
🤗 Happy Reading 🤗
Jalanan pegunungan yang sepi dengan pemandangan pepohonan hijau yang sejuk,membuat Aaron menikmati suasana jalan.
Aaron sesekali menatap keluar jendela dengan pandangan sayu..
Aaron tersenyum samar mengingat segala kenangannya.
Mobilnya tetap melaju kesebuah pedesaan yang cocok baginya untuk menenangkan pikiran.Ya, tempat ini sering ia kunjungi semenjak istrinya pergi. Ya, ditempat ini Aaron akan menghabiskan waktunya selama beberapa hari.Setiap sekali sebulan Aaron menyempatkan dirinya berkunjung ketempat ini. Suasana pegunungan dan udara yang sejuk bisa menenangkan pikirannya.
Untuk kali ini, Aaron tak ingin mengajak Betran. Ia tak ingin mengganggu pasangan itu yang sedang sibuk mempersiapkan pernikahannya. Mereka sudah berjanji akan mempersiapkannya sendiri tanpa harus melibatkan keluarga. katanya Agar bisa dikenang. Cihh sungguh cinta yang luar biasa. Aaron tersenyum, ia bahagia melihat pasangan itu.
Aaron kembali tersenyum samar, Ia teringat dengan sikap Betran, lelaki yang yang ia percayai selama 10 tahun.
Betran membuat pengakuan bahwa dia mencintai adiknya Felin. Awalnya ia terkejut, namun Betran sangat menunjukkan sikap gentleman. Ia menunjukkan begitu besarnya Cintanya kepada adiknya Felin, dan menunjukkan keseriusan Betran untuk menjaganya dalam sisa hidupnya.
Samar samar ingatan itu kembali lagi. Aaron masih mengemudi mobil mewahnya dengan kecepatan sedang.
"Tuan..saya mencintai Felin." Ucap Betran pada saat Aaron sedang membaca majalah bisnisnya. Aaron tersentak, ia menautkan kedua alisnya dan melihat Aaron dengan tatapan tak terbaca nya. Aaron masih belum memberikan tanggapan apa apa. Ia kembali membolak-balik kan majalahnya.
" Saya mencin..." Tiba tiba Betran berhenti tak berani melanjutkan kata katanya, ketika Aaron sudah menutup majalahnya dengan kasar.
Aaron menarik napasnya dalam dalam,Sebenarnya ia sudah bisa membaca gelagat dua insan yang sedang mabuk cinta itu. Namun Aaron tak ingin ikut campur mengenai hubungan mereka. Toh mereka lah yang menjalaninya. Jadi Aaron membiarkan nya dan pura pura tidak tahu
"Duduklah...!" Perintah Aaron memberi isyarat Agar Betran duduk di sofa.
Aaron langsung melangkah dan duduk berhadapan dengan Tuannya.
"Terus mau gimana kalau kau mencintai Felin? " Tanya Aaron dalam posisi badan agak condong kedepan dan menatap Betran yang sedang kebingungan, Aaron tersenyum samar. Punggungnya sudah menempel di sofa.
Ia melihat Betran membuang napasnya singkat.
"Tolong restui kami Tuan.." ucapannya singkat namun tak berani menatap tuanya.
Aaron tersenyum smirk "Aku tidak pernah melarang Felin berhubungan dengan siapapun kecuali dia lelaki brengsek." Ucap Aaron dengan sikap santai.kemudian melanjutkannya kata katanya kembali.
"Aku percaya dengan kau Betran 10 tahun ikut bersamaku, itu sudah cukup untuk memenuhi kriteria masuk kekeluarga Donisius, yang jelas jangan pernah kecewakan Felin.Jika itu terjadi aku yang akan menghabisimu." Ujar Aaron membuat Betran tersenyum, namun tiba tiba wajahnya berubah lagi.
"Tapi tuan..." Aaron berhenti sesaat, dan kembali menarik napasnya singkat.
"Felin tidak mau menikah sebelum anda menikah tuan." ujar Betran sedikit ragu ragu.
"Apa? " Tanya Aaron sedikit terkejut. " apa alasannya?" tanya Aaron mengernyitkan keningnya.
"Karena melihat tuan masih...." ucapannya berhenti,sumpah kali ini Betran tak berani melanjutkan kata katanya, kenapa ia begitu lancang mengatakan itu. Betran merutuki dirinya yang bodoh.. Aaron memicingkan matanya melihat sosok Betran yang tiba tiba terdiam tanpa ekspresi.
"Kenapa Betran?" tanya Aaron penuh selidik.
"Maafkan saya Tuan." ucap Betran masih diam tak ingin melanjutkan kata katanya.
Aaron hanya mendengus kesal, ia tau apa yang ada didalam pikiran asisten nya itu.
"Baiklah kalau kau tidak ingin mengatakannya, Aku akan berusaha membujuk Felin. Kamu boleh pergi! " Perintah Aaron kemudian.
"Terima kasih Tuan.." Ucap Betran membungkuk kan badannya dengan sopan.
"Betran....!!" Panggil Aaron membuat langkah lelaki itu berhenti dan membalikkan badannya agar tetap posisi menghadap Tuannya.
"Jangan panggil Tuan lagi, kau bisa memanggilku dengan nama saja, satu lagi jangan membungkuk kan badanmu." ucap Aaron dengan tegas tanpa melihat Betran yang nampak kebingungan.
"Maaf Tuan...tapi untuk menyebut nama,saya belum bisa tuan.." Ucap Betran gugup.
"Jangan membantah Betran, kamu bisa pergi.." Ucap Aaron tegas,membiarkan Betran pergi meninggalkannya. Aaron kembali melihat majalah bisnisnya dan tiba tiba senyumnya mengembang diwajahnya.
Aaron kembali mengemudi mobilnya, masih menikmati pemandangan pepohonan hijau yang berada di perbukitan.
Aaron berhenti disebuah pedesaan yang membutuhkan dua jam perjalanan dari kota xx. Aaron sengaja membeli perumahan yang jauh dari keramaian, tempat ini sangat indah cocok untuk menenangkan pikirannya, untuk melepas kepenatan setelah seharian bekerja.
Aaron melangkah meninggalkan mobilnya yang terparkir disebuah pemukiman warga. Dia sudah mengenal pemilik rumah itu, selama dua tahun ini Aaron sering berkunjung kesini.
Aaron kembali melangkahkan kakinya untuk berkeliling sebelum kembali kerumah yang ia beli dua tahun yang lalu. Aaron berjalan menikmati suasana yang begitu nyaman dan menyejukkan hatinya.
Ia melewati perkampungan.Ya tempat wisata ini terkenal dengan begitu indah. Hingga sayang untuk melewatkannya walau hanya sekedar untuk berfoto disana.
"Permisi nona...bisakah anda mengambil fotoku?" sapa Aaron dengan ramah. Hingga membuat gadis itu tersenyum.
"Boleh Tuan..anda boleh mengambil posisi yang bagus untuk berfoto." ujar gadis itu dengan ramah.
"Terima kasih." Ucap Aaron menyerahkan Cameranya.
Aaron sudah berpose dengan gayanya.
"Tuan tawanya lebih lepas, oke...satu..dua.. tiga...cekrekkkk."
Aaron kembali melangkah menuju gadis itu.
"Apakah hasilnya bagus? " Tanya Aaron mengambil camera nya kembali.
"Hasilnya bagus Tuan, anda bisa memeriksanya." ucap gadis itu ramah.
"Apakah anda pendatang tuan?" Tanya gadis itu memandang Aaron dari atas sampai kebawah. Aaron masih sibuk memeriksa Cameranya.
" Ya saya pendatang disini." ucap Aaron masih asyik melihat fotonya.
"Terimakasih kasih,fotonya bagus semua." lanjut Aaron kemudian ia tersenyum kembali.
"Foto ini saya suka nona." Tunjuk Aaron kepada gadis itu.
"Ya yang ini bagus tuan, senyum Anda lepas seperti tidak ada beban." ucap gadis itu menjauhkan dirinya, hatinya berdesir karena kedekatan mereka.
"Perkenalkan nama saya Rebecca Tuan." ucapnya setelah lama mereka terdiam,Gadis itu menyodorkan tangannya.
Aaron menyambut tangan gadis itu.
"Saya Aaron..." jawabnya singkat dan kemudian melepaskan jabatan tangan mereka. Aaron kembali melangkah untuk melihat tempat wisata yang lain.
Rebecca masih mengikuti langkah lelaki itu.
"Saya tinggal di daerah disini tuan..kalau anda tak keberatan Anda bisa mampir kerumah untuk minum teh mungkin tuan.." tawar Rebecca
"Terima kasih nona..saya akan lanjut kembali sebelum malam tiba." sahut Aaron tersenyum tipis, setelah itu Aaron berpamitan untuk pergi, Aaron sudah melangkah meninggalkan gadis itu.
Rebecca menatap kepergian lelaki itu dengan tatapan kecewa, ia melangkah pergi dan meninggalkan tempat itu.
"Sungguh tampan." batin Rebecca dalam hati.
Sementara Aaron sudah menuju mobilnya, ia melajukan mobilnya menuju rumah yang ada di pedesaan itu. Ya, Aaron akan menginap disini dan besok kembali ke kota xx lagi.
## Salam sehat buat kita semua,Jangan lupa bahagia ya 😘 ##
🌾 JANGAN LUPA TINGGALKAN VOTE BERIKAN LIKE DAN KOMENTARMU YA 🌾
🌾 KASIH BINTANG JUGA YA 🤗