
🤗 Happy Reading 🤗
.
.
" Saya tidak mau tahu, sekarang lakukan operasi ! " ucap Aaron menekan setiap perkataannya, menatap tajam kepada dokter yang nampak ketakutan. Ia bahkan mengeraskan rahangnya.
" Baik Tuan! " ucap Dokter langsung memberikan perintah kepada perawat untuk melakukan persiapan operasi. Dokter yang menangani Anastasia langsung keluar dari ruangan.
Sementara perawat mendorong hospital bed yang ditempati Anastasia. Dengan kasih sayang Aaron memberikan kekuatan kepada istrinya, mengikuti perawat yang mendorong istrinya untuk melakukan tindakan operasi. Maria nampak sibuk menghubungi Felin yang dari tadi ingin tau kabar Anastasia. Maria menjelaskan jika Anastasia akan melakukan operasi.
" Sabar sayang, semua akan baik baik saja.Jangan cemaskan apapun, kita berdoa semoga operasinya berjalan dengan baik. Kau dan anak kita selamat." kata Aaron dengan mencium puncak kepala istrinya. Anastasia tidak sanggup bicara, untuk menganggukkan kepalanya saja ia tidak mampu.
Anastasia memejamkan matanya, tidak bisa ia menutupi rasa sakit yang semakin membuatnya merintih tak tertahankan. berulang kali ia menarik napasnya lalu membuangnya. Anastasia mencengkeram besi bed hospital. Aaron dapat merasakan kesakitan istrinya.
" Sakit, aku tidak kuat sayang." isak Anastasia kembali menjatuhkan air matanya. Matanya yang sendu menatap Aaron seakan meminta bantuan untuk suaminya.
Aaron semakin cemas dan mengeratkan pegangan tangannya. Ia mencium pipi istrinya dan ikut menangis.
" Semua akan baik baik saja sayangku." ulang Aaron menghantarkan istrinya sampai didepan pintu ruang operasi.
" Aku mencintaimu." Aaron mencium puncak kepala Anastasia begitu lama dan menjatuhkan beberapa butiran air matanya, Aaron melepaskan tangannya dari Cengkraman istrinya. Pintu kamar operasi tertutup otomatis. Ia mendongak keatas dan mengusap wajahnya dengan kasar.
Christian mencengkeram pundak Aaron dengan lembut memberikan kekuatan kepada anaknya.
" Operasi akan berjalan dengan lancar, kita harus percaya kepada dokter yang menangani Anastasia." kata Christian memberikan kekuatan kepada anaknya.
" Duduk dulu nak, operasi membutuhkan waktu yang lama. " sambung Maria berbicara.
Aaron masih gelisah, ia tidak ingin duduk sebelum operasinya selesai. Christian menjauh ketika panggilan masuk terdengar dari ponselnya. Aaron sendiri masih mondar mandir tidak jelas didepan pintu ruang operasi. Rasa cemasnya begitu jelas terukir diwajahnya, pikirannya berkecamuk.
Sejam telah berlalu, namun lampu kamar operasinya belum juga padam bertanda operasi masih berlangsung. Rasa takut menghantui pikirannya. Aaron terlalu mencemaskan istrinya karena ia terlalu mencintai wanita itu, baginya Anastasia adalah sesuatu yang berharga dalam hidupnya. Aaron berjanji akan selalu membahagiakan keluarganya, hari ini, esok dan lusa bahkan seterusnya Aaron akan selalu bersyukur untuk menjalani hari hari bersama Anastasia dan anak anaknya ke depan.
Tiba tiba perawat keluar dari pintu operasi membuat. Christian dan Maria langsung bangkit mendekati perawat yang keluar membawakan bayi mungil.
" Selamat tuan, anda mendapatkan anak laki laki, sehat dan lahir dengan sempurna." ucap perawat tersenyum memberikan bayi kepada Aaron.
Terdengar tangisan bayi menggema didalam ruangan. Aaron terharu melihat anaknya terlahir selamat. Sekarang bayi mungil itu berada dalam pelukannya. Aaron menangis bahagia. Ia mencium bayi mungil itu dengan sayang.
" Bagaimana dengan istriku? " Tanya Aaron kepada perawat.
" Ibu Anastasia masih dalam penanganan dokter, Pasien akan segera dipindahkan dari ruang operasi ke ruang perawatan." jawab perawat.
" Terima kasih. " ucapnya kembali.
Aaron kembali tersenyum, Rasa syukur dan bahagia tidak bisa Aaron tutupi , Ia berhasil menjatuhkan air matanya karena rasa bahagia itu terus menggerogoti hatinya. Kebahagiaannya benar benar sempurna, Mereka mendapat anak laki laki yang ganteng.
" Kamu sudah menyiapkan namanya Aaron?" Tanya Maria mendekat dan mengambil alih untuk menggendong bayi mungil itu.Ia ikut bahagia mendapatkan cucu kedua dari anaknya.
" Ivander Donisius ibu, aku dan Anastasia sepakat memberikan nama Ivander yang artinya anak laki laki terbaik yang memberikan kebahagiaan untuk orang tuanya." jawab Aaron.
" Nama yang bagus nak. " ucap Christian menganggukkan kepalanya seraya tersenyum .
Lampu ruang operasi telah mati bertanda operasi sudah selesai. Para perawat keluar mendorong bed hospital menuju kamar, untuk melakukan perawatan selanjutnya. Anastasia Nampak tertidur, perawat menjelaskan jika istrinya menggunakan Anestesi regional yang dilakukan dengan memblokir rasa sakit di sebagian anggota tubuh. Anastasia tetap tersadar selama operasi berlangsung, namun tidak dapat merasakan sakit walau terkena sayatan. Namun perawat mengatakan selama operasi berlangsung Anastasia hanya tertidur karena ia kehabisan energi ketika menahan rasa sakit.
Anastasia sudah berada kamar rawat untuk melakukan pemulihan selanjutnya.
Dokter langsung datang memberi keterangan jika operasinya berjalan dengan baik.
setelah memberikan penjelasan dokter pamit undur diri.
Senja telah berganti malam, jam sudah menunjukkan pukul 20.00 wib.
Christian dan juga Maria Sudah kembali.
Maria sudah memesan Nani untuk mengurus keperluan baby Ivander.
" Nanti siapkan susu jika baby Ivander bangun." ucap Aaron meletakkan bayi mungil itu kedalam infant bed. Aaron berjalan mendekati hospital bed, melihat istrinya yang masih tertidur.
Aaron mengernyitkan keningnya, tadi dokter mengatakan jika istrinya hanya diberikan suntikan anastesi regional. Tapi semenjak istrinya keluar dari ruangan operasi, ia belum juga bangun ini sudah lebih dari empat jam.
Aaron mengambil tangan Anastasia dan menempelkannya di pipi, menutup mata sekejap lalu mencium tangan itu.
Aaron sampai tertidur dengan posisi duduk di kursi dan memegang tangan istrinya.
Baby Ivander tidur di dalam infant bed ditemani nani.
Anastasia membuka matanya perlahan-lahan, pertama kali yang dilihatnya adalah dinding kamar rumah sakit, disebelah tangannya ia melihat suaminya tertidur dengan posisi memegang tangannya. Ia menarik tangannya dan membelai rambut suaminya dengan sayang. Anastasia melihat infant bed dari tempat tidurnya. Ia meraba perutnya yang sudah rata. Ternyata anak mereka sudah lahir dengan selamat. Anastasia menangis, dia ingin menggendong anaknya, namun bekas sayatan karena operasi tadi membuat Anastasia tidak boleh banyak bergerak.
Aaron terbangun, ia mengerjapkan matanya.
" Apakah aku tertidur? " batinnya berbisik dalam hati. Aaron melihat istrinya masih tertidur.
Aaron menaikkan alisnya, serasa nyata jika istrinya membelai rambutnya.
Aaron kembali mengambil tangan istrinya dan menciumnya. Mimpi ini serasa nyata. Aaron melihat baby Ivander masih tertidur nyaman bersama Nani. Aaron melihat jam ditangannya pukul 22.05 wib. Istrinya belum juga bangun?
" Apakah aku bermimpi? " ucap Aaron mengernyitkan keningnya.
" Kau tidak bermimpi sayang. " ucap Anastasia tersenyum namun masih memejamkan matanya.
.
.
BERSAMBUNG
Mampir yuk ke karyaku "Retaliation"
🌾 JANGAN LUPA TINGGALKAN VOTE BERIKAN LIKE DAN KOMENTARMU YA 🌾
🌾 KASIH BINTANG MU JUGA YA 🌾