
Acara dibuka dengan pidato pembuka dari pembawa acara yang diikuti dengan munculnya para bintang tamu malam ini. Bintang tamu pertama yang keluar adalah Brian pendiri The World Coffee Institute, bintang tamu kedua adalah master kopi terkenal dan bintang tamu ketiga adalah Kenneth Archilles.
Pendiri asli dari The world coffe institute adalah Anastasya tapi dia sudah meminta pada Beian untuk menutupi identitasnya.
“Dan yang terakhir, mari kita sambut bintang tamu istimewa kita malam ini sang CEO dari Archilless Corp…..Tuan Muda Kenneth Archilles!” seru pembawa acara penuh semangat. Begitu nama Kenneth disebutkan, sontak para penonton bertepuk tangan dan para wanita bersorak saat muncul seorang pria tampan bertubuh tinggi kekar. Hampir sebagian tamu yang hadir di acara itu, datang hanya untuk melihat Kenneth Archilles.
Acara penghargaan malam ini juga disiarkan secara live dan direkam video, video rekaman akan diedit dan ditampilkan di blog resmi The World Coffee Institue. Acara malam ini sangat menarik perhatian karena kemunculan CEO Archilles Corp yang dikenal tampan paripurna. Tampak Kenneth berjalan dari belakang panggung dengan langkah tenang. Setelah sampai ditengah panggung, dia membungkuk memberi hormat pada semua orang dengan ekspresi dingin diwajahnya.
Kenneth mengedarkan pandangan ke sekeliling ruangan sampai matanya melihat seseorang yang dikenalnya. Matanya hampir tak percaya melihat orang itu. Apakah itu Anastasya? Tanpa sadar dia menatap Anastasya selama lima detik, jantungnya berdetak lebih cepat melihat penampilan gadis itu malam ini. Kenapa dia terlihat semakin cantik? Ah….kenapa dia memakai pakaian seperti itu? Tidak seharusnya dia memakai baju itu, dia terlihat semakin cantik dan seksi. Lalu Kenneth mengalihkan pandangannya kedepan dan menyapa para hadirin, “Selamat malam semuanya. Saya Kenneth Archilles.”
Terdengar tepuk tangan dari bawah panggung lebih antusias dari sebelumnya. Dia kembali melirik kearah Anastasya dan melihat gadis itu hanya duduk diam tak bereaksi sedikitpun, seolah dia tidak peduli pada Kenneth. Melihat itu, Kenneth merasa tak senang. Dia melihat dengan jelas lekukan tubuh Anastasya yang terbentuk sempurna karena baju yang dipakainya pas dibadan.
Pembawa acara pun segera menghentikan Kenneth yang hendak duduk setelah melihat respon dari para hadirin yang antusias dengan kehadirannya. “Tuan Muda, semua tamu yang hadir malam ini sangat antusias. Bisakah anda mengucapkan beberapa patah kata lagi untuk mereka?”
Kenneth hampir saja menolak permintaan si pembawa acara, namun dia mengingat seseorang yang berada disana dan tanpa sadar dia menyetujui permintaan si pembawa acara.
“Ehem….saya merasa sangat terhormat mendapatkan undangan dari The World Coffee Institute untuk berpartisipasi dalam acara penghargaan pada malam hari ini. Selain pemberian sertifikat penghargaan pada pemenang, saya juga akan mengumumkan Brand Ambassador untuk Cafe Moonlight setelah acara selesai.”
Natasha yang mendengar ucapan Kenneth langsung merasa senang, jantungnya berdetak kencang dan matanya berbinar-binar. Dia sudah menyakinkan diri bahwa inilah puncak kehidupan yang dinantinya. Dia akan menjadi Brand Ambassador dari Cafe Moonlight yang berarti dia akan selalu bertemu dengan Kenneth. Setelah menjadi Brand Ambassador dia juga bisa mendapatkan peran di film terbaru Sutradara Galih Saguna. Yang berarti dia akan dengan mudah melangkah ke lingkaran sosialita teratas.
Hanya dengan membayangkan hal itu saja membuat Natasha bahagia. Dia adalah juara dari kompetisi kopi sosialita dan sudah pasti dialah yang akan menjadi Brand Ambassador! Semakin tinggi angan-angannya membayangkan hal-hal yang sudah lama dia inginkan.
Sementara diatas panggung-----
Pembawa acara sedang mengucapkan kata sambutan dan mempersilahkan Kenneth duduk. Kemudian si pembawa acara memulai acara inti dengan memanggil Brian keatas panggung.
Brian tersenyum dan mengalihkan pandangannya kearah Anastasya lalu dia memandang keseluruh ruangan yang penuh dengan para tamu undangan. “Selamat malam semuanya. Sekarang kita masuk ke acara utama malam ini yaitu pengumuman hasil kompetisi. Saya akan bacakan nama-nama pemenang kompetisi. Pemenang juara ketiga adalah….”
Brian memanggil nama pemenang ketiga dan runner up lalu memberikan hadiahnya. Sekarang tibalah pada pengumuman pemenang pertama. Sejenak ruangan itu hening, lalu Brian pun mengumumkan nama pemenang pertama, “Juara pertama dari kompetisi kopi sosialita adalah….Nona Natasha Hilman! Selamat kepada juara pertama!”
Natasha menghela napas lalu berjalan keatas panggung dengan penuh semangat dan percaya diri. Tepuk tangan meriah memenuhi ruangan itu. Natasha nampak tersipu mali saat menerima trofi kejuaraan dari Brian. Trofi itu terbuat dari emas murni dan sangat berat. Natasha memegang trofi dengan erat, tapi dia merasa seperti melayang diatas awan.
“Terimakasih semuanya. Saya ucapkan terimakasih pada Brian dan juga ucapan terimakasih kepada kedua orangtua yang sangat saya kasihi atas semua dukungan moril dan doanya. Saya akan terus belajar dan bekerja lebih giat lagi.”
Natasha terlalu bersemangat sehingga suaranya terdengar tersendat. Lalu Brian berkata “Kami persilahkan kepada CEO Kenneth Archilles untuk naik keatas panggung dan mengumumkan Brand Ambassador untuk Moonlight Cafe.”
Mendengar itu membuat Natasha semakin bersemangat lagi, binar dimatanya lebih cerah dan senyumnya merekah.
Kenneth naik keatas panggung dan mengambil mikrofon, “Baiklah. Saya rasa tidak perlu berlama-lama lagi, ijinkan saya untuk mengumumkan Brand Ambassador untuk Cafe Moonlight.”
Kenneth menatap Anastasya dengan instens, sudut bibirnya terangkat lalu dia berkata “Brand Ambassador untuk Cafe Moonlight adalah…...Anastasya Fredelia Sanari. Nona Anastasya!”
Saat mengucapkan nama Anastasya, senyum dibibir Kenneth merekah. Sedangkan Natasha yang baru saja merasakan bahagia dan tersenyum manis langsung membeku! Apa-apaan ini?
Anastasya? Apa-apaan ini ? Apa aku tidak salah dengar? Dia memanggil nama Anastasya?
Sementara para tamu saling pandang dan heran. Mereka bertanya-tanya siapa orang yang baru saja disebutkan namanya. “Siapa Anastasya?”
“Kenapa bukan juara pertama yang menjadi brand ambassador?”
“Wah….wah….ini sungguh berbeda. Cafe Moonlight tidak memilih juara pertama sebagai brand ambassadornya!”
“Apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa Cafe Moonlight tidak memilih sang juara?”
“Bukankah biasanya yang menjadi brand ambassador adalah juara pertama?”
“Iya benar sekali. Jika tidak memilih juara pertama, kenapa tidak memilih runner up saja jadi brand ambassador? Tapi siapa Anastasya itu? Nama runner up dan juara ketiga bukan itu.”
Clarissa dan Danendra yang duduk bersebelahan tak bisa tenang. Keduanya menoleh kebelakang dan menatap Anastasya dengan marah. Sedangkan Anastasya merasa bingung.
Pria itu benar-benar gila! Dia tidak masuk akal sama sekali! Kenapa dia memberikan gelar Brand Ambassador cafe Moonlight padaku?
“Anastasya!” kata Clarissa dengan nada bergetar menahan amarah. “Dasar sialan! Apa yang kau rencanakan sebenarnya, ha? Mengapa kau menjadi batu sandungan bagi adikmu? Tidakkah kau berpikir tindakanmu ini sangat menyakiti hati adikmu dan mempermalukannya?” mata Clarissa melotot. Ingin rasanya dia mencekik Anastasya saat itu jika tidak ada orang lain disana. Danendra yang terkejut dan marah tiba-tiba ekspresi wajahnya berubah, lalu dia menatap Anastasya dengan tersenyum.
Keduanya adalah putrinya, siapapun diantara mereka yang mendapatkan gelar itu tidak masalah baginya yang penting dia masih bisa membanggakan diri. “Tasya, mengapa kau tidak mengatakan apapun padaku. Ini hal yang luar biasa dan sangat membanggakan, seharusnya kau memberitahuku dari awal.”
Anastasya merasakan kebenciannya pada pria itu semakin besar. Mereka meninggalkannya di kelas ekonomi sendirian ketika mereka bertiga diupgrade ke kelas bisnis. Pria itu lupa bahwa dia juga putrinya.
Dibawah ini author bagikan visual Anastasya memakai baju terusan warna putih
Yang dibawah ini visualnya Kenneth Archilles