
KOREA - SEOUL
YALE salah satu sekolah bergengsi di Seoul. Memilki fasilitas yang lengkap dalam menunjang pembelajaran akademik ataupun non akademik dan tentu saja bertaraf internasional.
YALE memiliki siswa-siswi yang berprestasi dalam bidang akademik maupun non akademik membuat sekolah itu menjadi sekolah bergengsi. Sudah jadi Rahasia Umum jika para masyarakat sangat ingin memasukkan putra/putrinya untuk bersekolah di YALE. Bukan karena semata-mata mereka ingin bergaya hanya karena putra/putri mereka bisa masuk sekolah tersebut, tapi karena mutu pembelajarannya yang bertaraf Internasional itu yang membuat mereka ingin menyekolahkan putra/putri mereka di YALE.
Jika mendengar kata YALE School, yang terpikirkan hanya satu. Basket!.
YALE sangat terkenal dengan Basketnya. Memiliki pemain yang handal merupakan sebuah kebanggaan sendiri. Memenagkan berbagai pertandingan Nasional, antar sekolah maupun Provinsi. Tim Basket mereka sangat berprestasi.
Krystal dan Syera termasuk murid yang beruntung. Kau benar, YALE School adalah sekolah pertukaran pelajar yang ditunjuk sekolahnya.
Setelah berada di Korea, keduanya tampak antusias untuk berjalan-jalan mengelilingi segala tempat di Seoul.
Tempat pertama yang masuk dalam list mereka adalah Sungai Han. Itu usulan Krystal dan Syera hanya ngikut saja atau tepatnya karena ia tidak tau mengenai tempat-tempat di Korea.
Keduanya tengah menikmati senja di sungai Han,
Syera berjalan kesana kemari menikmati pemandangan sore hari di sungai Han, berbanding terbalik dengan Krystal yang hanya duduk di kursi dan memandang lurus kearah sungai.
Aku kembali.
Merasa lelah berjalan kesana kemari, Syera menghampiri Krystal yang duduk di kursi.
"Ayo pulang, aku sudah lelah. Besok kita juga harus sudah masuk sekolah. Aku sungguh sangat penasaran dengan YALE itu."
"Baiklah, ayo. Lihat aku, jangan lihat kemana-mana nanti kau kesasar." ujar Krystal.
Syera hanya terseyum.
...
Jam 06.00 kedua sejoli itu tampak sudah bangun.
Tampak bersemangat untuk memulai hari disekolah yang akan dituju atau tepatnya hanya Syera saja yang bersemangat.
"Krystal...! Let's go... Kita harus berangkat sekarang."
Gadis bernama lengkap Syera Queen itu berteriak pada Krystal yang masih dikamar mengenakan seragamnya.
Sedangkan Syera sudah berdiri didepan pintu apartemen menunggu Krystal siap pada segala urusannya didalam sana.
10 menit kemudian Krystal keluar dengan menyampirkan tasnya disebelah kanan, berjalan malas ke meja makan dan mengambil sehelai roti dan meminum susu yang sudah disiapkan kemudian menghampiri Syera yang sudah berdiri jengkel di depan pintu.
"Kau sangat bersemangat sekali rupanya." ucapnya pada Syera yang sedang membuka pintu.
"Ayo, kita bisa telat nanti." ucapnya setelah melihat Krystal sudah selesai memakai sepatunya
"Let's go." ujar Krystal .
Letak apartemen dan sekolahnya tidak terlalu jauh,memungkinkan keduanya hanya perlu berjalan selama 10 menit dan akan tiba di YALE.
Syera yang berjalan beriringan disamping Krystal mulai menampilkan wajah khwatir. Jalanan yang mereka jalani tidak banyak dilewati para murid seperti mereka.
"Krys, kau yakin ini jalannya?" tanya khawatir.
"Hm, tentu. Kita mengikuti GPS dengan benar dan sebentar lagi akan sampai." ujarnya sambil memperlihatkan layar ponselnya yang menampilkan GPS pada Syera.
Krystal berhenti melangkah, membuat Sera juga berhenti melangkah. Menatap bingung pada Krystal.
"Kita sudah sampai.Ini Yale." ujar Krystal.
"Wow, persis seperti yang kubayangkan." Syera berdecak kagum. Memandangi bangunan tinggi menjulang dihadapannya.
"Ayo masuk." ajak Syera semangat.
Namun bagaikan kesialan dipagi hari, pitu gerbang masih ditutup. Membuat Syera melancarkan kata makian pada penjaga gerbang yang belum datang.
Krystal melihat sekitar, mendapat ide untuk mengajak Syera untuk duduk di Cafe di seberang sekolah.
Krystal dan Sera menikmati waktu dengan baik, mengisi perut dengan makanan karena tidak kenyang hanya memakan roti.
Jam 07.00 keduanya bangkit berdiri. Menyeberang kembali ke arah Sekolah, dari jarak jauh, keduanya bisa melihat banyak anak sekolah seperti mereka mulai kelihatan.
Setelah menemukannya, keduanya berlalu pergi dari sana. Menyusuri lorong dan sesekali membungkuk memberi hormat pada guru guru yang lewat.
Tok... Tok... Tok...
Syera mengetuk pintu, kemudian masuk kedalam bersama Krystal. Duduk di depan Ahn saem, kepala sekolah YALE.
"Jadi, kalian murid pertukaran bukan?"
"Yes." jawab Sera.
"And where our class? This is so late to enter the class." ucap Krystal
"You can follow Mr. Baekhyun to you class. And You two, you're in the same class."
"Good. I like that." jawab Sera.
Keduanya berdiri dan memberi hormat pada Ahn saem, sebelum mengikuti Baekhyun saem pergi meninggalkan ruang kepala sekolah.
"This is your class." begitulah kata Baekhyun saem pada Krystal dan Sera.
"Introduce your Self." perintah Baekhyun saem.
"My Name is Krystal Jung. You can call me Krystal or Krys. I'm a student exchange from USA." cukup singkat, begitulah Krystal.
"My name is Syera Queen. You can call me Syera. And you know i'm in the same schools with Krystal. We are Best Friend. Actually, I must go to Japan and school at there, but i'm can do anything without Krystal , so here's I'm. So happy to meet you." ucap Syera sambil tersenyum.
Berbanding tebalik dengan Krystal.
Semenjak keduanya mendarat Syera sudah mendapat kan gelagat-gelagat aneh Krystal. Ia menjadi sedikit pendiam dari biasanya.
"You two,can sit down." perintah Baekhyun saem.
Keduanya berjalan pada belakang kelas, karena hanya itu tempat yang kosong.
***
Krystal dan Syera melakukan Tour sekolah Yale selama jam istirahat. Mulai dari letak toilet, kantin, kantor guru, letak tangga ke atap hingga lapangan. Tentu saja itu semua ide Syera dengan alasan agar ia bisa mengingat tak akan nyasar-nyasar lagi. Tapi 100% Krystak yakin itu semua percuma, Syera akan tetap melupakan semuanya.
Cukup lelah dengan tour dadakan mereka, keduanya memilih berisitirahat di tribun basket. Menikmati permainan para pemain basket yang tengah melakukan latihan.
Krystal menatap lurus pada laki-laki yang tengah melakukan shoot di tengah dilapangan, familiar itulah yang dirasakan Krystal saat melihat anak laki-laki yang sedang memegang bola basket itu.
"Shoot sekarang, Sehun!"
Maka detik itu, hati itu kembali berdebar lebih cepat saat nama itu kembali terdengar.
Sehun.. Kaukah itu?
Ia masih setia menatap lekat pada setiap pergerakan Sehun, tak bisa dipungkiri bahwa ia merindukan Sehun-nya . Hingga Syera membuyarkan perhatiannyadari Sehun.
"Ayo pergi, bel akan segera berbunyi ." ajak Syera.
Mau tak mau Krystal mengikuti Syera, meninggalkan lapangan. Ingin berkata duluan dia takut Syera malah tersasar.
***
"Sehun, kau kenal perempuan yang duduk di tribun tadi? " tanya Kai yang berjalan mendekat kearah Sehun yang tengah mengelap keringatnya.
"Aku tidak begitu memperhatikannya.
Kenapa?"
"Sepertinya dia mengenalmu. Ketika Suho meneriakkan namamu, dia langsung menatapmu."
"Benarkah? Aku tidak yakin." ucap Sehun acuh,sambil berjalan memasuki lapangan kembali dan tiba-tiba berbalik menghadap Kai dengan melemparkan botol minuman yang tadi diminumnya. "Latihan yang bagus, jangan hanya melihat para gadis yang duduk di tribun." ujar Sehun, kemudian melanjutkan langkahnya.
Kai mendengus kesal, "Untung aku menangkap nya dengan baik. Kalau kepalaku yang terkena, bisa bahaya." ucapnya sambil meletakkan minuman Sehun diatas bangku dan berjalan memasuki lapangan.
"Aku yakin Sehun mengenalnya. Dan aku yakin aku juga mengenalnya. Dia sangat familiar." ujar Kai pada dirinya sendiri.
"Masa bodo. Nanti juga bakal tau." ujar Kai dan berlari memasuki Lapangan.