THE PROMISE

THE PROMISE
BAB 95. KEJUTAN YANG MENYENANGKAN



“Tidak perlu lagi!”


“Tentu saja tidak perlu!”


Karena hal ini sudah berjalan dengan lancar, untuk apa lagi mereka pergi ke rumah keluarga Archilles? Nantinya malah akan merusak hubungan yang baik ini.


“Kalau tidak pergi…..” ujar Anastasya dengan wajah lelah. “Aku akan naik keatas untuk istirahat dulu. Aku benar-benar lelah sekarang. Nanti sore masih ada syuting untuk Brand Ambassador Sky Moon Cafe lagi.”


 


“Baiklah. Cepat pergi istirahat!” kata Danendra sambil menggenggam tangan Anastasya dan bertanya dengan prihatin. “Kau bisa naik ke kamarmu sendiri kan?”


“Iya, bisa.” jawab Anastasya mengangguk.


Dengan penuh perhatian Danendra berkata lagi, “Kalau begitu pergilah beristirahat dengan baik. Aku akan meminta semua orang untuk tidak menggangumu sampai kau bangun nanti.”


 


“Terima kasih papa. Kalau begitu aku ke kamarku dulu ya.” ujar Anastasya sambil tersenyum ringan dan berjalan naik keatas. Sebelum menaiki tangga, Anastasya juga dengan sengaja berkata kepada Clarissa, “Terima kasih tante. Aku akan mengingat kebaikanmu dan tidak akan melupakannya jika aku telah menikah kedalam keluarga Archilles.”


Clarissa merasakan hawa dingin di punggungnya, dan bersamaan dengan itu dia juga tampak sangat kesal. Gadis kecil ini sedang mengancamnya! Sayang sekali rencana yang telah dia susun dengan rapi akhirnya gagal begitu saja! Bahkan sebelum sempat dilaksanakan! Tetapi yang bisa dilakukan oleh Clarissa sekarang hanyalah memaksakan senyumnya dan membiarka Anastasya beristirahat dengan baik.


 


Danendra memperhatikan Anastasya naik ke atas dengan hati gembira lalu dia menoleh dan memberi instruksi kepada Clarissa, “Mulai hari ini dan seterusnya, kau harus meminta dan mengawasi dapur untuk membuatkan sup tonik untuk Tasya. Dia sudah bekerja keras akhir-akhir ini dan cepat kau carikan guru etiket yang terbaik untuk membimbingnya.”


 


Senyum Clarisssa tampak menjadi kaku. Guru etiket terbaik…...putri kesayangannya sendiri saja tidak pernah dicarikan guru seperti itu! Anastasya hanyalah seorang gadis desa, dia tidak punya hak apa-apa. Sekarang putrinya sedang menderita di desa sedangkan Anastasya malah diberikan minuman tonik setiap hari. Dia sudah tidak tahan lagi dengan semua ini.


 


Dia harus segera mencari cara agar bisa menjemput Natasha pulang. Dan kemudian di pesta ulang tahun Emma nanti dia akan benar-benar menghancurkan Anastasya, si gadis sialan itu! Clarissa mengepalkan tangannya dengan diam-diam dan kebencian dimatanya hampir meledak keluar.


 


Teruslah merasa bangga! Anastasya yang sekarang sedang menikmati kesenangan terakhirnya. Dia hanya bisa bertahan hidup beberapa hari lagi! Di sisi lain setelah Anastasya naik keatas, dia melepaskan sepatunya dan merangkak ke tempat tidurnya untuk tidur. Dia benar-benar lelah dan butuh istirahat sekarang.


 


Tidak peduli seberapa lelahnya dia tetap saja masih memikirkan kejadian hari ini dibenaknya. Untuk memastikan tidak ada celah yang tersisa dan kemudian dia pergi tidur dengan tenang. Tiga jam kemudian dia terbangun oleh dering jam weker diatas nakas, dia meminta Kenneth untuk memberinya cuti pagi hari sehingga dia bisa pergi syuting di sore hari.


 


Dia ingin menyelesaikan masalah di cafe secepatnya sehingga dia bisa fokus pada urusannya sendiri. Waktunya masih cukup lama jadi Anastasya berbaring ditempat tidur sebentar sebelum bangun dengan malas.


Setelah tidur nyenyak, kelelahannya sudah terhapus dan tubuhnya terasa segar kembali.


Dia mengambil ponselnya dan mendapati ada pesan dari asisten tim syutingnya.


‘Nona Tasya, lokasi syuting hari ini sudah diputuskan berada di gedung perkantoran yang lokasinya tidak jauh dari rumahmu. Aku kirimkan share lokasinya. Kau dapat datang agak larut selain itu aku juga ingin memberitahukan padamu bahwa wanita penanggung jawab yang sebelumnya begitu sombong dan mendominasi itu sudah diganti. Siapa penanggung jawab yang sekarang kau akan tahu saat kau tiba.”


 


Anastasya memiliki kesan yang baik dengan asisten mudanya ini. Dia begitu lincah dan menggemaskan. Selain itu sikapnya juga sangat tulus, asisten muda ini sengaja merahasiakannya jadi dia juga tidak bertanya lebih lanjut. Dia hanya membalas dengan “Oke aku mengerti” lalu Anastasya bangun dan bersiap-siap kemudian dengan bersemangat turun ke bawah.


 


 


“Putri kesayanganku sudah bangun? Satu jam yang lalu Sky Moon Cafe menghubungiku dan bertanya apakah mereka bisa meminjam gedung perkantoran kita untuk syuting. Kebetulan sekali perusahaan sedang tidak sibuk jadi aku langsung menyetujuinya. Nanti aku akan pergi bersamamu sekalian melihat bagaimana syutingmu.”


 


Anastasya tersenyum dengan manis dan berkata, “Oke.”


Dia melirik ke ruang tamu dan tidak melihat Clarissa lalu dengan santai dia bertanya, “Dimana tante?”


“Oooh….itu, tantemu telah belajar cukup banyak bisnis dalam beberapa tahun terakhir ini. Hari ini aku akan menemanimu pergi syuting jadi aku membiarkannya membantu mengawasi beberapa proyek dari perusahaan.”


 


Anastasya pura-pura bersikap naif dan bertanya, “Meminta tante mengawasi? Papa, ada sesuatu hal yang aku tidak tahu apakah aku perlu mengatakannya…..”


“Katakanlah.” Danendra menatapnya dengan tatapan lembut.


Dengan tenang Anastasya berkata, “Ketika di pedesaaan aku melihat banyak wanita yang setelah memiliki uang dan kekuasaan, mereka memiliki niat buruk kepada pasangan mereka sendiri. Papa, kau juga harus lebih berhati-hati. Urusan perusahaan tidak bisa diserahkan begitu saja kepada orang lain.”


“Tentu saja, bukannya aku khawatir dengan perilaku tanteku tetapi aku pikir kita tetap perlu lebih waspada. Bagaimana menurutmu?” kata Anastasya lagi menambahkan.


Danendra mengibaskan tangannya dan berkata, “Jangan khawatir. Didalam benak tantemu itu hanya ada aku. Hal seperti ini tidak akan terjadi. Aku mengerti akan hal ini dan kau tidak perlu kahwatir.”


 


Namun saat Danendra mengatakan ini, kewaspadaannya itu samar-samar mulai muncul didalam hatinya. Orang yang naif seperti Anastasya saja mengetahui hal ini tetapi dia sendiri malah telah melupakan tentang itu untuk sementara waktu. Mungkin dia benar-benar harus lebih waspada pada Clarissa.


 


“Baiklah kalau begitu.” ujar Anastasya sambil tersenyum dengan ringan. Seolah-olah dia tidak terlalu mempedulikan masalah ini. Tetapi Anastasya tahu bahwa pada awalnya Danendra adalah orang yang sangat wspada.


Setelah dia mengatakan hal ini tanpa dia perlu melakukan apa-apa sudah bisa dipastikan Danendra sendiri akan mencurigai dan lebih waspada terhadap Clarissa.


 


Dan saat Anastasya menemukan waktu yang tepat dia akan melemparkan petunjuk mengenai Clarissa dengan Raymond. Bisa dipastikan keluarga ini tidak akan damai dan tenang lagi.


“Ngomong-ngomong. Ada satu hal lagi yang aku lupa untuk beritahukan kepadamu. Kenneth bilang padaku bahwa jika aku setuju untuk menjadi pacarnya, dia berharap aku bisa mempelajari sesuatu mengenai bisnis. Bagaimana menurutmu….?”


 


“Ah, itu hal yang mudah. Nanti begitu syuting selesai kau bisa ikut aku ke perusahaan untuk belajar. Memang benar, sebagai Nyonya Muda Archilles kau harus belajar dan memahami sedikit tentang bisnis sehingga kau dapat membantu Kenneth dalam menjalankan perusahaannya.” jawab Danendra.


 


Dan saat ini, Danendra benar-benar melupakan pada ucapannya dulu bahwa seorang gadis tidak perlu mempelajari hal-hal tentang bisnis. Karena menikah kedalam keluarga kaya tidak sama dengan menikah kedalam keluarga Archilles. Meskipun dia pernah meragukan hubungan antara Anastasya dengan Kenneth sebelumnya dan sama sekali tidak berani memikirkannya.


 


Dia hanya bisa bermimpi tetapi siapa yang menyangka bahwa mimpinya itu malah menjadi kenyataan kini? Keluarga Archilles bukanlah keluarga kaya biasa. Jika ingin menikah kedalam keluarga mereka, tentu saja harus mempelajari sesuatu yang tidak dimiliki oleh gadis lainnya.