
Orang yang memegang ponsel itupun berkata, “Apakah Tuan Muda Archilles sudah mengantuk? Setelah minum banyak anggur rasanya lebih baik jika menginap dihotel ini saja. Kebetulan besok kita bisa berangkat bersama untuk melihat tanah pembongkaran yang berada dipinggiran kota itu.”
Tepat saat Kenneth hendak menolak ucapan pria itu, ponselnya tiba-tiba bergetar. Dia mengeluarkan ponselnya dan melirik sekilas untuk melihat siapa yang menghubunginya. Ternyata mamanya yang mengirimkan SMS.
[Cepatlah pulang malam ini, keluarga Handoko sedang bertamu kesini dan aku melihat bahwa putrinya cukup baik. Cepatlah pulang untuk bertemu dengannya.]
Kenneth enggan menanggapi, dia hanya mengeryitkan kening dengan kesal. Kemudian dia melirik pria yang tadi bicara. “Kamar yang mana?”
Pria itupun langsung merasa gembira dan dengan cepat menyerahkan kartu kamar untuk kamar suit yang berada dilantai paling atas hotel. Kenneth mengambil kartu kamar itu dan berkata dengan acuh tak acuh, “Kalau begitu aku istirahat dulu, maaf aku tidak bisa menemani kalian lagi.” Dia pun melangkah menuju pintu ruang perjamuan.
Saat dia baru berjalan beberapa langkah, tiba-tiba dia merasakan kepalanya agak sakit, tadi selama di perjamuan dia terus-terusan memikirkan Anastasya. Dia hanya memikirkan bagaimana dia bisa membantunya hingga tak sadar sudah minum begitu banyak anggur. Anggur merah memiliki kadar alkohol yang lumayan tinggi, jika orang biasa yang meminumnya dan bukan Kenneth, orang itu pasti sudah mabuk berat sekarang.
Kenneth menekan pelipisnya kemudian menekan tombol lift menuju keatas. Anastasya masih ada syuting besok jadi Kenneth harus cepat beristirahat dengan baik agar besok pagi dia bisa bangun untuk menemani Anastasya.
Sementara itu dilantai atas.
Tidak lama setelah Anastasya tiba didalam kamar suite, pelayan keluarga Hilman mengantarkan sekantong pakaian. Selain pakaian, didalamnya juga ada sebuah CD. “Apa ini?” tanya Anastasya curiga.
“Uhukk….uhukk...” sipelayan terbatuk, “Ini….aduh maaf aku tidak enak mengatakannya. Kau buka dan lihat sendiri saja.”
Anastasya tidak banyak bertanya lagi lalu dia mengambil CD itu dan masuk kedalam kamar suite. Tapi pelayan itu malah mengikutinya kedalam kamar, Anastasya pun menatapnya penuh curiga. “Tadi bapak berpesan padaku untuk melihatmu berganti pakaian, jadi kalau kau butuh bantuan aku masih ada disini untuk membantumu.”
Anastasya tidak mengatakan apapun, hanya mengeryitkan dahi. Dia membuka tas pakaian dan yang berad didalam tas itu tampak sangat aneh.
Dia mengeluarkan pakaian aneh itu dan sesuatu jatuh ke lantai. Dia mengambil pakaian itu dan melihatnya, betapa terkejutnya Anastasya saat melihat bahwa itu adalah lingerie yang dapat membangkitkan gairang seorang pria. Saking kesalnya dia menggertakkan gigi sambil memaki Danendra. Demi meraih keuntungan dan mencapai keinginannya, Danendra benar-benar tega melakukan semua ini. Dasar bajingan!
Anastasya semakin membencinya, dia berharap bisa merobek-robek pakaian itu. Tapi si pelayan masih berdiri disana dan menatapnya, mau tak mau dia hanya bisa menahan emosi dan membawa pakaian itu ke kamar tidur. Setelah beberapa saat Anastasya selesai berganti pakaian dan keluar. Saat si pelayan yang sedang menunggu itu melihat Anastasya keluar dengan pakaian spesial itu, matanya langsung melotot dan tak bisa beralih ke tempat lain meskipun dia seorang wanita.
Sontak wajah pelayan itupun memerah karena malu dan hatinya berdesir. Dengan suara bergetar dan ragu-ragu dia berkata, “Aku---aku akan keluar sekarang. CD-nya sudah aku masukkan kedalam cd player, kau bisa menekan tombol play untuk menontonnya. Aku pergi dulu….”
Pelayan itu tampak tersipu dan bergegas pergi, dia merasa sangat malu akrena telah melihat dan mengagumi seorang wanita padahal dia sendiri juga seorang wanita.
Tapi, jika Kenneth sebagai seorang pria jika melihat ‘barang bagus’ seperti nona besarnya itu sudah bisa dipastikan tidak akan bisa mengendalikan dirinya. Dan jika rencana ini berhasil maka Danendra majikannya akan memberinya bonus besar! Meskipun si pelayan itu merasa canggung tapi akhirnya dia pergi dengan senang hati membayangkan bonus yang sudah didepan mata. Kini hanya ada Anastasya di kamar suite yang besar itu. Dia memperhatikan pakaian aneh yang dipakainya dan dia merasakan hawa dingin di hatinya.
Untuk pertama kalinya dia mengenakan pakaian seksi seperti itu. Anastasya hendak kembali kekamar untuk mengganti pakaiannya tapi dia tidak melihat pakaiannya disana, pakaiannya telah diambil oleh pelayan itu. “Brengsek!” Biasanya Anastasya bisa mengendalikan emosinya dengan baik tapi kali ini dia tidak bisa mengendalikannya untuk mengucapkan sumpah serapah.
Dia tidak punya pilihan lain,dia akan bertemu Kenneth dengan pakaian seperti itu. Tapi dia merasa kalau Kenneth tidak tertarik padanya jadi apapun yang dia pakai tidak akan jadi masalah. Dia pun menghela napas lega.
Dia pun kembali keruang tamu dan melihat remote TV diatas meja. Rasa penasarannya akan CD tadi, dia mengambil remote TV. Seharusnya dengan berpakaian seksi itu saja sudah cukup tapi kenapa Danendra mengirimkan CD juga, untuk apa? Dia pun menekan tombol play. Drama Korea? Anastasya memicingkan matanya dengan penuh curiga. Mengapa Danendra ingin dia menonton drama Korea? Apa tujuannya supaya suasana lebih romantis?
Detik berikutnya tampak seorang pria dan wanita mulai memainkan drama dan alur ceritanya sangat memalukan dan sulit dijelaskan. “Apa-apaan ini?”
Mata Anastasya membelalak lebar, kedua kakinya lemas seketika. Selama ini dia merasa jika dirinya berpengetahuan luas tapi ini pertama kalinya dia melihat hal-hal seperti itu selama hidupnya. Saat ini juga Anastasya sangat ingin menyeret Danendra dan mengutuknya sampai mati. Saking terkejutnya, tangannya gemetaran dan remote TV yang berada ditangannya pun jatuh ke lantai. Saat itu juga dia tersadar dari keterkejutannya lalu buru-buru membungkuk untuk mengambil remote.
Namun karena dia terburu-buru, tanpa sengaja dia menendang remote itu masuk kebagian bawah sofa. “Sial!” gerutunya. Semakin dia panik maka keadaan pun semakin kacau. Lalu Anastasya menarik napas dalam-dalam dan sekuat tenaga dia berusaha mengabaikan suara-suata aneh pria dan wanita di layar TV. Setelah menghela napas berkali-kali dan dia mulai merasa tenang, dia menyalakan flashlight di ponselnya untuk menyinari bagian bawah sofa.
Dia bisa melihat remote itu berada jauh ditepi sofa bagian dalam, mau tak mau dia berlutut lalu mengulurkan tangan untuk meraih remote. Sementara itu, Kenneth yang sudah mabuk berjalan menuju kamar suite lalu menggesek kartunya dua kali lalu pintupun terbuka. Namun saat dia mendorong pintu itu dan melangkah masuk, dia mendengar suara seorang pria dan wanita yang sedang bercinta. Apa dia salah masuk kamar? Kenneth mundur selangkah dan memeriksa kartu kamarnya dengan teliti.
Setelah memastikan kalau dia tidak salah kamar, diapun masuk kedalam. Tetapi disaat bersamaan dia yakin bahwa telinganya tidak salah dengar. Siapa yang sudah berani melakukan hal menjijikkan itu dikamarnya? Karena efek alkohol, Kenneth tidak sesadar biasanya dan emosinya mudah tersulut.
Dia berjalan keruang tamu setelah menutup pintu, dengan wajah dingin dia melihat ada seorang wanita berpakaian seksi sedang berlutut dilantai dengan punggung menghadap kearahnya.
Bentuk tubuh wanita itu sangat bagus dan seksi terutama bagian pinggang yang ramping dan bokong yang padat berisi sangat menarik. Yang membuat mencolok adalah ekor putih kecil yang terdapat dibagian belakang pakaiannya. Ekor itu bergerak kekanan dan ke kiri mengikuti gerakan wanita itu. Ini merupakan pengaruh visual yang sangat kuat bagi mata pria. Tidak akan ada seorang priapun yang bisa bersikap tenang dihadapkan pada pemandangan itu kecuali dia bukan laki-laki normal.