wajah Anastasya hanya terlihat dari samping karena Kenneth berjalan sambil memeluk Anastasya.
Komentar para netizen pun bermunculan dan foto-foto mereka telah disebar ribuan kali hanya dalam hitungan menit.
“Wah….wah…..Tuan Muda Archilles sudah punya kekasih. Siapakah wanita yang beruntung itu?”
“Apakah mereka menginap di hotel? Ini benar-benar berita hebat, akhirnya Tuan Muda punya kekasih.”
“Apakah wanita itu seorang artis? Dia sepertinya memiliki wajah cantik dan tubuhnya bagus.”
“Aku patah hati! Tuan Muda Archilles sudah punya kekasih!”
“Akhirnya Tuan Muda menggandeng seorang gadis! Aku kecewa dan patah hati!”
“Sepertinya wajah wanita itu tidak asing! Bukankah dia terlihat mirip dengan seorang model?”
“Ya...ya betul sekali. Wajahnya sangat familiar! Siapa sebenarnya wanita itu? Mereka terlihat sangat mesra dan Tuan Muda Archilles terlihat melindungi wanita itu!”
“Bukankah wanita itu adalah Brand Ambassador Moonlight Cafe? Ya itu dia, aku ingat wajahnya.”