THE PROMISE

THE PROMISE
BAB 58. CINTA DITOLAK



Awalnya Brandon merasa sangat yakin bisa mendekati Anastasya bukan karena latar belakang keluarga Brandon yang kaya tapi karena dia juga memiliki bakat luar biasa. Ketika berada di ketentaraan dia adalah prajurit terbaik dan sekarang dia seorang pebisnis handal yang cukup ditakuti kemampuannya dalam bisnis.


Keluarga Bagaskara adalah salah satu dari empat keluarga terpandang di ibukota. Satu ucapannya mampu membuat orang-orang tunduk padanya. Tetapi didepan Anastasya, dia merasa seperti anak kemarin sore. Brandon memaksakan senyum diwajahnya. “Aku mengerti. Tenanglah! Aku tidak akan membiarkan orang lain tahu bahwa namamu adalah Ana. Tetapi bolehkah aku mengenalmu sebagai Anastasya?”


Gadis itu merasa ada yang salah dengan pria dihadapannya itu, dia memiringkan kepala dan bertanya. “Apa maksudmu?”


Brandon menarik napas dalam-dalam sambil mengumpulkan keberanian. “Nona Anastasya, aku menyukaimu dan aku ingin mengenalmu lebih dekat.”


“Kau….” Anastasya tertegun sejenak.


Wajah Brandon pun memerah dan mengepalkan tangannya. “Aku hanyalah pria biasa, sejak kecil aku dan orang tuaku tinggal di ketentaraan sejak kecil. Aku tidak pandai merayu wanita dengan kata-kata manis jadi aku langsung saja mengutarakan perasaanku padamu.”


Bukannya Anastasya belum pernah bertemu pria yang mengutarakan perasaan hati padanya tetapi ini pertama kalinya dia bertamu pria yang mengutarakan perasaan secara langsung dan tiba-tiba. Dia juga tak tahu harus berkata apa jadi dia hanya diam saja dan membiarkan Brandon melanjutkan kalimatnya.


Brandon mengambil gelas anggur didepannya lalu menyesapnya. “Aku tidak akan pernah lupa bagaimana kau menyelamatkanku. Itu adalah pertama kalinya aku melihat gadis yang begitu berani sepertimu. Setelah kejadian itu, aku terus mencarimu, tadinya aku hanya ingin membalas budi padamu tapi semakin lama aku semakin menyukaimu.”


Anastasya menatap Brandon dengan tatapan datar, dia bisa melihat ketulisan dan kegugupan dimata pria itu. Anastasya pun tak tahu harus berkata apa pada pria itu. Setelag beberapa saat, “Terimakasih….aku akan jujur padamu. Saat ini aku tidak punya waktu untuk memikirkan hal-hal ini, menjalin hubungan percintaan tidak ada dalam agendaku sekarang. Masih banyak hal lain yang harus aku lakukan jadi aku hanya bisa bilang, maaf.”


Begitu Anastasya selesai bicara, cahaya dimata Brandon pun langsung redup dan seluruh tubuhnya seperti balon yang langsung mengempis. Tetapi dengan cepat dia memulihkan perasaannya dan tersenyum terpaksa.


“Tidak apa-apa. Aku tahu kalau aku mengungkapkan perasaanku secara tiba-tiba. Tapi bolehkah kita berteman? Aku tidak akan memberitahu siapapun bahwa kita pernah bertemu di luar negeri. Hari ini adalah hari pertama kita bertemu.”


“Ehm…..sebenarnya aku sedang tidak berada dalam situasi bisa berteman, tetapi terimakasih banyak.”


“Apa yang sebenarnya kau lakukan? Kau menyembunyikan identitasmu, kau juga tidak bisa jatuh cinta dan bahkan kau tidak dapat berteman?” tanya Brandon dengan curiga.


“Ini masalah pribadiku.”jawab Anastasya menundukkan wajah.


Brandon menyadari bahwa suasana hati Anastasya tiba-tiba berubah suram. “Maaf kalau aku lancang. Seharusnya aku tidak banyak bertanya tapi nona Anastasya jika suatu hari nanti kau membutuhkan bantuan jangan pernah sungkan untuk menghubungiku. Aku akan selalu siap membantumu.”


“Terimakasih.” ujar Anastasya tersenyum. Disisi lain Kenneth yang sedang kesal tiba-tiba menerima telepon dari Diego.


“Kenneth! Kami telah menangkap salah satu orang yang ingin membunuhmu pada saat kau di luar negeri.”


Kenneth mengangkat kelopak matanya, “Dimana orang itu?”


“Didalam mobilku. Aku baru saja membawanya sekitar setengah jam lagi aku akan tiba disana. Orang ini telah terdampar dan terombang-ambing dilaut selama setengah bulan dan sepertinya dia tidak waras.”


“Aku mengerti.” ujar Kenneth setelah terdiam sejenak. “Kirim orang itu kerumah Brandon. Aku akan pergi bersamanya.”


“Baiklah.”


Lalu sambungan telepon terputus, Kenneth mencoba menghubungi Brandon dengan begitu bersemangat. Brandon yang baru saja mulai mengobrol dengan Anastasya tentang hal-hal di luar negeri tiba-tiba menerima panggilan masuk dari Kenneth disela pembicaraan mereka.


Brandon langsung memutuskan panggilan dan melanjutkan obrolannya, ponselnya kembali berdering dan dari orang yang sama membuat hati Brandon menjadi kesal. Dia merasa jika Kenneth sengaja meneleponnya untuk mengejeknya. ‘Kenneth yang memilih untuk tetap lajang dan tak mau menjalin hubungan dengan wanita. Kenapa dia mengganggu kencanku?’ gerutunya dalam hati.


“Maaf, aku jawab telepon dulu.” ucapnya pada Anastasya.


“Silahkan.”


“Kau ada dimana?”


“Aku sedang di restoran Itali diseberang mall bersama Anastasya. Ada apa?”


“Orang yang waktu itu mengejar dan ingin membunuh kita telah tertangkap dan sekarang sedang dalam perjalanan kerumahmu. Cepatlah kemari!”


“Bukankah hal-hal seperti itu biasanya ditangani di rukomu?” tanya Brandon terkejut.


“Sudah tidak bisa lagi. Cepatlah datang kemari.” nada bicara Kenneth tampak sangat cemas.


“Tapi aku masih makan….” jawab Brandon dengan ragu-ragu. Sebelum dia selesai bicara, Kenneth sudah memutuskan panggilannya.


“Sialan!” Brandon mengutuk dengan suara pelan. Saat dia menoleh kebelakang, sudah ada Anastasya yang berdiri dengan tas ditangannya.


“Kau….”


“Pergilah! Jangan pedulikan aku.” kata Anastasya.


“Aku akan mengantarmu pulang.” kata Brandon menawarkan diri.


“Tidak perlu. Aku ingin ke mall dekat sini dan membeli beberapa barang.” kata Anastasya menolak.


Danendra sudah memberinya tugas dan meminta Anastasya berdanda dan membeli pakaian untuk dirinya sendiri. Dia hanya ingin pergi ke mall membeli beberapa pakaian lalu pulang kerumah.


“Apakah kau mau pergi ke mall diseberang jalan?” tanya Brandon.


“Ya.” jawab Anastasya singkat.


“Baiklah. Kau bisa pergi dan jangan lupa untuk menghubungiku jika kau butuh bantuan.” kata Brandon tersenyum penuh arti.


“Oke.” jawab Anastasya dengan bingung karena dia tidak tahu apa yang lucu hingga membuat Brandon tertawa. Tapi dia tidak peduli pada ucapan Brandon.


Keduanya turun bersama, sebenarnya Brandon ingin mengantarkan Anastasya kedalam mall tetapi tiba-tiba sebuah mobil MPV hitam berhenti didepan mereka. Jendela terbuka dan memperlihatkan sudut wajah Kenneth yang tampan.


“Kau?” Brandon kaget. “Mengapa kau tiba-tiba datang kesini?”


“Kebetulan aku lewat sini jadi sekalian aku menjemputmu.” ujar Kenneth sambil terbatuk.


“Aku bawa mobil sendiri, kau pergi duluan saja. Aku akan mengantar Nona Anastasya ke mall. Aku akan menyusulmu nanti.” ujar Brandon dengan nada tak senang.


“Apakah kau tidak bisa pergi sendiri?” tanya Kenneth pada Anastasya dengan dingin.


Anastasya mengeryitkan dahi merasa heran dengan pria itu. Dia berpikir mungkin Kenneth yang punya sifat jelek itu tapi masih bisa memiliki teman, berarti itu adalah karma baiknya dimasa lalu.”


Anastasya mengembangkan senyum pada Brandon. “Pergilah, aku bisa pergi ke mall sendiri. Kau tidak perlu mengantarku.”