
Setelah dua hari Anastasya pun akan kembali bekerja, pagi ini dia sedang bersiap-siap untuk pergi ke lokasi syuting. Pemotretan hari ini akan dilakukan outdoor, lokasinya disebuah villa mewah diluar kota.
Saat dia berada didalam kamar mandi, seseorang mengetuk pintu kamar mandinya dan suara asisten muda memanggilnya, “Nona Tasya, pakaiannya sudah diantarkan kesini.”
Mendengar bahwa itu bukan suara Kenneth akhirnya Anastasya menghela napas lega. Dia pun membuka pintu kamar mandi sedikit dan mengambil tas berisi pakaian yang dibawa asisten muda itu.
Tak lama Anastasya keluar dari dalam kamar mandi dengan berbalut jubah mandi putih yang menutupi tubuhnya hingga sebatas lutut dan sebuah handuk putih yang melilit dikepalanya. Pakaian yang dibawakan asisten ini adalah gaun berwarna pink yang akan dia kenakan untuk syuting outdoor.
Warna gaun ini sangat cerah dan modelnya akan terlihat sesuai jika dipakai oleh seseorang yang berkulit putih mulus dengan bentuk tubuh ideal. Kulit Anastasya putih bersih sehingga saat dia mengenakan gaun itu kulitnya semakin tampak berkilau, dia terlihat sangat cocok sekali memakai gaun itu. Hiasan kepala berbentuk bunga dengan warna senada dengan gaunnya menambah indah penampilan Anastasya. Dia tampak seperti seorang gadis polos dan suci.
*Virtual Anastasya memakai gaun untuk syuting iklan.....moga pembaca suka ya sama virtualnya bisa bikin mood booster 😄😄👍
Gaun itu membuat Anastasya terlihat seperti seorang putri kerajaan, dengan gaya yang elegan dan anggun dia semakin tampak sempurna bak seorang putri cantik. Saat Anastasya selesai mengenakan gaunnya, tampak mata asisten muda itu sangat terpana memandangnya. “Ada apa?” tanya Anastasya sambil terkekeh.
Asisten muda itupun tersadar lalu dengan agak malu menggelengkan kepala dan berkata dengan kagum, “Tidak….tidak. Anda terlihat sangat cantik, aku mengira bahwa buku dongeng aku baca tidak tertutup dengan baik sehingga aku mengira sang putri cantik menyelinap keluar dari buku dongengnya.”
“Kamu pandai bicara. Ayo kita pergi sekarang, kita harus buru-buru untuk syuting.” ujar Anastasya. Asisten muda yang teringat kata-kata Kenneth padanya lalu dengan cepat berkata, “Jangan khawatir tidak perlu terburu-buru. Minumlah teh jahe ini dulu untuk menghangatkan tubuhmu dan makanlah sarapanmu. Kita masih punya banyak waktu.”
Anastasya melirik kearah meja yang diatasnya ada terhidang sarapan pagi berupa roti, sosis, telur dadar keju dan salad serta teh jahe, diapun menggelengkan kepala, “Tidak perlu sarapan, ayo berangkat kita tidak boleh terlambat tiba di lokasi syuting.”
Disaat yang bersamaan, pintu kamar terbuka dan terdengar suara Kenneth, “Jangan khawatir aku sudah mengatur semuanya. Minumlah tehnya dan makan sarapanmu. Aku tidakmau tuuhmu lemah dan jatuh sakit.”
Anastasya tampak hendak menolak lagi tapi Kenneth segera melanjutkan ucapannya, “Villa itu milik temanku. Dia juga akan datang kelokasi dan tidak akan menagih sepeser uangpun dari kita jika seandainya syuting agak terlambat.”
Setelah mendengar mendengar ucapan Kenneth akhirnya Anastasya pun menyantap makanannya, Teh jahe itu sangat panas, Anastasya menyesapnya dengan pelan-pelan, saat dia meniup the dia merasakan sebuah tatapan hangat yang menatapnya. Tanpa sadar dia menoleh dan melihat Kenneth sedang menatapnya lekat-lekat.
Uhmm!
Apakah Kenneth merasa bahwa dia cantik?
Apa dia menyukaiku?
Baru saja Anastasya hendak mengucapkan sesuatu tapi sudah didahului oleh Kenneth. “Tasya, gaun ini sangat cocok dengan tema pemotretan hari ini. Kamu terlihat sangat cantik dengan gaun ini.”
Anastasya : “….”
Ternyata pria itu memperhatikan pakaiannya.
Sepertinya wajah Anastasya memerah dan dia baper sendiri mendengar ucapan Kenneth, senyumnya tersungging, “Oohhh.” Lalu dia meneruskan menyantap makanannya. Dia terlihat tenang tetapi dalam hatinya sedang bergejolak dan membuatnya sulit bernapas.
Kenneth mengambil syal dari tangan Anastasya dan mencapakkannya bagaikan seonggok sampah lalu meletakkan jaket itu dibahu gadis itu. Anastasya tertegun sesaat dan menatap Kenneth tanpa berkedip. “Terimakasih Ken tapi aku tidak merasa kedinginan lagi. Aku baik-baik saja.”
“Aku tidak bermaksud untuk menghangatkanmu dengan jaketku tapi aku tidak mau pakaianmu terekspos sebelum iklan itu dirilis.”
Ternyata……
Lagi-lagi Anastasya baper padahal maksud Kenneth hanya untuk menutupi gaunnya. Wajah Anastasya membeku dan dia tidak mengucapkan sepatah katapun lagi. Dia pun mengambil jaket Kenneth lalu memakainya untuk menutupi tubuhnya. Untuk kedua kalinya dia telah salah paham maksud Kenneth dan dalam hatinya dia bersumpah tidak akan ada ketiga kalinya.
Setelah turun kebawah, Kenneth masuk kedalam mobil MPV sementara Anastasya dan asistennya pergi menggunakan mobil Alphard. Saat asistennya melihat wajah Anastasya yang terlihat tidak baik, diapun berniat menyenangkan hati Anastasya.
“Nona Tasya, Tuan Muda Archilles sangat baik padamu. Dia selalu perhatian padamu dan dia memintaku untuk membuatkan sarapan dan teh hangat untukmu. Nona Tasya apakah menurutmu jika dia...”
Jangan bahas hal itu. Aku pernah menolongnya sekali di masa lalu dan dia juga sudah membalasnya. Kami berdua sudah impas dan hubungan kami hanya sebatas kerjasama pekerjaan, kamu jangan salah paham ya. Jangan pernah lagi membahas soal ini.”
Asisten muda itupun terdiam dan tidak berani lagi berkata-kata. Anatasya sangat jarang berbicara dengannya dengan nada serius tapi kali ini dia sepertinya marah.
Tanpa sadar asisten muda itupun menepuk mulutnya. Aih…..mulut ini…..
Anastasya mengalihkan pandangannya keluar jendela mobil, dia bukanlah orang yang suka membahas masalah percintaan. Sebelum dia bisa menemukan titik terang tentang kematian ibunya, pikirannya tidak boleh teralihkan dengan hal lain. Apalagi Kenneth tidak punya maksud khusus padanya, itulah yang dipahami oleh Anastasya. Justru dia sendiri yang baper.
Entah kenapa dia bisa tersesat dalam perasaan seperti itu tetapi dengan cepat dia menghalau smua pikirannya. Dia bukanlah seorang gadis yang gampang baper, tidak sekarang dan tidak juga dikemudian hari. Dia hanya ingin fokus pada tujuan utamanya kembali ke negara ini.
Sementara itu didalam mobil MPV yang dinaiki Kenneth, dia sedang menerima telepon dari Brandon. “Aku sudah mengatur ulang jadwal orang yang sudah menyewa villaku untuk syuting dilokasi itu. Aku meminta mereka untuk datang besok jadi hari ini villa sepenuhnya jadi milikmu. Kamu bisa menggunakannya sepanjang hari sepuasmu.” ujar Brandon.
“Terimakasih.”
“Hah! Ini pertama kalinya aku mendengarmu mengucapkan terimakasih. Apakah iklan yang sedang kamu tangani itu sangat penting?”
Kenneth terdiam sejenak lalu berkata, “Cafe Moonlight adalah proyek utama hari ini.”
“Baiklah kalau begitu aku akan segera pergi kesana. Aku juga sudah lama tidak datang ke villa itu jadi aku ingin melihat-lihat.”
“Yah, sampai jumpa.”
“Sampai jumpa.”
Setelah panggilan telepon terputus, Kenneth memejamkan matanya untuk istirahat tetapi bayangan wajah Anastasya yang cantik dengan mengenakan gaun itu muncul tiba-tiba dalam benaknya.