
Sekarang waktunya untuk CEO memiliki seorang anak sebagai pewaris Archilles Corp. Bukankah itu lebih bernilai daripada proyek bernilai ratusan milyar? Matahari pagi memancarkan cahayanya, melalui jendela-jendela besar di villa keluarga Hilman. Seorang pelayan mengetuk pintu kamar Anastasya. “Nona, orang suruhan dari Archilles Corp sudah datang dan menunggumu dibawah. Cepatlah bangun dan bersiap-siap.”
Anastasya yang pagi ini dalam suasana hati yang baik dan penuh semangat karena dia sudah mengetahui hubungan gelap Clarissa dan Raymond Xavier. Dia bangun dengan cepat masuk ke kamar mandi, setelah itu dia memilih pakaian di walk in closet.
Saat dia turun, dia melihat diruang tamu ramai dengan orang-orang. Kenapa seramai ini? Anastasya langsung merasa pusing dan dia langsung bisa menebak jika syuting hari ini pasti sangat melelahkan.
Dari arah belakangnya terdengar langkah kaki, saat dia menoleh dia melihat Natasha sedang berjalan kearahnya dengan riasan yang cantik. Natasha menggulung rambutnya keatas dibagian kiri dan kanan persis seperti gaya rambut Anastasya tadi malam.
Tetapi gaya rambut itu tidak cocok dengan Natasha, dia malah kelihatan sangat lucu seperti badut kemayoran. Matanya yang agak sipit dan wajahnya yang kecil runcing membuat dandanannya terlihat seperti dipaksakan.
“Hai adikku!” sapa Anastasya. Dalam hatinya dia ingin menertawakan penampilan Natasha. Natasha yang tidak ingin berpura-pura lagi dihadapan Anastasya pun langsung mencibir. Dia melihat ramai orang dari Archilles Corp diruang tamu membuat Natasha bahagia karena dia mengira orang-orang itu datang menjemputnya.
Para kru sudah memberitahunya kalau mereka akan mengirim seseorang untuk menjemputnya tetapi dia tidak menyangka akan disambut dan dijemput ramai orang dan semegah ini.
AH...sepertinya kartu nama Kenneth benar-benar berguna! Karena dia mengaku sebagai teman Kenneth bahkan sutradara terkenal seperti Eros Bratadikara saja berlutut padanya dan memintanya untuk ikut syuting sebagai pemeran wanita utama! Huh….padahal kemarin pria itu sangat kasar!
Natasha tidak ingin bicara dengan Anastasya, dia sudah jadi aktris sekarang dan tak lama lagi akan menjadi aktris terkenal jadi dia merasa tak perlu bersikap ramah dan baik lagi pada Anastasya.
Dengan angkuh dia menatap Anastasya. “Kakak! Bukankah kau juga akan pergi syuting?”
“Iya.” jawab Anastasya singkat.
“Ya sudahlah tak perlu gugup, kau hanya syuting iklan biasa saja. Tidak sepertiku, aku harus pergi syuting film terkenal dan aku adalah pemeran wanita utama. Sebentar lagi aku akan terkenal. Sudah ya, lihatlah semua orang sudah menungguku jadi aku harus berangkat sekarang. Ups...sorry aku tidak punya waktu bicara lama-lama denganmu!” ujar Natasha dengan angkuh.
Anastasya heran dan hanya menggelengkan kepala melihat sikap Natasha. Dia tersenyum karena dia tahu Natasha telah salah paham. Dia melihat Natasha yang setengah berlari menuju gerombolan orang-orang itu dengan penuh semangat, “Aku sudah siap! Ayo kita pergi sekarang, aku tidak mau terlambat syuting.” setelah selesai bicara dia tersadar kalau ada yang salah dengan orang-orang itu.
Kenapa mereka menatapnya bingung dan tak bereaksi? Dia berjalan melewati segerombolan orang itu lalu dia menoleh kembali ke belakang dan mengeryitkan keningnya,
“Kenapa kalian diam saja, ha? Ayo jalan! Jangan diam saja disitu, apa kalian semua ingin kupecat?”
“Uhukk….uhuk….”Anastasya sengaja terbatuk-batuk. “Adikku, kau sudah salah paham. Mereka ini semua datang kesini menjemputku bukan menjemputmu!” ujar Anastasya dengan nada sarkas.
“Eh….jangan bercanda ya! Yang aktris itu aku bukan kau!” geram Natasha marah. “Anastasya kalau mimpi itu jangan ketinggian ya nanti jatuhnya sakit banget tau!”
“Tanyakan saja pada mereka! Apa mereka datang untuk menjemputmu?” ejek Anastasya
Pada saat itu muncul seorang gadis muda yang berdiri didepan pintu. “Apakah Nona Tasya sudah siap berangkat syuting perdana hari ini?”
Hanya untuk syuting iklan saja sebegini hebohnya pake dijemput segerombolan orang? Cuihhh…..apa hebatnya dia? Natasha merasa geli dan menoleh kearah Anastasya, “Ini orang yang menjemputmu sudah datang. Jangan salah paham ya mana mungkin untuk syuting iklan dijemput seramai ini. Pergilah dengan gadis itu! Dia sudah datang untukmu.”
“Maaf saya kesini untuk menjemput Natasha! Mungkin anda sudah salah paham!” ujar gadis itu. “Bukankah anda yang akan syuting film hari ini?”
Jederrrr….bagai disambar geledek jantung Natasha berpacu cepat. Dia membelalakkan matanya melotot pada gadis itu. Apa tidak salah ini yang menjemputku? Lalu siapa orang-orang ini? Bukankah mereka datang menjemputku lantas mengapa gadis ini bilang dia menjemputku?
Ah…...ini tidak benar. Orang-orang ini datang untuk menjemput Anastasya pergi syuting iklan? Mengapa harus seramai ini yang jemput padahal dia bukan aktris?
Anastasya hanya tersenyum mencibir melihat Natasha yang telah salah paham. “Adikku sepertinya kesalahpahaman ini memang besar ya. Pergilah syuting agar kau tidak terlambat! Aku juga akan pergi syuting dengan orang-orang ini.” ejeknya.
Anastasya lalu berjalan sambil mengganggukkan kepala pada orang-orang itu yang langsung berjalan mengikutinya. Melihat itu hati Natasha semakin panas dan tidak senang. Melihat orang-orang itu yang bersikap sopan dan hormat pada Anastasya membuat hati Natasha diliputi kabut cemburu dan iri. Kedua tangannya mengepal dan dadanya naik turun menahan emosi! Dasar gadis desa ******! Awas kau!
Seakan tak peduli pada Natasha yang marah, Anastasya berjalan dengan senyum kemenangan diwajahnya. Iklan Anastasya ini akan diadakan di lokasi Cafe Moonlight terbesar. Cafe itu belum dibuka secara resmi untuk umum tetapi dekorasinya sudah selesai.
Penanggung jawab sudah mengintruksikan pada orang-orang itu agar memperlakukan Anastasya dengan baik karena gadis itu adalah gadisnya CEO Archilles. Itulah alasan kenapa Anastasya diperlakukan sangat istimewa.
Di lokasi syuting semuanya sudah siap dan tampak seorang wanita dengan wajah dingin bertanya, “Apakah si Brand Ambassador itu sudah datang? Katakan padanya harus on time!”
Anastasya yang mendengar ucapan wanita itu pun mendonggakkan kepalanya. Dia melihat seorang wanita berpenampilan layaknya seorang wanita mandiri hebat dengan riasan wajah yang menurutnya tidak cocok, wanita itu berjalan mendekati Anastasya. Disebelah Anastasya berdiri asistennya yang dipilihkan oleh Kenneth, dia pun langsung memperkenalkan Anastasya pada wanita itu.
“Nona Anastasya perkenalkan ini adalah penanggung jawab untuk pemotretan hari ini. Namanya Agnes, dulu dia bekerja sebagai asisten di kantor CEO. Dengan kehadirannya disini proses pemotretan pasti berjalan lancar.”
Anastasya hanya menggangguk dan mengulurkan tangannya pada Agnes. “Halo Nona Agnes, senang bertemu dengan anda. Namaku Anastasya tapi cukup memanggilku Tasya.” ucapnya tapi Agnes mengacuhkan dan hanya melirik Anastasya dengan tatapan sombong dan meremehkan.
“Kau tahu jam berapa kau harus tiba dilokasi syuting, ha?” ujarnya sambil melipat tangan didada.
“Jam delapan dan saya datang sebelum jam delapan.” jawab Anastasya tersenyum manis.
“Sekarang sudah jam delapan lewat sepuluh menit! Kau telat! Apa kau pura-pura tidak tahu ya? Kami menunggumu dan kau sudah merusak jadwal pemotretan kami hari ini. Kami masih banyak pemotretan ditempat lain.
Apa kau tahu berapa banyak biaya dan waktu yang sudah kau buang, ha?” ujar Agnes dengan marah. Agnes tampak seperti seseorang yang serius dengan pekerjaannya ini tapi dalam hatinya dia sangat membenci Anastasya. Karena Anastasya lah maka dia dipindahkan dari kantor CEO kesini hanya ditugaskan sebagai penanggung jawab pembuatan iklan kecil saja.
Dia sudah menggunakan semua koneksinya untuk bisa bekerja di Archilles Corp sebelum dia dipecat. Dan semua ini gara-gara Anastasya! Dia berencana akan selalu membuat Anastasya tertekan dengan pekerjaannya karena dialah alasan Kenneth memecatnya hari itu! Anastasya bisa merasakan hawa permusuhan dari gadis muda itu, ini pertama kalinya dia bertemu gadis itu jadi dia tidak tahu apa kesalahannya sehingga gadis itu sangat membencinya.