
Tapi Anastasya tidak mau menunjukkan emosinya. Dia hanya mengangkat bahunya seolah dia juga tidak paham situasinya. Dengan memasang wajah polos dia menatap ayahnya dan berkata “Papa, sungguh….aku sama sekali tidak tahu tentang ini.”
“Bohong! Kau pembohong! Kau pasti sudah merencanakan semua ini karena kedekatanmu dengan Tuan Muda Archilles.” seru Clarissa menggertakkan giginya. “Kau benar-benar keterlaluan Tasya! Kau memanfaatkan hubunganmu dengan Tuan Muda Archilles untuk menjatuhkan adikmu!”
Clarissa mengumpat dalam hatinya, Kurang ajar! Dia pasti sengaja tidak mengatakan apa-apa pada kami. Dia sengaja pura-pura tidak tahu dan membiarkan Natasha merasa senang dengan harapan kosong. Dia pasti sudah merencanakan ini saat naik jet pribadi itu! Dia sengaja balas dendam!
Wanita itu benar-benar membenci Anastasya.
“Clarissa! Tutup mulutmu!” bentak Danendra. “Apa yang kau lakukan, ha? Apakah kau masih membela Natasha dan memperlakukan Anastasya seperti orang lain? Mereka berdua adalah putriku. Perlakukan mereka dengan adil. Berhenti memarahinya!”
Dia sudah tidak bisa berkata-kata lagi, dadanya naik turun menahan amarah. Anastasya melihat Clarissa yang mulutnya komat kamit seoleh sedang memakinya. Sebenarnya Anastasya tidak menginginkan gelar brand ambassador itu, baginya itu sangat merepotkan dan akan menghambat rencana balas dendamnya.
Tapi saat dia melihat kebencian Clarissa padanya, Anastasya pun tersenyum dan berpikir inilah kesempatan pertamanya untuk membalas mereka.
Sebisa mungkin dia akan membuat kekacauan dikeluarga itu sehingga mereka akan retak dan tidak rukun lagi. Dengan begitu akan memudahkannya mencari bukti kematian ibunya dan membalaskan dendam kematian ibu kandungnya. Situasinya kini persis seperti yang dia inginkan. Clarissa melirik kearah Anastasya yang tersenyum, dia semakin yakin jika gadis itu memang sengaja melakukan itu. Dia pun berencana untuk tidak membiarkan Anastasya mendapatkan gelar Brand Ambassador.
Gelar itu adalah milik putrinya! Anastasya tidak berhak untuk merebut apa yang seharusnya menjadi milik Natasha! Pada saat itu diatas panggung, pembawa acara mengambil mikrofon, “Nona Anastasya, kami persilahkan untuk naik keatas panggung.”
Setelah itu Anastasya pun berjalan dan naik keatas panggung. Tatapannya bertemu dengan Kenneth yang sedang tersenyum menatapnya. Hatinya merasa senang melihat gadis didepannya yang terlihat semakin cantik mempesona malam itu. Gadis yang menarik! Kenneth mengingat pertemuan pertamanya dengan Anastasya dipulau terpencil dan menghabiskan malam bersama.
Saat Anastasya berjalan keatas panggung, semua mata memandang lekukan tubuhnya dan pinggangnya yang ramping. Tatapan kagum dan terpesona dari para tamu pria apalagi saat Anastasya melemparkan senyum manisnya. Bisa dipastikan para pria menelan air liurnya.
Gadis itu berjalan dengan anggun dan luwes bak model internasional yang sedang memperagakan pakaian. Sedangkan tubuhnya memancarkan aura seorang ratu yang sedang berjalan menuju singgasananya, tegas dan kuat.
Natasha menatap Anastasya yang sangat cantik dengan lekukan tubuh sempurna. Dia tampak bersinar dan berkilau bak bintang dilangit yang menyinari malam. Matanya yang jernih dan bening seindah bulan dilangit. Senyumnya yang manis dan polos bagaikan aliran embun pagi hari yang menyejukkan hati. Melihat semua itu membuat Natasha menggertakkan rahangnya karena kesal.
Anastasya sudah berada diatas panggung lalu membalikkan badannya, para penonton semakin terpesona melihat keindahan mata besarnya yang berwarna coklat. Sebagian orang yang tadi hanya bisa melihat punggungnya kini terpesona dengan kecantikan wajahnya dengan senyum manis yang menawan. Cantik sekali! Benar-benar cantik! Tubuhnya juga sempurna!
Anastasya memiliki wajah cantik dengan kulit halus dan lembut, bibirnya penuh berwarna merah muda. Tubuhnya tinggi semampai dengan kaki jenjang nan mulus. Tubuhnya memiliki pinggang ramping dengan dada padat berisi. Sempurna! Itulah kata yang tepat menggambarkan kecantikannya. Sungguh cantik, dia memiliki kecantikan yang diturunkan oleh ibu kandungnya. Wajah cantik perpaduan Indonesia, Persia dan Belanda.
Sudah pasti si itik buruk rupa merasa malu berdampingan dengan si angsa putih nan anggun. Anastasya hanya memakai riasan tipis warna nude, jika dia benar-benar berdandan entah seperti apa cantiknya dia.
Semua orang menyukai gadis canti, bukan? Bahkan para wanita yang hadir diacara itu menatapnya takjub. Semua wanita mendambakan tubuh seperti Anastasya, bagian depan bajunya yang rendah memperlihatkan dada mulusnya yang padat dan berisi. Banyak wanita yang rela mengeluarkan uang banyak untuk melakukan operasi implan agar bisa mendapatkan bentuk dada seperti itu.
Anastasya hanya berdiri diam diatas panggung, dia nampak sangat menonjol dan bersinar. Fokus semua tamu hanya pada Anastasya. Kini tak ada seorangpun yang memperhatikan Natasha seolah mereka tak peduli lagi tentang tujuan acara malam ini.
Natasha melihat kearah Kenneth dan dia bisa melihat kalau mata pria itu hanya tertuju pada Anastasya, seolah-olah seluruh perhatiannya hanya pada Anastasya saja. Pria itu bahkan tersenyum puas menatap Anastasya dari ujung rambut sampai ujung kaki.
Melihat itu, Natasha cemburu dan sangat marah. Tujuannya malam ini adalah untuk mendapatkan perhatian Kenneth tapi pria itu malah hanya memperhatikan Anastasya saja. Matanya menatap tak berkedip seolah enggan untuk melepaskan pandangannya.
Sementara Anastasya seakan menyadari jika Kenneth terus memandangnya, sedangkan ekspresi Natasha tampak marah. Anastasya merasa senang, memang itu yang dia inginkan. Dia ingin membuat Natasha merasakan kesakitan.
Lalu Anastasya menoleh kearah Kenneth yang berdiri didekatnya lalu berbisik, “Ken….kenapa kau....”
Kenneth mengangkat tangannya dan menyela “Ini hadiah spesial dariku karena aku belum memberimu jawaban apakah aku akan menikahimu atau tidak. Anggap saja ini sebagai hadiah hantaran pertama padamu.”
Anastasya terdiam karena terkejut. Pria ini benar-benar tidak masuk akal, bagaimana lagi harus menjelaskan padanya kalau dia hanya bercanda saja waktu itu. Kenapa pria itu menanggapi serius?
‘Hadiah hantaran pertama? Hantaran pertama saja dia sudah dijadikan brand ambassador. Gelar yang sangat dimimpikan oleh banyak orang. Gadis itu heran dan tidak memahami apa yang ada dipikiran Kenneth.
Namun saat Anastasya melihat ekspresi Clarissa dan Natasha yang marah dan penuh kebencian, dia pun merasa senang bisa menjadi brand ambassador. Bukankah itu berarti aku akan banyak menghabiskan waktu dengan Kenneth? Aha…..betapa sempurnanya itu!
Kenneth mengambil mikrofon lalu berkata, “Seperti yang kalian tahu,Cafe Moonlight biasanya memilih juara kompetisi kopi untuk menjadi brand ambassador kami. Tapi tahun ini saya ingin melakukan sesuatu yang berbeda, aku hanya memilih orang yang sesuai penampilan dan karakternya untuk menjadi brand ambassador. Itulah alasan mengapa saya memilih Nona Anastasya karena karakternya sangat cocok sebagai Brand Ambassador untuk Cafe Moonlight. Jadi gelar Brand Ambassador untuk tahun ini saya berikan pada Nona Anastasya. Saya persilahkan kepada Nona Anastasya untuk menyampaikan beberapa patah kata kepada para hadirin malam ini.”
Saat Anastasya mengambil mikrofon dari tangan Kenneth, tiba-tiba seseorang berteriak marah, “Aku tidak setuju!” Natasha mengambil mikrofon dari tangan Anastasya dengan kasar. Semua orang terkejut melihat adegan itu. Mata Natasha memerah penuh amarah dan kebencian. Reaksi Natasha itulah yang diharapkan oleh Anastasya.
“Adikku, apa yang kau lakukan?” kata Anastasya dengan lembut dan wajah polosnya. Tapi Natasha mengacuhkannyia, “Bagaimana mungkin gelar brand ambassador diberikan pada orang yang tidak tahu apa-apa tentang kopi, dia bahkan berasal dari pedesaan dan tidak berpendidikan. Seharusnya gelar itu diberikan kepada orang yang berkompeten dan memiliki keahlian!” kata Natasha menjelekkan Anastasya didepan semua hadirin.