
“Misalnya, pada adegan pertama saat kau mendorong pintu harusnya tidak langsung membentangkan payung untuk dirimu, kau harus langsung berlari menerobos hujan menjemput pelanggan. Kau harus berlari memegang payung lalu membuka payung setelah dekat dengan pelanggan. Saat berlari ekspresi wajahmu harus terlihat cemas.”
“Ha ha….” tawa Anastasya pun lepas. Cuaca saat ini mendung dan suhu udara turun, hujan buatan itu akan lebih dingin. Anastasya saat ini sedang datang bulan jadi tubuhnya rentan pada cuaca dingin. Jika dia terkena hujan berulang kali maka dia pasti sakit. Agnes benar-benar berencana untuk membuatnya sakit.
“Kenapa kau tertawa? Apa ada yang lucu dengan penjelasanku, ha? Jangan buang waktu lagi, ayo mulai lagi syutingnya.” perintah Agnes. Karena Agnes adalah penanggung jawab syuting hari ini maka para kru pun tidak bisa menolaknya. Mau tak mau mereka terpaksa meminta Anastasya mengulang syuting lagi untuk kedua kalinya.
“Nona Tasya, harap maklum ya. Memang penanggung jawab kami ini sudah keterlaluan. Tapi kau lihat, waktu syuting sudah mau habis, bagaimana kalau kita lakukan pemotretan sekali lagi saja?” bujuk sutradra.
Ekspresi sutradara dan fotographer seakan memohon pada Anastasya, dia bisa saja menolak permintaan Agnes tapi itu akan berimbas pada semua tim, mereka tidak akan bisa menyelesaikan pekerjaannya. Anastasya tidak mau membebani para tim, akhirnya diapun menyetujui.
“Baiklah, ayo kita lakukan pemotretan sekali lagi.”
“Terimakasih Tasya. Kau sangat berbakat, kau pasti bisa lulus hanya dengan sekali syuting.”
Agnes mencibir, lulus hanya sekali syuting? Cuihhh mana mungkin gadis desa itu mampu. Anastasya masih yakin pada kemampuannya, dia tetap tersenyum tanpa beban sama sekali.
Pemotretan pun berlanjut, tampak Anastasya membuka pintu cafe dengan payung di tangan, lalu dia berlari ditengah hujan deras yang membekukan.Setelah sampai didepan pelanggan, dia membuka payung untuk melindungi pelanggan dari hujan.
“Terimakasih.” ucap pelanggan tersenyum dan keduanya berjalan masuk ke cafe moonlight. Pemotretan pun selesai.
“Apakah sudah memenuhi syarat?” tanya Anastasya.
“Videonya sangat bagus. Sudah bisa langsung dipakai.” ucap sutradara melirik Agnes. Agnes tampak sedang menonton video itu dengan seksama dan mengulangnya beberapa kali.
“Masih jelek! Tidak memenuhi syarat! Ulangi lagi sampai hasilnya sempurn!” ucap Agnes “Kau harus menginjak genangan air itu, mengapa kau justru menghindari genangan airnya?”
“Nona Agnes, saya tidak perlu sampai seperti itu. Itu terlalu berlebihan.” ujar sutradara. Dia sadar jika Agnes ingin mengerjai Anastasya dan sutradara itu ingin membela modelnya.
Anastasya pun tidak mengatakan apa-apa lagi. Dia mengganti pakaiannya yang basah lalu melakukan syutinglagi. Kedua kali….ketiga kali….keempat kali….
Entah sudah berapa kali Agnes menyuruh mengulang syuting. Anastasya sudah merasa lelah, kondisi fisiknya sudah tidak bisa mengimbangi lagi, bibirnya pucat.
Tapi Agnes semakin menggila dan tidak mau berhenti. Dia benar-benar ingin menyiksa Anastasya sampai mati. “Ulangi lagi! Kau ini tidak bisa akting sama sekali ya! Kau harus berlari lebih cepat dan harus basah kuyup.”
Pemotretan pun diulang kembali entah untuk keberapa kali, saat Anastasya mendorong pintu Cafe Moonlight dan melangkah dua langkah kedepan, sosok tinggi berdiri didepannya.
Siapa ini? Pikirnya.
Anastasya yang bingung mendengar sebuah suara yang tak asing. “Matikan hujan buatannya! Hentikan syuting!”
Kenneth? Suara ini suara Kenneth?
Hujan buatanpun berhenti. Anastasya tertegun dan tersadar saat hujan berhenti. Agnes yang sedang mengamati dari jauh pun terkejut melihat kehadiran Kenneth disana, dia melihat Kenneth menerobos hujan untuk menghentikan Anastasya dan memeluknya. Tanpa sadar tangannya memegang dadanya yang terasa sakit melihat adegan Kenneth memeluk mesra Anastasya.
Rasa takut pun mulai menyergapnya,tubuhnya gemetar dari kepala hingga ujung kaki. Kenneth dan Anastasya? Merek berpelukan dan saling pandang? Mereka…..?
“Selamat malam Tuan Archilles.” seseorang langsung menyapa lalu diikuti yang lainnya. Mereka melihat adegan saat Kenneth berlari dan memeluk Anastasya. Semua mata melirik kearah Agnes dan mencibir padanya. Sontak Agnes merasa tubuhnya seperti terjatuh ke lautan es. Celaka….dia benar-benar celaka kali ini…..
Seorang brand ambassador bisa membuat seorang CEO begitu melindunginya? Ada apa sebenarnya? Kenneth tak melepaskan rangkulanya, dia merangkul Anastasya dan berjalan menuju mobil MPV hitam yang diparkir tidak jauh dari sana.
Saat dia melewati Agnes, dia menghentikan langkahnya. Agnes merasakan tatapan setajam belati yang seolah menyayatnya, keringat dingin mengucur disekujur tubuhnya. Dia bahkan takut mengangkat wajahnya, ingin rasanya dia berlari dan memasukkan dirinya kedalam lubang saat ini.
Akhirnya Kenneth membawa Anastasya pergi tanpa melepaskan rangkulannya. Pria itu tidak mengatakan sepatah katapun pada Agnes. Gadis itu merasa lega dia merasa bisa bernapas lagi. Baguslah….bagus sekali…..akhirnya aku selamat, pikirnya. Paasti Kenneth mengingatnya sebagai asistennya dulu. Akhirnya dia berpikir bahwa hubungan Kenneth dan Anastasya tidak sebaik yang dia kira. Nyatanya pria itu tidak melakukan apapun pada Agnes.
Tangannya mengusap keningnya yang banjir keringat dingin, lalu muncul senyum diwajahnya karena Kenneth tidak mengatakan apapun. Tapi tiba-tiba Kenneth berteriak dengan suara marah.
“Intruksikan pada seluruh perusahaan yang berada dibawah Archilles Corp bahwa tidak ada yang boleh mempekerjakannya lagi! Jika ada yang berani merekrutnya maka aku akan menghancurkan siapapun itu!” nada suara Kenneth sangat marah.
Agnes terkejut….apa yang dimaksudnya itu aku? Agnes pun mengangkat wajahnya dan tatapannya bertemu dengan mata Kenneth yang gelap dan dingin. Tatapan pria itu sangat tajam tanpa menunjukkan belas kasihan sedikitpun. Orang yang tidak diterima Archilles Corp berarti tidak akan diterima perusahaan manapun.
Dengan kata lain, dia dikeluarkan dari seluruh perusahaan secara permanen. Habislah sudah! Kaki Agnes langsung lunglai dan dia terjatuh ke tanah. Akibat hujan buatan, tanah itu basah sehingga pakaiannya kotor. Dia terlihat sangat menyedihkan.
Bagaimana ini bisa terjadi? Dia hanya melakukan pekerjaannya saja tapi kenapa Kenneth malah memecatnya tanpa alasan? Tidak…..ini tidak bisa dibiarkan! Agnes berjuang untuk berdiri dan berlari menghampiri Kenneth. “Tuan Muda Archilles! Kau tidak bisa memecatku begitu saja tanpa alasan yang jelas! Kau harus tahu duduk masalahnya sebelum memecatku!”
Hanya beberapa langkah lagi dari Kenneth, para pengawal langsung menghentikan Agnes dengan kejam dan menghalangi gadis itu seperti tembok besi,
“Minggir kalian semua! Aku harus bicara dengan Tuan Muda Archilles!” teriaknya marah. Para pengawal itu seperti robot yang tak bergerak sedikitpun dan hanya menatapnya dengan acuh tak acuh seakan Agnes adalah barang tak berharga sama sekali. Agnes berdiri membeku tak berdaya, dia menoleh ke belakang dengan harapan ada yang datang membantunya atau mengatakan sesuatu padanya.