
“Tuan Muda Archilles…..aku mohon jangan batalkan kerjasama dengan perusahaan ayahku. Ini semua adalah kesalahanku dan tidak ada hubungannya dengan ayahku. Jika aku ingin menghukum maka hukum aku saja. Tolong jangan libatkan ayahku dalam masalah ini, jangan libatkan perusahaannya juga. Aku mohon…..”
Kenneth adalah orang yang tidak memiliki empati tapi saat dia melihat Natasha yang menangis terisak dengan napas terengah-engah membuatnya kesal. Dia memalingkan wajahnya enggan melihat Natasha.
“Kalau sudah seperti ini baru kau sadar jika perbuatanmu itu salah. Tapi saat kau mencuri kartu nama itu apa kau tidak menyadari itu salah? Kau sangat menjengkelkan. Tak perlu memohon padaku!”
Hati Natasha semakin sakit karena usahanya sia-sia, hal terakhir yang bisa dilakukannya hanyalah memohon pada Anastasya.
“Kak, tolong maafkan aku. Aku sadar kalau aku berbuat salah dengan mencuri kartu nama itu dari tasmu. Tapi apakah kau akan membiarkan keluargamu kesulitan dengan dibatalkannya kerjasama itu? Jika ayah bangkrut maka itu juga berpengaruh padamu juga, kak.”
Anastasya mencibir dan menatap Natasha dengan sinis. Waktu itu dia dengan sengaja memasukkan ular berbisa kekamarnya untuk membunuhnya dan juga membiarkan anjing milik Emma untuk menggigitnya sampai mati. Saat bertemu masalah seperti sekarang ini dengan gampangnya dia berkata bahwa dia adalah anggota keluarganya? Tapi bukan Anastasya jika dia tidak bisa membalas dengan kelembutan. Dengan memasang wajah sedih tak berdaya, dia merentangkan kedua tangannya.
“Adikku, kau tahu kalau sebenarnya aku tidak terlalu dekat dengan Tuan Muda Archilles. Aku hanya seorang gadis desa dan tidak tahu apa-apa. Aku sungguh tak berdaya untuk membahas masalah ini, sebaiknya kau pulang kerumah dan bicarakan masalah ini dengan papa. Berikan dia pengertian dan jelaskan semuanya, mungkin papa bisa mengatasi masalah ini.”
Natasha menatap Anastasya tak percaya, dia sama sekali tampak tak peduli dan tak bersedia membantu keluarganya? Dia tak terima dengan sikap Anastasya lalu dengan angkuh dia balik mengancamnya. “Ingat ya kak jika kami bangkrut kau juga tidak punya apa-apa. Kau akan kembali ke desa, apa kau paham itu?”
Anatasya menatapnya dengan tatapan datar dan sudut bibirnya terangkat. Tidak memiliki apa-apa? Huh….hanya keluarga Hilman saja yang tidak memiliki apa-apa, sedangkan Anastasya bukan anggota keluarga itu sebelumnya dan sekarang maupun dimasa depan dia tidak akan pernah menjadi salah satu anggota keluaarga itu. Mereka tidak pernah menganggapnya sebagai anggota keluarga.
Tapi Anastasya tidak akan pernah bangkrut seperti keluarga Hilman. Ya memang dimata orang-orang yang tidak mengenalnya mereka pasti mengira dia tidak punya apa-apa, hanya seorang gadis desa. Tapi mengapa harus takut jika ayahnya bangkrut? Toh kekayaan milik Anastasya diluar negri cukup banyak dan dia tidak membutuhkan uang ayahnya. Justru jika ayahnya bangkrut maka Natasha dan ibunya yang akan menderita, bukankah itu hal baik? Tanpa perlu turun tangan, satu dendamnya terbalaskan tapi itu belum cukup bagi Anastasya.
Hanya bangkrut saja tidak akan cukup membuat mereka menderita, mereka harus kehilangan segalanya dan hidup susah seperti yang pernah dirasakan oleh Anastasya dan ibunya. Ketiga orang itu harus merasakan penderitaan yang lebih menyakitkan, mungkin melihat Natasha mengemis dan menjual dirinya untuk bertahan hidup akan jadi hukuman yang sangat pantas!
Anastasya merasakan sakit di dadanya mengingat semua perlakuan keluarga itu padanya dan ibunya. Dia sudah tidak mau bicara lagi dengan Natasha, lalu dia melangkah pergi meninggalkan Natasha. Ada beberapa hal yang tidak perlu diungkapkan jika tidak ingin orang lain juga mengetahuinya. Natasha sudah sangat berani mencuri sesuatu yang bukan miliknya maka sekarang dia harus menerima konsekuensi atas perbuatannya.
Kenneth melihat Anastasya yang melangkah pergi segera mengejarnya. “Hei, Tasya tunggu aku!”
Natasha yang melihat pria itu mengejar Anastasya pun merasa marah sampai menggertakkan giginya. Dia semakin tidak percaya ucapan Anastasya jika dia tidak mengenal Kenneth dan tidak dekat dengannya. Dia pasti sengaja mengatakan itu untuk menyakiti Natasha dan mengejeknya bahwa dia tidak akan melakukan apapun untuk keluarga itu.
“Dasar kau pelacur ****** murahan! Udik desa tak tahu diri!” teriak Natasha tanpa kendali membuat Eros semakin geram. Kini dia sudah tahu jika wanita ini adalah palsu jadi dia tidak khawatir lagi untuk menahan emosinya terhadap Natasha. Dia tak lagi perlu khawatir jika ia memarahi wanita ini maka Kenneth akan tersinggung, toh wanita ini seorang penipu tak punya hubungan apapun dengan Kenneth.
“Keluarkan wanita palsu kurang ajar ini dari tim kru!” teriak Eros marah.
“Berani-beraninya kau!” balas Natasha marah.
“Aku adalah pemeran utama wanita dan sudah menandatangani kontrak denganmu! Memangnya kenapa kalau aku mengambil kartu nama itu dari kakakku, ha?”
Natasha berjalan pelan mendekati Eros sambil mendonggakkan dagunya penuh keangkuhan. “Dia adalah kakakku dan semua barang-barang miliknya juga milikku, dengan kata lain karena aku sudah menandatangani kontrak maka anda harus sopan dan menghormatiku! Jika tidak maka aku tidak mau syuting lagi!” ancamnya.
“Apa kau bilang? Ha ha ha ha…..sungguh tak tahu malu!” Eros tertawa terbahak-bahak.
“Apa yang lucu? Kenapa kau tertawa?” Natasha mengeryitkan keningnya dengan marah.
Eros pun menarik lengan sang produser. “Tolong kau jelaskan pada wanita tak tahu malu ini!”
Setelah kejadian itu sang produser pun tidak ingin bersikap sopan lagi pada Natasha. “Nona Hilman, sepertinya anda tidak membaca kontrak ya. Dalam kontrak tertulis jika anda melanggar kontrak maka kami dapat mengeluarkan anda dan anda juga harus membayar denda pelanggaran sebesar dua belas milyar rupiah. Aku sarankan sebaiknya kau segera pulang dan menyiapkan uang denda dua belas milyar rupiah. Pengacara kami akan segera menghubungimu atau kau akan dituntut secara hukum!”
Sontak wajah Natasha memucat. “Apa kau bilang? Omong kosong apa ini? Kenapa aku harus membayar denda sebesar itu? Dua belas milyar kau bilang?”
“Ya benar! Kau mau tahu pelanggaran apa yang kau lakukan? Kau tidak mau mengikuti peraturan tim kru, tidak mau bekerjasama masalah riasan dan kau menipu dengan menggunakan kartu nama yang seharusnya milik kakakmu dengan kata lain seharusnya Nona Anastasya lah yang menjadi pemeran utama tapi kau menipu kami semua. Oh iya…..ingat ya kasus penipuan ada hukumnya sendiri. Semua itu dapat dikategorikan sebagai pelanggaran kontrak.”
Jika bukan karena Kenneth, apakah mungkin dia akan bersikap sopan padanya? Mungkin dia sudah mengusirnya sejak awal dan mengeluarkannya.
“Kalian yang penipu! Kalian tidak memberitahuku soal itu.” ucap Natasha tak terima.
Sang produser pun mencari kontrak dan menunjukkan salah satu isi pasal didalam kontrak itu pada Natasha. “Ini dia.Lihat dan bacalah sendiri, makanya lain kali kau harus membaca teliti sebelum tanda tangan! Dasar wanita palsu bodoh!”
Natasha dipenuhi amarah tapi berusaha mengambil kontrak itu dari tangan sang produser dan membaca. Didalam kontrak itu memang benar ada tertulis jika dia tidak bekerjasama dengan tim kru dan tidak mengikuti peraturan maka dia harus membayar ganti rugi sebesar dua milyar rupiah. Matanya langsung menggelap. Dua belas milyar? Ini benar-benar dua belas milyar? Danendra pasti akan membunuhnya….
“A---aku…..aku….” dengan cepat dia meraih lengan produser. “Aku tadi hanya bercanda. Aku janji akan bekerjasama dengan baik dan mematuhi peraturan.”
Si produser mengibaskan tangan Natasha dengan kasar dan menatapnya tajam. “Sudat telat! Jika ada hal lain yang ingin kau bicarakan silahkan hubungi tim hukum kami! Petugas, tolong antar tamu ini keluar!”
“Tidak! Tidak! Lepaskan aku! Aku harus syuting, aku akan bekerja dengan baik. Aku akan melakukan syuting dengan baik dan tidak akan membuat masalah lagi. Tolong biarkan aku tetap bekerja, jangan hapus namaku!” teriak Natasha yang diseret keluar dengan kasar oleh petugas lapangan. Tak ada satu orang pun di tim kru yang menyukai Natasha dan itu semua gara-gara ulahnya sendiri!
Kini pemeran utamanya sudah diusir dan syuting masih harus berlangsung, lantas siapa yang akan jadi pemeran utama wanitanya?