
Itulah yang diajarkan oleh orangtua angkatnya kepada Anastasya, Jika kedua orang tua angkatnya memilih pasien berdasarkan tinggi rendahnya status dan level seseorang,maka anak yang ditinggalkan oleh seorang penculik dipinggir jalan dan tampak seperti pengemis saat itu karena mengalami demam tinggi kemungkinan besar sudah tidak ada didunia ini sekarang.
Paras muka Anastasya tampak begitu serius.
Tadinya Kenneth berada disebelahnya ingin mengatakan sesuatu tetapi setelah dia membuka mulutnya beberapa kali tapi akhirnya tak ada satu katapun yang keluar dari mulutnya. Hanya saja dia melihat bahwa sikap Anastasya terhadap Diego dan dirinya tampaknya menjadi lebih dingin dari sebelumnya. Dia merasa seperti ada sesuatu yang mencekik tenggorokannya, kekesalannya sulit untuk diungkapkan. Kemudian Anastasya pun dibawa ke lantai tiga belas.
Begitu mereka keluar dari lift, Anastasya mendengar suara Keenan dan Brandon yang sedang berdebat. “Kau ini sudah cukup ya! Dari tadi terus mengatakan cinta sejati----cinta sejati. Memangnya mantan tunanganmu bukan cinta sejati?”
“Kau juga sama! Sudah cukup ya. Seorang jomblo sejati sepertimu tahu apa? Masih bilang apa itu cinta pada pandangan pertama. Kau itu hanya karena cewek saja sudah lupa pada teman-temanmu. Aku rasa lebih baik kau berikan saja dia kepadaku!” ujar Keenan pada Brandon.
“Apa kau bilang? Memberikannya padamu? Lebih baik kau langkahi dulu mayatku!” teriak Brandon.
“Dasar bocah! Apa kau serius?”
“Tentu saja aku serius!” balas Brandon lagi tak mau kalah.
Saat Anastasya melihat kedua pria itu berdebat entah karena masalah apa dan dia juga merasa kalau keduanya terlihat akan adu jotos lalu dengan cepat berkata, “Disini rumah sakit, apa yang kalian lakukan?”
Brandon dan Keenan langsung terkejut bersamaan dan mereka melihat kearah pintu lift. Mereka berdua tampak sangat terkejut melihat Anastasya.
“Anastasya mengapa kau ada disini?” tanya Brandon yang lebih dahulu menghampirinya lalu diikuti oleh Keenan.
Baru saja Anastaasya ingin bicara ketika Kenneth bergegas berjalan kedepannya dan berkata, “Ada kemungkinan dia punya cara untuk mengobati orang itu jadi aku membawanya kesini untuk melihatnya. Kalian berdua jangan membuat masalah lagi. Jika tak ada lagi kerjaan, lebih baik kalian berdua pulang dan tidur saja.”
“Tidak! Tidak! Kami tidak tidak sibuk. Iyakan Brandon?” ujar Keenan melirik Brandon. Sedangkan Brandon yang dilirik oleh Keenan sama sekali mengacuhkannya. Dia langsung bertanya pada Anastasya, “Kau bisa mengobati penyakit mental?”
Dengan rendah hati Anastasya menganggukkan kepala,”Aku paham sedikit mengenai PTSD. Jadi aku datang kesini dan ingin mencobanya. Dimana bangsal pasien itu?”
Diego menunjuk ke bangsal yang ada disebelah kanan, “Itu disana.”
Anastasya lalu berjalan kesana dan masuk kedalam ruangan itu. Diego menatap Anastasya dari belakang lalu mengeluarkan ponselnya kemudian menelepon. “Kau dimana? Cepat datang kelantai 13 untuk menemui pasienmu.”
Kenneth menatap Diego, dia mengeryitkan keningnya, “Siapa yang kau telepon?”
“Dokter yang merawat orang itu. Dia seorang psikolog terkenal yang aku rekrut dari luar negeri. Dokter Irene.”
Kenneth pernah mendengar tentang dokter Irene. Dia memang sangat ahli dna berwibawa, dia juga berguru pada Raymond dan istrinya. Raymond dan Valeria istrinya adalah dokter terkenal didunia psikologi, tentu saja murid dari sepasang suami istri ini pasti sangat hebat.
Diego mengangkat bahunya dan berkata, “Aku khawatir dia mengobatinya sampai mati jadi lebih baik aku meminta dokter Irene kesini untuk membantu dan mengawasinya. Biar aku beritahu padamu ya orang ini sangat penting bagi kita.
Kita juga belum tahu bagaimana keterampilan medis Anastasya. Jangan karena dia adalah temanmu jadi kau terlalu longgar. Ingat ya Ken, jangan sampai terjadi kesalahan fatal apapun pada orang ini.”
Kenneth menatap Diego dengan tatapan muram, tanpa mengatakan apa-apa lagi dia langsung melangkahkan kakinya dan berjalan menuju bangsal. Yang lainnya pun mengikuti Kenneth masuk juga kedalam bangsal itu.
Mereka melihat didalam bangsal Anastasya sedang menggunakan metode pengobatan tradisional seperti melihat, mendengar, merasakan dan yang lainnya untuk mendiagnosis pria kurus yang ada ditempat tidur itu. Pria itu kurus sekali hingga tampak seolah-olah hanya tulunag dibungkus kulit saja.
“Pria ini tidak sadar, mata lesu, energi hati tidak stabil serta memiliki gangguan sekresi. Dia juga mengalami gejala ketakutan dan jantung berdebar-debar setelah aku mengeluarkan suara, ini memang tipikal gejala stress pasca trauma.” ujar Anastasya.
Brandon dan Keenan yang berdiri disebelahnya langsung bertepuk tangan gembira seperti anak kecil yang baru mendapat balon, “Itu benar! Nona Anastasya, semua ucapanmu itu benar!”
“Aku tidak menyangka ternyata Nona Anastasya juga memiliki kemampuan medis. Aku semakin mengaguminya.”
Diego mengerucutkan bibirnya karena tidak setuju. Dia sudah lebuh dulu memberitahu Anastasya bahwa pria itu mengalami PTSD. Dan barusan Anastasya mengatakannya lagi. Jadi apa hebatnya? Bersamaan dengan itu pintu bangsal didorong terbuka.
“Dokter Iren?” Diego buru-buru menyapanya dan berkata pada Anastasya, “Ini Dokter Irene. Dia adalah ahli psikolog terkenal didunia. Ilmu medisnya dia pelajari dari ahli yang kompeten yaitu Dokter Raymond dan istrinya.”
Mendengar nama Raymond disebutkan, mata Anastasya langsung bergerak sejenak. Bukankah itu nama orangtua angkatnya? Anastasya tidak terlalu ingat dengan semua murid-murid dari kedua orangtua angkatnya karena mereka memiliki banyak murid. Dia juga tidak tahu apakah murid-murid itu juga mengenalinya. Anastasya tampak sedikit khawatir.
Irene memakai masker sehingga dia tidak dapat melihat ekspresinya, lalu Irene mengulurkan tangan pada Anastasya dan menyapanya dalam bahasa Inggris, “Halo. I’m Irene. Are you a family member of this patient?”
Anastasya menghela napas lega karena Irene tidak mengenalinya. Tepat ketika Anastasya baru saja hendak bicara ketika Diego sudah menjawab lebih dahulu. “Nona Anastasya dia sedang menyapamu. Apakah kau mengerti bahasa Inggris? Aku dapat membantumu menerjemahkannya jika kau tidak mengerti.”
Orang yang tumbuh besar dipedesaan seharusnya tidak tahu bahasa Inggris dan kalaupun dia bisa bahasa Inggris pasti tidak terlalu bagus, kan?
Tapi sedetik kemudian Anastasya berkomunikasi dengan Irene dalam bahasa Inggris dengan aksen penutur asli. Dan selama percakapan itu ada terdengar kata-kata ‘acupuncture’ dan ‘moxibustion’ serta ‘neurasthenia’ yang tidak dipahami oleh Diego. Sesaat pria itupun tertegun mendengar kemampuan bahasa Inggris Anastasya. Bahkan bahasa Inggris Anastasya jauh lebih baik daripada level bahasa Inggris Diego yang sudah dia pelajari sejak kecil.
Diego merasakan sakit dan panas diwajahnya yang terasa terbakar karena malu. Tepat ketika Diego sedang meragukan kehidupannya, tiba-tiba terdengar suara Kenneth, “Sudah kubilang kan tadi? Jangan meremehkan wanita.”
Jika wanita sudah kejam jangankan bahasa Inggris, wajah mereka sendiripun bisa mereka gores dengan pisau. Terlebih lagi sekarang dia benar-benar merasa bahwa Anastasya pasti tidak tumbuh besar di pedesaan. Selain balas dendam, dia pasti ada menyembunykan sesuatu lagi.
Diego pun hanya bisa menghela napas dalam-dalam untuk menenangkan suasana hatinya. Itu hanya bahasa Inggris saja. Ada banyak orang yang memang terlahir dengan bakat berbahasa yang baik, selain ibu kandung Anastasya adalah Nyonya Sanari yang sangat terkenal di Jakarta dulunya. Tak perlu waktu lama baginya untuk melihat kemampuan bahasa Inggris Anastasya memang sangat baik. Meskipun bahasa Inggrisnya baik bukan berarti keterampilan medisnya juga baik.