
“Aku tidak mendekatinya, aku hanya salah mengenali orang. Bukankah tadi aku sudah bilang begitu?” ujar Brandon menggelengkan kepalanya. “Malah sebenarnya kamu yang selama ini mengganggap bahwa wanita adalah merepotkan sehingga kamu tidak pernah mau menjalin hubungan serius dengan wanita manapun. Jadi kenapa sekarang kamu tiba-tiba sangat mempedulikan wanita itu?”
Kenneth merasa seakan tenggorokannya ditusuk tombak dan napasnya tiba-tiba sesak setelah mendengar ucapan Brandon. Namun dengan cepat dia bisa mengendalikan dirinya. “Apa maksud ucapanmu kalau aku mempedulikannya? Aku hanya peduli pada syuting brand ambassadornya dan seandainya brand ambassadornya orang lain, aku juga akan tetap peduli. Apakah ada masalah?”
Brandon menatap Kenneth dari ujung kepala sampai ujung kaki dan tidak menemukan sedikitpun keanehan. Ucapannya juga masuk akal, Brandon pun menghela napas lega. “Baguslah jika kamu tidak peduli padanya karena aku akan berkata jujur padamu. Aku jatuh cinta pada Anastasya sejak pandangan pertama dan aku akan mengejarnya sampai aku mendapatkan cintanya.”
Mata Kenneth tiba-tiba menggelap dan tampak kilatan dingin dimatanya. Dengan cepat dia menyembunyikan emosinya meskipun dia sendiri tidak tahu kenapa dia harus menyembunyikan emosinya. Brandon tidak melihat ekspresi wajah Kenneth karena saat itu dia sedang memandang kearah villa.
Dengan suara dingin Brandon berkata, “Tidak banyak orang yang mengalami cinta pada pandangan pertama dalam hidupnya. Jadi kawanku, aku akan mengejarnya dan jika kamu tidak keberatan tolong jangan tambahkan peraturan yang kamu katakan tadi kedalam kontrak. Kontrak pemaksaan seperti itu sudah tidak ada lagi sejak 800 tahun yang lalu.”
“Brandon! Dia adalah Brand Ambassador yang aku pilih sendiri yang artinya bahwa dia adalah orangku. Kamu tahu kalau aku sangat protektif, jika kamu hanya ingin main-main saja pergilah cari wanita-wanita di bar. Banyak wanita diluar sana yang bersedia main denganmu dan kamu juga sanggup membayarnya! Wanita-wanita itu juga tidak akan menyebabkan kekacauan dan tidak akan merusak reputasi keluargamu!”
Brandon memelototi Kenneth. “Apakah kau pikir aku seperti Diego? Sudah kukatakan kalau aku akan mengejarnya dan mendapatkan cintanya! Itu berarti aku jatuh cinta padanya dan bukan untuk main-main! Aku ingin menjalin hubungan asmara dengannya dan menikahinya! Aku berasal dari keluarga militer dan tidak pernah mempermainkan perasaan orang lain apalagi perasaan wanita. Aku serius dengannya dan akan kubuktikan betapa besar cintaku padanya.”
“Apakah kamu mengenalnya? Apakah kamu memahami dirinya dan apakah kamu tahu semua hal tentangnya? Cinta pada pandangan pertama hanya karena melihat wajah cantiknya saja, itu tidak akan pernah berhasil.” ujar Kenneth mengeryitkan keningnya.
“Jangan khawatirkan aku. Hanya dengan melihat raut wajah, sikap dan kepribadiannya pasti sangat cocok denganku. Cocok atau tidaknya akan ketahuan kalau sudah dicoba, benarkan?” kata Brandon tersenyum puas. Kenneth terdiam dan berpikir setiap ucapan Brandon yang membuat hatinya semakin gelisah.
“Terserah kau!” Kenneth langsung pergi dan berjalan menuju lokasi pemotretan tanpa menoleh pada Brandon lagi. Dia sungguh kesal dan hatinya dipenuhi oleh amarah, bagaimana bisa sahabatnya jatuh cinta pada wanitanya dan bersaing dengannya? Dia takkan membiarkan itu terjadi, kalau bisa dia akan menghalangi pria manapun yang akan mendekati Anastasya.
Sementara didalam villa, Anastasya sedang ebrsiap-siap untuk melakukan pemotretan. Pemotretan kali ini berbeda dengan saat di Cafe Moonlight. Kali ini dia harus memakai riasan karena karakternya adalah sebagai seorang putri. Penata rias sudah akrab dengan kulit wajah Anastasya dan dia merias wajahnya dengan riasan ringan namun tetap cantik.
Setelah selesai dirias, penata rias itu menatap Anastasya dengan kagum dan tidak bisa mengalihkan perhatiannya ketempat lain. “Kamu sudah puas melihatnya belum, hemmm?” tanya Amira asisten Anastasya. “Jangan bilang kalau kamu menyukainya, dia tidak tertarik pada sesama wanita.”
“Pfff….” orang-orang yang berada diruangan itu tertawa geli mendengar ucapan Amira dan mereka segera pulih dari keterkejutan melihat kecantikan Anastasya.
Bersamaan dengan itu, pintu ruangan terbuka dengan keras sehingga membuat semua orang kaget dan segera menoleh ke pintu tanpa sadar. Mereka melihat Kenneth masuk dengan wajah muram seperti raja neraka yang sedang mencari korban. Ekspresinya sangat menakutkan dan tatapan matanya tajam. Auranya yang memang galak semakin membuat semua orang tidak berani menatapnya.
Serentak semua orang berdiri dan segera meninggalkan ruangan itu dengan tergesa-gesa penuh ketakutan jadi pelampiasan amarah Kenneth. Anastasya berdiri dari kursinya dan menatap Kenneth. “Ada apa denganmu? Kenapa kamu kelihatan sangat marah?”
Tangan besar Kenneth tiba-tiba menggenggam tangan Anastasya dengan erat sehingga gadis itu merintih kesakitan. Anastasya mengeryitkan dahi dan berusaha melepaskan genggamannya tapi tangan besar itu terlalu kuat menggenggam tangannya.
“Kenneth! Apa kau sudah gila? Lepaskan tanganku sakit!” Anatasya memelototi Kenneth dengan marah.
Kenneth balik menatap mata Anastasya, wajah gadis itu telah mengacaukannya karena muncul berkali-kali akhir-akhir ini dan dia sendiri tidak tahu kenapa. Dia selalu merasa marah jika ada pria lain yang mendekati ataupun bicara dengan Anastasya. Yang dia tahu adalah saat dia tahu kalau Brandon telah jatuh cinta pada Anastasya dan bertekad akan mengejarnya, dia sudah tidak bisa mengendalikan emosinya dan hatinya terasa sakit.
“Kenneth! Lepaskan kataku!” teriak Anastasya marah.
Suara gadis itu yang terdengar marah membuat Kenneth tersadar dari emosinya yang kacau. Lalu dia melepaskan tangan Anastasya sembari melirik ke pergelangan tangan gadis itu yang memerah karena dia menggenggamnya terlalu kuat.
Kenneth mengeryitkan dahinya melihat pergelangan tangan Anastasya yang memerah. ‘Apakah kulitnya terlalu lembut? Kenapa langsung merah begitu?’ gumamnya dalam hati. Kenneth kini merasa bersalah tapi dia hanya diam saja dengan ekspresi wajah yang dingin.
“Aku belum memikirkan balas budi yang kau katakan waktu itu tapi sebelum aku memberitahumu mengenai hal itu, aku tidak mengijinkanmu untuk berhubungan dengan pria lain.”
“Apa? Kau bicara apa? Sejak kapan aku berhubungan dengan pria lain? Terus kenapa tiba-tiba kau membahas tentang masalah balas budi itu? Aku sudah bilang berulang kali kalau saat itu hanya bercanda. Kenapa kau malah mengganggap serius? Kau benar-benar gila.” Alis Anastasya berkerut merasa tidak suka dengan kata-kata Kenneth.
Kenneth tidak mempedulikan lalu dia berbalik dan berjalan keluar. Pria itu berjalan sangat cepat sehingga membuat Anastasya merasa heran dengan tingkahnya. ‘Apa-apaan dia itu? Waktu itu aku saat aku minta agar dia menikahiku untuk membalas budi padaku itu bercanda. Dia bahkan tidak peduli dengan permintaanku tapi kenapa sekarang malah mengungkit masalah itu lagi? Apaan tadi itu, seenaknya marah-marah dan melarangku berhubungan dengan pria lain.’
Anastasya menggelengkan kepala, sifat jelek Kenneth itu membuatnya tidak tahu bagaimana harus menghadapinya! Akhirnya dia memutuskan untuk melupakan kejadian tadi dan bergegas keluar menuju area syuting.
Syuting akan segera dimulai. Pada awalnya proses syuting berjalan lancar tapi tiba-tiba sang sutradara malah menambah satu plot lagi.
“Setelah sang putri jatuh cinta pada kopi dari Cafe Moonlight lalu dia memberikan secangkir kopi pada snag pangeran yang tampak tidak peduli padanya. Setelah menerima secangkir kopi itu maka pangeran memiliki kesan yang pada terhadap sang putri. Keduanya pun hidup bahagia bersama selamanya.” ujar sutradara itu dengan penuh semangat menceritakan plot adegan syuting selanjutnya. “Tambahkan adegan itu dan harus terlihat romantis agar iklannya terlihat lengkap dan sempurna.”