
🤗 Happy Reading 🤗
.
.
💌 10 tahun kemudian 💌
Setelah berkunjung ke makam orang tuanya, Anastasia membawa anak anaknya kerumah dimana ia dibesarkan dulu. Ternyata tempat ini dirawat sepasang suami istri yang ditugaskan ayah Christian untuk mengurus rumah tempat kelahirannya dulu. Anastasia terharu sampai meneteskan air matanya. Mereka akan menghabiskan beberapa hari disini.
Anastasia mengedarkan pandangannya, tempat ini tidak berubah, bunga bunga masih dirawat dengan baik.
Anastasia menceritakan kepada anak anaknya, disini lah ia dilahirkan dan tumbuh menjadi dewasa. Karena itu, Ia sangat sulit melupakan tempat kelahirannya ini,
Anastasia memiliki masa-masa menyenangkan semasa kecil bersama orang tuanya, teman-teman sebayanya, bermain bersama, bercanda bersama, menjadi hal yang sangat dirindukan dirinya.
Kenangan semasa kecil membuat Anastasia penasaran, dan selalu mencari kabar berita teman bermainnya semasa kecil dulu. Anastasia sangat bersyukur tentang ayah Christian membeli rumah ini. Bayangan akan masa kecilnya menari nari dalam pikirannya. Benar benar kenangan yang tidak bisa ia lupakan. Tempat ini sudah lama tidak dikunjunginya. Keinginan ngumpul bersama, bercerita masa lampau yang tentu menyenangkan, menjadi tema pembahasan kala berjumpa dengan teman semasa kecilnya. Namun Anastasia tidak tahu keberadaan teman teman sekolahnya dulu. Semua seperti hilang ditelan bumi.
Sekarang yang ia tahu hanya Lionel dan Isabel saja. Anastasia tersenyum, sekarang Lionel sudah mempunyai anak perempuan yang cantik diberi nama Joevanka. Mereka akan datang untuk menghadiri acara ulang tahun pernikahan Aaron dan Anastasia.
" Mommy, tempat ini indah jauh dari keramaian." kata Ivander menikmati suasana tempat kelahiran Mommynya.
Anastasia tersenyum ia duduk bersama anaknya.
" Benar sayang tempat ini indah. Banyak kenangan mommy disini,yang tidak bisa mommy lupakan. " ucap Anastasia memetik salah satu bunga kesukaannya.
" Sekarang mommy mau masuk sayang, temani adikmu Ivannia yang bermain didalam." kata Anastasia melangkah masuk menemui suaminya.
" Baik Mommy." Jawab Ivander berlari menemui adiknya.
Didalam kamar Anastasia masuk dan menatap suaminya yang sibuk didepan Laptopnya, dan sesekali tangan suaminya mengetik sesuatu, lalu kembali membaca dokumen dokumen penting yang ada diatas meja. Ia menggunakan kaca mata anti radiasi. Anastasia menggeleng, dimana pun suaminya berada pasti urusan kerja tetap diutamakan nya. Tapi baginya tidak masalah karena sejauh ini suaminya yang super sibuk, masih tetap memberikan perhatiannya buat keluarga. Anastasia tersenyum ia memeluk suaminya dari belakang. Membisikkan sesuatu dengan nada sensual. Membuat Aaron bergidik namun berhasil membangkitkan gairahnya.
" Jangan terlalu lelah sayangku....." ucapnya berbisik namun diakhir Anastasia menghembuskan napasnya. Aroma mint yang berhembus dari mulut istrinya mampu membakar jiwa Aaron.
Anastasia terkekeh, melihat wajah suaminya bersemu merah.
" Jangan nakal sayang." ucap Aaron kembali fokus menatap laptopnya.
Anastasia tidak perduli ia tetap posisi memeluk suaminya dari belakang, tangannya kembali meraba dada Aaron seakan melukis sesuatu disana. Anastasia mengecup telinga suaminya dan memainkan lidahnya disana.
" Kamu nakal sayang." Ucap Aaron dengan suara seperti tercekat dileher, tindakan nakal istrinya membangkitkan Aaron juniornya.
" Aku hanya merilekskan tubuhmu, biar tidak terlalu tegang sayang. Ini cara ampuh agar suamiku tidak tegang syaraf." kata Anastasia tersenyum.
" Dari mana kamu tahu, sudah pintar kamu ya." sahut Aaron menjadi tidak fokus.
" Saya belajar dari pengalaman pribadi. " ucap Anastasia terkekeh melihat suaminya yang terbakar api gairah.
" Pengalaman pribadi? " Aaron menaikkan alisnya, bertanda ia ingin suatu jawaban.
" Oke aku buatkan kopi untukmu ya, lanjutkan pekerjaanmu." ucap Anastasia melangkah ingin keluar, tangannya sudah membuka kenop pintu.
" Tunggu ! " ucap Aaron bangkit dan menatap istrinya, wajahnya berkilat penuh gairah.
" Ada apa sayang? " tanya Anastasia mengerutkan keningnya. Tatapan suaminya mampu menembus jantungnya saat ini, Anastasia menggigit bibir bawahnya. Ia tahu jika gairah suaminya sudah naik dan sudah siap untuk memakannya sekarang.
Aaron menutup daun pintu dan menguncinya. Ia menghimpit tubuh Anastasia ke daun pintu.
" Kau ingin kabur setelah membangunkan juniorku? kau harus bertanggung jawab. " ucap Aaron menatap istrinya dengan tatapan penuh napsu, Aaron menaikkan bibir sisi kanannya keatas. Senyum penuh kemenangan terlukis di wajahnya.
Aaron mengangkat tubuh kecil istrinya dan membawanya keatas ranjang, ia mencumbu bibir istrinya dengan penuh hasrat. Mereka melakukan ciuman cukup lama dan dalam, sesaat mereka melepaskan tautan bibirnya untuk mengambil pasokan udara. Setelah oksigen memenuhi paru paru mereka, kembali Anastasia yang mencumbu bibir suaminya. Rasa cinta yang begitu dalam membuat mereka melakukannya dengan tempo lambat, mereka ingin menikmati gairah gairah yang mereka ciptakan sendiri. Tubuh mereka sudah polos. Kobaran api semakin terpancar di wajah mereka. Aaron menangkap benda milik istrinya, salah satu aset yang disukainya. Aaron mencumbu kedua gundukan sampai membuat Anastasia melepaskan desahan desahan nikmat yang keluar dari bibirnya. Aaron menuntunnya dan membawa mereka menuju kenikmatan surganya dunia.
Anastasia lemas, napas mereka masih memburu. Sisa sisa kenikmatan masih terasa dan membuat Anastasia tersenyum bahagia.
Anastasia bersandar di dada bidang suaminya, tubuh mereka masih sama sama polos dibawah selimut. Aaron masih menghusap punggung polos istrinya. Anastasia mengeratkan pelukannya. Aaron menatap istrinya dengan sayang dan membelai rambut Anastasia berulang ulang dengan lembut. Aaron melepaskan senyumannya dan ia mengecup puncak kepala istrinya.
Tiba tiba rasa sesak menghimpit dadanya tidak bisa ia sembunyikan. Banyaknya cobaan yang mereka lalui membuat Anastasia bersedih, ia sedikit terisak hingga Aaron menyadari bahwa istrinya sedang menangis.
" Kenapa sayang? " ucap Aaron melepaskan pelukannya dan menatap istrinya.
Isakannya semakin terdengar, membuat Aaron mengeratkan pelukannya.
" Hei jangan menangis sayang, nanti Ivander dan Ivannia berpikir kita bertengkar." kata Aaron membelai rambut istrinya dengan sayang.
" Aku ingat kejadian waktu kamu hilang ingatan sayang, kamu dingin dan cuek. Kamu bukan seperti suamiku yang kukenal. hatiku hancur pada saat itu, pada saat itu aku sangat takut kau akan melupakanku selamanya..." isak Anastasia
" Bagaimana aku bisa melupakan istriku yang cantik ini? karena kekuatan cinta kita, aku hanya melupakanmu hanya delapan hari saja. Melihatmu muntah dan sakit membuat ingatanku cepat kembali. Sesungguhnya hati ini benar benar tidak bisa melihatmu merasakan sakit atau terluka. itu sangat melukai hatiku sayang. Ingatanku memang hilang tapi cinta dihati ini tidak bisa terkikis begitu saja. Beberapa potongan potongan kenangan kita kembali begitu cepat." Kata Aaron menghusap punggung polos istrinya, ia memejamkan matanya.
Mendengar itu membuat Anastasia semakin menangis.
" Jangan menangis sayang, hatiku terluka melihat kamu menangis. " tatapan teduh Aaron kepada istrinya.
" Perasaanku bahagia sayang, Sampai aku tidak bisa melukiskan perasaanku dengan kalimat indah. Kau membuatku semakin mencintaimu." kata Anastasia mengecup dada suaminya.
" Aku sudah pernah mengatakannya bahwa aku tidak akan pernah melupakanmu apalagi Sampai meninggalkanmu, karena kamu adalah tulang rusukku, hidup, matiku dan juga napasku .Tuhan menciptakanmu untuk aku cintai selamanya.Tuhan telah memilihmu dari yang lain karena Tuhan tahu aku paling mencintaimu sayangku. " kata Aaron kembali mencium pipi istrinya.
" Aku bahagia sayangku." ucap Anastasia memajukan bibirnya dan mengecup bibir suaminya.
" Aku akan membuat Istriku paling bahagia di dunia ini, selama sisa hidupku aku akan selalu membahagiakanmu." janji Aaron dan Tuhan akan mengabulkan doanya.
Kebahagiaan ini benar benar nyata, Anastasia menyadari bahwa Aaron adalah lelaki terbaik yang pernah ditemuinya di dunia ini.
Anastasia menggeser tubuhnya, menyandarkan kepalanya dilengan suaminya. Dengan lembut Aaron mengecup puncak kepala istrinya.
Tidak terasa mereka melalui kehidupan rumah tangga yang manis selama 15 tahun lamanya. Minggu depan mereka sudah menyiapkan pesta ulang tahun pernikahan mereka dengan meriah.
" Naiklah keatasku ! " titah Aaron tersenyum smirk kepada istrinya. Anastasia nampak bingung, ia mengernyitkan keningnya.
" Buat apa sayang? " tanya Anastasia membelalakkan matanya.
" Kita bisa mengulang satu ronde lagi."
" Apa? "
" Ssstttttt nanti anak anak dengar."
" Astaga sayang...."
.
.
BERSAMBUNG
.
.
🌾 JANGAN LUPA TINGGALKAN VOTE BERIKAN LIKE DAN KOMENTARMU YA 🌾