
Raymond menggangguk, meskipun dia agak kesal dengan sikap tidak percaya Clarissa. “Aku sudah bertanya pada semua orang didesa itu. Anastasya cukup dikenal baik disana bahkan kepala sekolahnya bilang kalau Anastasya adalah murid berprestasi tapi hasil ujian di perguruan tinggi tidak bagus sehingga dia tidak lulus di perguruan tinggi pilihan. Dia masuk ke perguruan tinggi tidak terkenal bahkan sekarang tempat itu sudah tutup.”
Clarissa berpikir ‘apakah aku terlalu berlebihan memikirkn anak itu? Apakah benar anak itu hanyalah gadis desa polos yang tida tahu apa-apa?
Raymond yang paham jalan pikiran Clarissa hanya menatapnya sambil menggelengkan kepala, “Rissa, jangan pikirkan lagi soal gadis itu. Dia hanya gadis desa yang mungkin sedikit pintar tapi mana mungkin dia bisa mengalahkanmu?”
“Danendra sangat mengaguminya dan mulai menyayanginya. Dia bahkan lebih menyayanginya dibandingkan Natasha. Itu alasan kenapa aku cemas! Selain itu dia juga punya hubungan dengan Kenneth Archilles yang bisa saja kelak akan mendukungnya dalam segala hal. Kau tahu bagaimana kaya dan berkuasanya dia? Aku tidak bisa membiarkan gadis itu.”
“Kenapa? Apa yang kau takutkan Rissa?” tanya Raymond. Tangannya memeluk tubuh polos Clarissa, “Tidak lama lagi Hilman Corp akan jatuh ketangan kita. Biarkan saja Danendra menyayangi siapapun yang dia mau, saat itu dia sudah tidak punya apa-apa. Lalu apa yang kau cemaskan?”
“Hem….tapi...” Clarissa tidak bisa menyembunyikan kecemasan dan rasa takutnya. Dia teringat bagaimana dulu Danendra mengubah nama perusahaan Sanari dan semua asetnya menjadi nama Hilman. Bahkan dengan begitu kejam dia menekan semua keluarga Sanari hingga tak berkutik.
Hal itulah yang membuat Clarissa cemas apalagi dengan kehadiran Anastasya. Bisa saja mereka punya rencana sendiri yang tidak diketahuinya. Dia masih membutuhkan kasih sayang Danendra saat ini untuk mendapatkan semua yang diinginkannya. Agar saat waktunya tiba, Danendra juga akan tetap mendukungnya.
“Rissa sayang, jika kau memang membencinya, aku bisa membantumu menyingkirkannya. Saat itu dia masih beruntung berada dilaut tapi kali ini aku yakin dia tidak akan seberuntung itu.” ujar Raymond.
“Nanti kupikirkan. Biarkan aku mencari solusi mengatasinya, kali ini aku tidak mau gagal dan harus terlihat rapi dan tida mencurigakan siapapun. Semua harus terlihat sempurna.” jawab Clarissa.
“Sudahlah, lebih baik kita bersenang-senang lagi…...jangan dipikirkan lagi gadis itu! Aku masih belum puas.” ucap raymond kembali menyerang Clarissa.
...*****...
Di rumahnya, Diego mendapat pesan sms di grup chat mereka, “Hei Diego apa kau sudah sampai dirumah? Ingat jalan pulang kerumahmu? Jangan sampai kau tidur dijalanan ya.”
Brandon “Ha ha ha ha orang seprti dia tahunya hanya mabuk dan sibuk mencari penyelamatnya yang hilang entah kemana.”
Diego : “Aku sudah menemukan penyelamatku dan mulai hari ini aku akan berhenti minum!”
Keenan : “ Apa kau bilang barusan? Berhenti minum? Apa kau sedang mimpi Diego?”
Brandon : “Kurasa dia sudah kehilangan akal sehatnya! Mana bisa dia tidak mabuk.”
Kenneth : ???
Keenan : ???
Brandon : ???
Kenneth : “Apa ada yang salah dengan otakmu? Saking inginnya bertemu dengan penyelamatmu kau langsung kehilangan akal.”
Selama ini Diego mencari Anastasya dan karena merasa stree, diapun mulai mabuk-mabukan. Tapi tidak disangka, malam ini dia malah bertemu dengannya tanpa disengaja. Jadi untuk apalagi dia minum dan mabuk? Semua bebannya sudah hilang malam ini. Selama Anastasya tinggal di negara ini maka dia pasti akan mudah menemukannya kapan saja.
“Aku jatuh cinta pada pandangan pertama. Aku akan menunjukkan padanya kalau aku pria baik dan pantas untuk mencintai dan menjaganya.” ujar Diego penuh percaya diri.
“Apa? Jatuh cinta pada pandangan pertama? Ya ampun…..apa kiamat sebentar lagi?” kata Brandon.
“Kenapa kalian semua malah jatuh cinta? Wanita terlalu merepotkan, kalian ini semua aneh.” ujar Kenneth.
“Dia sangat cantik, luwes, anggun dan elegan. Oh….dia juga jago berkelahi! Ya gadis itu luar biasa, tidak ada seorangpun yang tidak akan jatuh cinta padanya.” balas Diego tersenyum sambil membayangkan wajah cantik Anastasya.
Begitu pesan chat Diego terkirim, ketiga temannya langsung mengirimkan emoticon bunga dan love bertebaran. “Selamat ya! Nona muda dari keluarga mana itu? Cepat lamar dia, jika dia menolakmu maka kami akan membantumu menculik dan mengikatnya lalu melemparkannya ke ranjangmu!”
“Apa maksudmu berkata seperti itu? Dia gadis spesial dan harus diperlakukan spesial, ok! Tidak boleh ada yang menyakitinya!” balas Diego yang heran dengan tingkah teman-temannya itu.
Tanpa dia sadari dia malah menoleh kearah ranjangnya dan terbayang Anastasya berbaring disana. Plakkk….Diego menampar wajahnya untuk menyadar diri. Sialan! Kenapa pikiranku jadi mesum ya? Frederika alias Anastasya adalah wanita idamannya, bisa-bisanya dia berpikiran jorok dan tak ada akhlak? Kemudian Diego mengirimkan pesan lagi ke grup, “Keenan, jika kau masih bicara konyol maka aku akan membunuhmu! Kalian dengar baik-baik ya tidak ada seorang pun yang boleh mengganggu wanitaku!”
“Jadi kau serius jatuh cinta? Baiklah kalau begitu aku minta maaf atas semua ucapanku, tolong sampaikan maafku pada calon iparku ya! Oh iya kau belum mengatakan siapa gadis itu, dari keluarga mana dia berasal? Nenekmu sudah menginginkan cicit sejak lama dan dia juga mengatakan kalau dia tidak peduli calon istrimu berasal dari keluarga mana asalkan dia memiliki latar belakang baik dan bersih.” ucap Keenan. “Nenekmu berbeda dengan nenek dari keluarga Archilles yang hanya menginginkan cucunya menikahi wanita dari keluarga kaya dan terhormat!”
Saat itu Kenneth sedang berada dalam situasi yang baik karena dia merasa telah membuat Anastasya berhutang budi padanya. Tapi saat dia membaca pesan yang ditulis Keenan di grup, dia pun marah lalu melemparkan ponselnya ke ranjang. Ekspresi wajahnya muram lalu dia melanjutkan pekerjaanya, tatapannya kini fokus ke komputer didepannya.
Tak lama Kenneth mengambil ponselnya dan menghubungi asistennya, “Apa saja jadwalku besok?”
Asistennya tidak lagi terkejut menerima telepon dari Kenneth di tengah malam, pria itu sering sekali menghubunginya saat larut malam hanya untuk urusan pekerjaan maupun urusan sepele saja. Rian pun langsung bangun dari tidurnya dan memeriksa jadwal Kenneth untuk besok. “Besok pagi ada kunjungan untuk melihat lahan yang baru dibeli untuk pembangunan proyek baru, setelah itu meeting dengan arsitek dan desainer. Sore hari anda bermain golf dengan CEO Adriano dilanjutkan makan malam bersama.”
“Batalkan semuanya. Kosongkan jadwalku besok.”
“Apa? Semua dibatalkan? Apakah anda punya acara penting besok?”
“Ya. Aku mau mengawasi proses syuting Cafe Moonlight. Kamu gantikan aku untuk meeting dengan arsitek dan desainer. Jadwal lainnya batalkan saja semua.”
“Baiklah.” jawab asistennya. Asisten itu bingung kenapa tiba-tiba Kenneth ingin mengawasi syuting? Dia pun semakin yakin jika Kenneth dan Anastasya pasti ada hubungan tertentu, kalau tidak mengapa dia sampai membatalkan semua jadwalnya hanya untuk melihat langsung proses syuting?
Benar-benar gila! CEO bahkan tidak peduli dengan proyek bernilai ratusan milyar hanya demi melihat sebuah proses syuting Brand Ambassador? Apakah CEO jatuh cinta? Memang sih gadis itu sangat cantik dan seksi, dia gadis yang sempurna dan cocok jika berpasangan dengan CEOnya. Asisten itupun senyum-senyum sendiri memikirkan tingkah konyol Kenneth…..cinta memang gila, cinta membuat orang kehilangan logika!