THE PROMISE

THE PROMISE
Introduce



"*Sehun, tunggu." ujar gadis kecil berkuncir dua yang berjalan tepat dibelakang anak laki-laki bernama Sehun tersebut.


Anak laki-laki bernama Sehun itupun akhirnya mengalah setelah mendengar kalimat tersebut sebanyak 5 kali.


Ia berhenti berjalan, menunggu gadis berkuncir itu berjalan mendekat kearahnya.


"Pegang tanganku, jangan lepaskan. Nanti kau ketinggalan lagi." ujar Sehun pada gadis berkuncir dua tersebut seraya memberikan tangannya untuk di genggam gadi kecil yang tersenyum manis padanya..


Gadis itu menggangguk tanda ia mengerti ucapan Sehun.


"Baiklah, ayo jalan." ujar Sehun.


5 menit berjalan, keduanya sampai di sebuah taman milik perumahan mereka.


"Tada.... Krys, kita sudah sampai." ucap Sehun.


"Wah... " Krystal berdecak kagum.


"Kemarin Eomma mengajakku kemari. Kupikir kau juga belum pernah kemari, jadi aku mengajakmu sekarang." ujar Sehun sambil berjalan kearah ayunan dan duduk diatasnya.


"Eomma ku tidak pernah mengajakku kemari." ujar Krystal sedih. Ia berjalan ke arah salah satu ayunan di samping Sehun dan duduk diatasnya.


"Jagan sedih, eomma mu dan eomma ku sama-sama sibuk. Kemarin aku hanya beruntung." setelah mengucapkan itu, Sehun turun dari ayunannya dan berjalan kebelakang Krystal. Mendorong ayunan milik Krystal agar berayun seperti yang dilakukan eommanya padanya kemarin.


"Wah... Ini menarik." Krystal berdecak kagum lagi.


"Kau suka?" tanya Sehun.


"Ne, besok kita kemari lagi ya Sehun." pinta Krystal.


"Baiklah." jawab Sehun dengan senang hati.


Hari semakin sore, namun keduanya anak kecil itu enggan untuk pulang. Keduanya tampak nyaman berbaring diatas rerumputan untuk melihat langit sore.


"Krys, jika besar nanti kau ingin jadi apa?" tanya Sehun.


Krystal bangkit, duduk bersila melihat kearah Sehun yang masih berbaring menatap langit.


"Hmm...." Krystal bepikir. "Mungkin seperti Eomma." jawab Krystal akhirnya.


"Kalau Sehun ingin jadi apa?"


"Pemain basket."


"Krystal pernah nonton tanding Basket sama paman D.O dan itu sangat keren. Sehun pasti lebih keren lagi." ujar Krystal sambil tersenyum pada Sehun.


"Kurasa begitu"jawab Sehun sambil terkekeh. "Ayo pulang, nanti kita dicari dan dikira hilang." lanjut Sehun sambil bangkit berdiri.


"Kau tidak pulang?" tanya Sehun pada Krystal yang masih duduk diatas rerumputan.


"Gendong." ujar Krystal sambil mengangkat kedua tangannya.


"Aku tidak akan mengajakmu kemari lagi jika aku harus mengendongmu pulang." ujar Sehun.


Hening. Sehun melihat kesamping dan mendapati Krystal yang sudah tertidur. Melihat itu Sehun tersenyum.


"Dasar, Krystal Putri tidur." decak Sehun*.


"Krys, bagun.. Krystal."


"Apa? Ada apa?" tanya Krystal linglung. Kemudian melihat jam yang menunjukkan pukul 01.25 dinihari.


"Kau membangunkan ku jam segini? Yaampun Syera... Aku baru tidur 2 jam yang lalu." lanjut Krystal.


"Siapa itu Sehun?"


Krystal membeku, pikirannya mendadak kosong dan rautnya menjadi datar.


"Bagimana kau tau?" tanya Krystal pada akhirnya.


"Barusan."


"Ha?" jawab Krystal refleks.


"Kau terus menyebut nama Sehun, Sehun dan Sehun. Jadi, siapa itu Sehun?" tanya Syera penasaran.


Krystal menarik selimutnya sampai menutupi wajahnya. Mengabaikan pertanyaan Syera.


"Kau tidak ingin memberitahu ku?"


Hening. Tidak ada jawaban dari Krystal.


"Apa kau benar-benar tidur? Setelah membuat ku terbangun jam segini? Aku tidak percaya ini." ucap Syera kesal menahan marah.


Kemudian memilih berjalan ke tempat tidur dan tidur.


Beberapa menit kemudian Krystal bangun. Tidak, dia tidak tidur. Dia hanya pura-pura tidur. Dia bingung bagaimana harus menjelaskan siapa itu Sehun pada Syera.


Krystal menatap Syera yang tertidur diatas tempat tidur yang tak jauh darinya. "Aku minta maaf, aku tidak tau bagimana menjelaskannya. Yang pasti dia yang membuatku pergi dan memilih tinggal disini." ujar Krystal sedih.


Itulah faktanya, Sehun membuatnya jauh-jauh pergi dari Korea ke Amerika.


Ingin membenci tapi perasaan itu masih ada. Ingin menangis tapi semua takkan berubah hanya dengan menangis. Ingin merindu tapi dia bukan lagi sosok yang pantas untuk dirindu.


Semuanya tersimpan dengan apik, dijaga dengan baik agar hati yang telah terluka tidak kembali terluka lebih dalam.


Krystal yakin, one day dia akan menemukan orang yang bisa membuatnya bahagia. Dia yakin, bahkan jika bahagianya tidak untuk Sehun tidak apa-apa.


Malam itu, dia teringat kembali. Cinta klasik masa SMA nya saat di Seoul. Indah saat semuanya baru dimulai. Menyedihkan saat semuanya berakhir.


"For someone far away, miss you again."