
“Maaf Nona Agnes, jangan anda salahkan Anastasya karena dia tidak bersalah! Tadi ada kecelakaan mobil saat perjalanan kesini yang membuat jalanan macet. Jika tidak ada kecelakaan kami tadi pasti sudah tiba disini jauh lebih awal. Meskipun begitu kami tiba tepat waktu sebelum pemotretan dimulai.” ucap asisten bernama Amira Cahyani itu.
Agnes yang hatinya dipenuhi kebencian pada Anastasya tidak peduli pada alasan sang asisten. “Seharusnya kalian berangkat lebih awal lagi. Kalau berangkat dua jam lebih awal pasti tidak akan telat, iyakan?” ucap Agnes dingin.
Amira tertegun lalu menggelengkan kepala, heran dengan sikap permusuhan Agnes. Dia sama sekali tidak menyangka kalau orang yang bertanggung jawab untuk pemotretan bersikap buruk seperti itu.
Saat dia ingin membalas ucapan Agnes, tangan Anastasya langsung memegang lengannya untuk menghentikan. “Maaf Nona Agnes, ini memang salahku karena telat. Aku sangat minta maaf dan aku juga akan meminta maaf pada seluruh kru.” ucap Anastasya tegas.
“Apa kau pikir masalah selesai begitu saja hanya dengan minta maaf? Jika permintaan maaf berguna maka semua orang tidak butuh polisi lagi. Sebagai contoh tuh, kasus pembunuhan yang lagi viral sekarang hanya dengan membunuh orang lalu hanya dengan meminta maaf maka masalahnya selesai? Begitu iya?” ujar Agnes memarahi Anastasya.
Anastasya mengerutkan alisnya bingung dengan sikap gadis muda didepannya. Dia yakin jika gadis itu pasti sengaja mau cari masalah dengannya. Anastasya pun tak mau kalah, “Baiklah aku akan bertanggung jawab kalau aku memang salah! Aku akan membuat waktu pemotretan selesai lebih cepat tapi jika waktu yang dibutuhkan untuk pemotretan ternyata lebih lama maka aku akan membayar denda. Jika waktunya lebih cepat dari prediksi maka kau akan bertanggung jawab!”
“Ha ha ha ha Nona….candaanmu tidak lucu! Kau tidak punya pengalaman syuting sebelumnya dan kau tinggal didesa kecil dan baru saja sampai dikota ini. Apa kau tahu apa itu syuting? Apa kau pikir syuting itu seperti berfoto ya? Dasar kau orang desa! Proses syuting itu butuh waktu untuk kerjasama, paham adegan, berpakaian dan berdandan serta kau harus bergaya dengan pose yang berbeda.”
“Sudahlah. Kau malah membuangw waktu dengan berdebat hal sepele seperti ini. Lokasi syuting ini sudah dibayar dan kalau kau sibuk berdebat hanya membuang waktu coba pikirkan berapa banyak uang dan waktu yang sudah kau buang percuma?” balas Anastasya membalikkan ucapan Agnes.
“Ayo kita langsung saja pemotretan biar cepat selesai.” kata Anastasya pada kru. Sontak wajah Agnes muram, dia tidak menyangka jika Anastasya akan melawannya menggunakan kata-katanya sendiri,
“Baiklah! Aku pengen lihat hasil pemotretanmu!” ujar Agnes sinis. Anastasya mengacuhkan dan pergi keruang ganti untuk berpakaian dan berdandan. Pakaian pertama yang dipakainya adalah seragam staf cafe Moonlight. Seragam berwarna biru tua dengan topi warna putih.
Jika orang lain yang memakasinya akan terlihat seperti pelayan cafe. Tetapi saat Anastasya memakainya dia tampak begitu cantik, seragam itu pas ditubuhnya sehingga membentuk lekukan tubuhnya yang indah dan seksi.
Dengan memaki topi koki, dia terlihat seperti model iklan dan terlihat cute. Penampilannya terlihat cute dan fotogenic, apapun yang dia kenakan selalu bisa mengalihkan perhatian orang.
Riasan wajahnya menambah kecantikannya, dia memakai lipstik warna merah cerah membuat tampilannya semakin seksi dengan bibir merah, padat dan penuh. Seragam cafe itu menonjolkan bentuk dadanya yang padat dan besar sehingga terlihat semakin menarik. Bahkan penata rias menatapnya tak berkedip.
“Nona Tasya kau cocok jadi model, wajahmu cantik, bentuk tubuhmu sempurna dan penampilanmu sangat mendukungmu untuk jadi model bahkan jadi aktris!”
Anastasya terkekeh, “Bisa saja kamu! Mana mungkin gadis desa sepertiku jadi model apalagi aktris.” ucapnya bercanda. Bahkan mereka tidak tahu kalau Anastasya seorang model internasional dengan julukan model bertopeng!
Saat Agnes melihat penampilan Anastasya, dia semakin tidak senang. “Mana ada pelayan cafe pake makeup! Ini akan memperburuk rating, sangat mempengaruhi rasa kopi. Hapus riasannya!” Dengan sengaja dia meminta riasan dihapus karena rasa iri akan kecantikan Anastasya. Dia ingin membuat Anastasya tanpa makeup sehingga terlihat tidak pantas menjadi Brand Ambassador.
Dia juga sengaja membuat banyak masalah untuk Anastasya sehingga pemotretan tertunda dan Anastasya akan disalahkan dan terpaksa membayar denda yang jumlahnya besar. Dendamnya membara dan ingin membalaskannya, inilah kesempatannya.
Kesombongan dan sikap egoisnya membuatnya harus membayar mahal perbuatannya. Anastasya tidak mengatakan apapun membalas ucapan Agnes. Baginya tampil dengan riasan ataupun tanpa riasan tidak jadi masalah, toh wajahnya sudah cantik.
Lalu Agnes menunggu diluar ruang ganti, dia tersenyum puas karena dia merasa jika kecantikan Anastasya itu palsu, cantik karena riasan. Setelah riasannya dihapus pasti dia terlihat jelek! Semakin Agnes memikirkannya, hatinya semakin puas dan senang.
Dia tak sabar menunggu untuk melihat wajah Anastasya tanpa riasan. Sementara didalam ruang ganti, Anastasya benar-benar menghapus riasannya dan hanya memakai riasan dasar saja untuk pemotretan.
Biasanya dia tampil polos tanpa riasan tetapi dia tidak menyangka jika Agnes akan memintanya menghapus riasan. Jika tahu sejak awal maka dengan senang hati dia akan tampil dengan wajah polosnya. Penata rias itu juga tidak akan terbebani merias wajahnya lalu menghapus kembali.
Tanpa sengaja penata rias itu menarik bulu mata palsu dan membuat Anastasya kesakitan “Sshhhh….sakit.” gumam Anastasya. Penata rias itu ketakutan, “Maaf Nona….saya tidak sengaja.” suaranya bergetar ketakutan.
Biasanya jika dia melakukan kesalahan maka pasti dibentak dan dimarahi, dia semakin ketakutan padahal dia sudah diintruksikan agar memperlakukan Anastasya dengan baik tapi dia malah melukainya. Apa yang terjadi jika Archilles Corp mengetahui dan memutuskan kerjasamanya?
“Tidak apa-apa. Wajar jika sakit sedikit, ini sudah tidak sakit lagi. Lanjutkan saja hapus riasanku.” ucap Anastasya dengan suara lembut yang membuat penata rias itu terganga tak percaya. Dia pun menghela napas lega dan dia semakin menyukai Anastasya. Saat melanjutkan menghapus riasan dia tidak bisa lagi menahan diri karena kasihan pada Anastasya.
“Nona, aku sudah lama bekerjasama dengan Archilles Corp sebagai penata rias. Aku belum pernah melihat model yang tampil tanpa riasan. Kurasa Agnes sengaja mengerjaimu agar kau mendapat masalah nanti.”
Anastasya sudah tahu tetapi dia tidak peduli, dia punya wajah cantik diatas rata-rata lantas apa yang perlu dikhawatirkan? Setelah riasannya terhapus, justru dia terlihat lebih cantik. Penata rias itu tersenyum, “Nona Tasya…..kau cantik sekali. Kulitmu sangat halus dan mulus, tidak ada bedanya kau memakai riasan atau tidak. Kau malah terlihat lebih cantik dan polos seperti gadis abg.”
Kulit Anastasya tampak putih, mulus dan halus seperti kulit bayi. Pipinya merona merah muda meski tanpa polesan perona pipi. Dia tampil alami yang membuat aura kecantikannya lebih bersinar.
Penata rias itu tak henti mengagumi kecantikan Anastasya, selama karirnya sebagai penata rias ini pertama kalinya dia melihat seorang model yang tampak lebih cantik tanpa riasan. Akhirnya dia mengerti kenapa Anastasya tidak peduli dengan permintaan gila Agnes.
Anastasya tersenyum dan mengedipkan sebelah mata pada penata rias itu. “Permainan dimulai. Tunggu dan lihat saja bagaimana nanti hasilnya!” ucap Anastasya membuat penata rias itu tidak bisa menahan tawanya.
“Nona Tasya, ternyata anda lucu juga ya. Aku senang bekerja denganmu” ucapnya.
Didepan pintu ruang ganti, Agnes sudah menunggu tak sabar, mengapa gadis jelek sialan itu belum juga keluar? Apa dia takut wajah jeleknya terlihat? Geramnya dalam hati. Pasti dia tidak berani keluar dengan wajah jeleknya itu!
Tiba-tiba pintu terbuka dan Anastasya berjalan keluar, Agnes langsung menatap kearah pintu dan tertegun. Kenapa Tuhan menciptakan gadis ini begitu sempurna? Kulitnya putih dan halus, hidungnya mancung dengan mata bulat besar yang indah. Cara berjalannya sangat anggun dan elegan dengan lekukan tubuh yang bak gitar spanyol! Gila…..dia benar-benar cantik!